Integrasi Nasional: Pahami Definisi, Faktor Pendorong, dan Pendukungnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita perlu memiliki sikap integrasi nasional. Perasaan tersebut tercermin dari rasa peduli, saling memiliki, dan rasa persatuan terhadap sesama masyarakat.
Mengutip dari buku Materi Kuliah Kewarganegaraan Integrasi Nasional yang ditulis oleh I Putu Ari Astawa, integrasi nasional secara politis memiliki arti sebagai penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
Dalam konteks Indonesia, integrasi nasional dapat berjalan alamiah sesuai dengan keanekaragaman budaya. Selain itu, pembauran tersebut hendaknya terlepas dari hegemoni dan dominasi peran politik etnik tertentu.
Suatu integrasi nasional yang tangguh hanya akan berkembang di atas konsensus suatu masyarakat politik. Termasuk sistem politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat.
Faktor Pendorong Integrasi Nasional
Faktor pendorong merupakan faktor yang memengaruhi kemajuan suatu proses atau tindakan tertentu. Umumnya, dilakukan oleh perseorangan maupun kelompok.
Dalam mewujudkan integrasi nasional, terdapat beberapa faktor yang pendorong. Di antaranya sebagai berikut:
Rasa yang senasib dan seperjuangan akibat faktor-faktor sejarah. Indonesia telah mengalami sejarah kelam di masa lalu, terutama saat dijajah oleh bangsa lain selama bertahun-tahun.
Ideologi nasional Pancasila. Walaupun Indonesia terdiri dari banyak kepercayaan, arti dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sikap tekad dan keinginan untuk kembali bersatu. Perbedaan dan kemajemukan di Indonesia bukan menjadi faktor penyebab konflik sosial. Sebaliknya, perbedaan ini membuat masyarakat Indonesia memiliki keinginan untuk bersatu sebagai suatu bangsa yang utuh.
Ancaman dari luar. Ancaman dari luar di era globalisasi sekarang ini tidak dapat diartikan sebagai ancaman menjajah seperti masa kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, integrasi nasional perlu diwujudkan untuk mengantisipasi ancaman dari luar.
Faktor Pendukung Integrasi Nasional
Integrasi nasional juga didukung oleh beberapa faktor. Berikut di antaranya:
Penggunaan bahasa Indonesia: Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Hal ini telah dikumandangkan sejak Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Isi sumpah pemuda salah satunya berbunyi,“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuaan Bahasa Indonesia.”
Semangat persatuan serta kesatuan di dalam bangsa perlu dimunculkan. Hal ini untuk menjalin kekeluargaan, sikap tolong-menolong antarsesama, rasa nasionalisme, dan rasa kemanusiaan yang memiliki toleransi serta keharmonisan untuk hidup secara berdampingan.
Kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yakni ideologi Pancasila.
Jjiwa dan semangat dalam bergotong royong berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil. Kemudian, hasil tersebut dapat dinikmati bersama-sama secara adil.
(FNS)
