Konten dari Pengguna

Jadwal Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jadwal Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO/kumparanTRAVEL
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jadwal Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO/kumparanTRAVEL

Jadwal perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 mulai diperhatikan sejak memasuki awal tahun, ketika komunitas Tionghoa dan pemerintah daerah bersiap menyusun rangkaian tradisi dan agenda budaya.

Dua perayaan ini bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga momentum penting yang biasanya diiringi kegiatan keagamaan, festival, hingga penyesuaian aktivitas publik.

Jadwal Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026

Ilustrasi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO/kumparanTRAVEL

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh selalu menjadi momen yang dinantikan setiap tahunnya. Berikut jadwal perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, dikutip dari situs https://www.kemenkopmk.go.id:

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Indonesia jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Imlek merupakan hari besar keagamaan bagi umat Khonghucu sekaligus momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menyambut pergantian tahun.

Rangkaian perayaan Imlek tidak berhenti pada hari pertama saja. Lima belas hari setelah Imlek, masyarakat Tionghoa kembali merayakan Cap Go Meh, yang pada tahun 2026 jatuh pada 3 Maret 2026.

Cap Go Meh menjadi penutup dari seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dan kerap dirayakan dengan berbagai festival budaya.

Makna dan Tradisi Perayaan Imlek

Bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa, Imlek dimaknai sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, merayakan kebersamaan, serta mengungkapkan rasa syukur atas berkah yang diterima sepanjang tahun sebelumnya.

Perayaan ini juga menjadi momen untuk menyambut harapan dan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Imlek dirayakan melalui berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah refleksi diri, yaitu merenungkan perjalanan hidup selama setahun, mencatat kesalahan, serta berjanji untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.

Tradisi lainnya adalah berkumpul bersama keluarga besar. Momen ini dianggap penting dan sakral, di mana anggota keluarga dari berbagai daerah berusaha pulang untuk saling bersilaturahmi dan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek.

Selain itu, terdapat tradisi pembagian angpao dari generasi tua kepada generasi muda. Angpao dimaknai sebagai simbol perhatian, doa, serta harapan agar generasi muda dapat meraih kehidupan yang lebih baik, khususnya dalam aspek kesejahteraan.

Perayaan Imlek juga identik dengan mengenakan pakaian baru sebagai simbol meninggalkan masa lalu dan memulai lembaran baru.

Warna merah turut mendominasi suasana Imlek karena melambangkan kegembiraan, semangat, dan harapan akan keberuntungan.

Mengenal Tradisi Cap Go Meh

Cap Go Meh merupakan perayaan tradisional Tionghoa yang dilaksanakan pada malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti “malam kelima belas”.

Dalam bahasa Mandarin, perayaan ini dikenal sebagai Festival Lampion dan juga disebut sebagai Festival Hari Pertama.

Perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan purnama pertama setelah Imlek, sehingga kerap dimaknai sebagai simbol cahaya, harapan, dan masa depan yang lebih cerah.

Salah satu ciri utama Cap Go Meh adalah pemasangan dan pawai lampion, yang melambangkan doa serta harapan baik.

Terdapat beberapa versi mengenai asal-usul Cap Go Meh. Salah satunya berkaitan dengan tradisi umat Buddha yang menyalakan lampion sebagai bentuk penghormatan.

Versi lainnya berkembang dari legenda Kaisar Giok yang melatarbelakangi tradisi menyalakan lampion untuk menolak bencana.

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan beragam tradisi budaya yang berbeda di setiap daerah. Beberapa daerah dikenal dengan perayaan khasnya, seperti pawai budaya, pertunjukan barongsai, hingga arak-arakan simbol kepercayaan lokal.

Di Singkawang, Cap Go Meh identik dengan Pawai Tatung, yang dipercaya sebagai ritual penolak bala. Di Salatiga, perayaan ini diisi dengan tradisi Ruwat Bumi, sementara di Padang dikenal dengan arak-arakan Sipadan dan Kio yang sarat nilai budaya.

Meskipun bukan hari libur nasional seperti Imlek, Cap Go Meh tetap menjadi perayaan tahunan yang dinantikan dan dirayakan secara meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia.

Demikianlah rangkaian informasi mengenai jadwal, makna, serta ragam tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 yang sarat nilai budaya dan menjadi bagian penting dari keberagaman di Indonesia. (Fikah)

Baca juga: 20 Twibbon Imlek 2026 yang Estetik untuk Diunggah di Media Sosial