Jalur Trem Kota Tua Apakah Sudah Dibangun? Cek Fakta Terbarunya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jejak sejarah transportasi di Jakarta kembali menarik perhatian, apalagi lewat pembahasan tentang jalur trem Kota Tua Jakarta yang pernah menjadi bagian penting mobilitas di masa lalu.
Rel yang tersisa di Kota Tua hingga kini seolah menyimpan cerita panjang tentang bagaimana kawasan tersebut dulu terhubung dengan berbagai sudut kota sebelum akhirnya hilang ditelan perkembangan zaman.
Jalur Trem Kota Tua Jakarta, Jejak SeSejarah Transportasi
Jalur Trem Kota Tua Apakah Sudah Dibangun? Mengutip Instagram resmi LIFESTYLE & FOODISM (@jkt.spot), jalur trem di kawasan Kota Tua Jakarta hingga saat ini belum dibangun kembali.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang memiliki rencana untuk menghidupkan kembali transportasi trem sebagai bagian dari revitalisasi kawasan wisata, namun proyek tersebut masih berada pada tahap kajian.
Gubernur Pramono Anung juga menyebutkan bahwa fokus utama saat ini masih pada penyelesaian proyek MRT rute Lebak Bulus–Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029.
Rencana pengoperasian trem ini tidak lepas dari upaya menghadirkan moda transportasi ramah lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik wisata di kawasan Kota Tua.
Jika terealisasi, trem diharapkan menjadi ikon baru yang menggabungkan nilai sejarah dengan kebutuhan mobilitas modern, terutama di area yang dikenal sebagai pusat peninggalan kolonial dan destinasi wisata populer.
Menariknya, Jakarta sebenarnya pernah memiliki sistem trem sejak abad ke-19. Pada tahun 1869, trem pertama dioperasikan dalam bentuk trem kuda yang ditarik oleh tiga hingga empat ekor kuda.
Saat itu, kusir menggunakan terompet sebagai penanda atau “klakson” untuk memberi peringatan di jalan. Kemudian pada 1881, sistem ini berkembang menjadi trem uap yang menggunakan lokomotif, dengan suara yang cukup bising seperti kereta api.
Jalur trem pada masa itu cukup luas, membentang dari kawasan Pasar Ikan hingga Jatinegara, dengan percabangan menuju Tanah Abang serta rute lain yang melintasi Pasar Baru hingga Matraman.
Keberadaan trem kala itu menjadi bagian penting dalam perkembangan transportasi di Batavia (Jakarta lama), sebelum akhirnya menghilang seiring perkembangan zaman.
Kini, rencana menghadirkan kembali trem menjadi upaya menghidupkan kembali jejak sejarah tersebut dalam bentuk yang lebih modern dan berkelanjutan.
Demikianlah, pembahasan mengenai jalur trem Kota Tua Jakarta menunjukkan bahwa meski belum direalisasikan kembali, rencana pengembangannya tetap menjadi bagian dari upaya menghidupkan sejarah transportasi ibu kota. (Fikah)
Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik Serentak di Jakarta, Cek Wilayah Terdampak di Sini
