Jenis-Jenis Kalimat dalam Novel Lengkap dengan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Novel adalah karya sastra Indonesia yang mengandung berbagai macam kalimat. Jenis-jenis kalimat dalam novel memiliki pola dasar dan jumlah klausa dalam suatu kalimat. Pola tersebut menandakan struktur dan makna yang ingin disampaikan penulis.
Penggunaan kalimat dalam novel menjadi bentuk komunikasi yang digunakan penulis kepada pembaca. Setiap kalimat memiliki tanda baca sebagai bentuk intonasi final yang menegaskan makna dan tujuan kalimat.
Agar dapat memahami jenis-jenis kalimat dalam novel dan berbagai bentuk polanya, simaklah uraian berikut sampai habis. Artikel ini akan mengungkap berbagai jenis kalimat yang digunakan penulis dan contoh kalimatnya.
Jenis-Jenis Kalimat dalam Novel
Dikutip dari buku Penguasaan Kosakata dan Struktutur Kalimat Bahasa Indonesia oleh Yusni, kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan suatu pikiran atau pendapat.
Penulisan novel menggunakan berbagai bentuk kalimat. Jenis-jenis kalimat dalam novel menjadi alat untuk menyampaikan tujuan dari suatu cerita yang dikarang penulis.
Jenis-jenis kalimat dalam novel meliputi kalimat aktif dan pasif, transitif dan intransitif, verbal dan nonimal, tunggal dan majemuk, mayor dan minor, langsung dan tidak langsung, serta versi dan inversi.
Secara rinci, berikut contoh dan jenis-jenis kalimat dalam novel yang dirangkum dari buku Modul Pembelajaran SMA Bahasa dan Sastra Indonesia yang disusun oleh Indri Anatya Permatasari terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
1. Kalimat Aktif dan Pasif
a. Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan. Jenis kalimat ini memiliki predikat berupa verba yang berawalan me- dan ber- atau kata kerjanya tidak memiliki imbuhan. Contohnya:
Beberapa pasang mata refleks menatap ke arahnya.
Ia sedang berdiri di depan kasir, memesan minuman.
b. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu tindakan. Jenis kalimat ini memiliki predikat berupa verba yang berawalan di- dan ter- dan kerap diikuti kata depan oleh. Contohnya:
Seragam yang dipakai Amanda sama dengan seragam yang dipakai oleh Iqbal.
Acha tersenyum licik.
2. Kalimat Transitif dan Intransitif
a. Kalimat Transitif
Ini merupakan jenis kalimat yang predikatnya membutuhkan objek atau pelengkap. Jenis kalimat transitif terdiri atas tiga macam, yakni eka transitif, dwi transitif, dan semitransitif.
Eka Transitif adalah kalimat yang predikatnya diikuti suatu objek. Contohnya: Amanda melipat kedua tangannya.
Dwi Transitif adalah kalimat yang predikatnya diikuti oleh objek dan pelengkap. Contohnya; Amanda mulai menatap Acha curiga.
Semitransitif adalah kalimat yang predikatnya diikuti pelengkap. Contohnya seorang gadis berparas cantik.
b. Kalimat Intransitif
Ini merupakan jenis kalimat yang tidak membutuhkan objek atau pelengkap. Contohnya: Seorang pembeli masuk ke dalam kafe.
3. Kalimat Verba dan Nomina
a. Kalimat Verba
Kalimat verba adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Contohnya:
Acha menggeleng-gelengkan kepalanya.
Seorang pembeli masuk ke dalam kafe.
Acha berdiri dari bangkunya.
b. Kalimat Nomina
Kalimat nomina adalah jenis kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Contohnya:
Dia itu cowoknya yang Acha ceritakan dua minggu lalu.
Dia keponakan Aura Kasih
Amanda teman sekolahnya.
c. Kalimat Adjektival
Ini adalah jenis kalimat yang predikatnya berupa kata sifat. Contohnya:
Acha sangat antusias
Dia itu bisu
d. Kalimat Numerlia
Kalimat numerlia adalah kalimat yang predikatnya kata bilangan. Contohnya:
Dia cowok pertama yang buat hati Acha bergetar-getar nggak keruan.
Amanda satu sekolah dengan Iqbal
e. Kalimat Preposisional
Kalimat yang predikatnya berupa kata depan. Contohnya:
Iqbal seperti punya aura yang berbeda dengan pria-pria lain.
Amanda ke kafe juga saat itu.
Baca Juga: Jenis-Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya
4. Kalimat Tunggal dan Majemuk
a. Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola inti atau satu klausa. Pola kalimatnya dibentuk oleh satu subjek dan satu predikat. Ada pula yang dilengkapi dengan objek, pelengkap, atau keterangan. Contohnya:
Acha tersenyum licik
Acha menggeleng-gelengkan kepalanya
Sementara Amanda mulai menatap Acha curiga
Kedua alisnya tertaut.
b. Kalimat majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas dua pola kalimat, yakni dua klausa atau lebih. Jenis kalimat ini merupakan perpaduan dari beberapa kalimat tunggal. Kalimat majemuk digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu setara, bertingkat, dan campuran.
1. Majemuk setara adalah kalimat yang unsur-unsur di dalam bersifat setara atau sederajat dan ditandai dengan kata hubung lalu, dan kemudian, atau, tetapi, dan lain-lain. Contohnya:
Cowok berwajah dingin, tetapi berhati malaikat.
Amanda menatap sosok Iqbal itu lagi, kemudian memandang sahabatnya
2. Majemuk Bertingkat adalah kalimat yang unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satu unsurnya ada yang menduduki induk kalimat dan lainnya sebagai anak kalimat.
Ciri-cirinya menggunakan kata hubung seperti sedangkan, meskipun, walaupun, daripada, demi, sendainya, sehingga, karena, dengan, untuk, dan sebagainya. Contohnya:
Kedua mata Acha tak lepas dari seorang pria berseragam dengan earphone terpasang di telinga itu.
Dia cowok pertama yang buat hati Acha bergetar-getar nggak keruan.
3. Kalimat Majemuk Campuran adalah kalimat gabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat, yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga klausa. Contohnya:
Sosok gadis lain ikut tertarik dan membalikkan badannya untuk melihat jelas sosok pria bernama Iqbal itu.
5. Kalimat Mayor, Minor, Elips
a. Kalimat mayor
Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat yang terdiri atas subjek dan predikat atau lebih dari itu. Contohnya:
Acha menganggukkan kepalanya cepat
Lonceng berbunyi
Seorang pembeli masuk ke dalam kafe.
b. Kalimat minor
Kalimat minor adalah kalimat terdiri atas satu unsur pusat, Contohnya:
“Tolong!”
“Cepatlah!”
“Waras dong”
c. Kalimat Elips
Kalimat yang salah satu unsur pusatnya dilepaskan atau dihilangkan karena sudah dimengerti. Contohnya:
Dia akan pergi ke kafe, tetapi kamu ke sekolah. (Predikat pergi dihilangkan)
Acha baru menyadari seragam Amanda sama dengan Iqbal. (Objek seragam dihilangkan)
6. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
a. Kalimat Langsung
Ini adalah jenis kalimat yang secara cermat menirukan sesuatu yang diujarkan orang lain. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya, kalimat berita, ataupun kalimat perintah. Contohnya:
“Siapa sih?” tanya Amanda.
“Hm, dia keponakan Aura Kasih mungkin,” potong Amanda sembarang.
b. Kalimat Tidak Langsung
Kalimat yang menceritakan kembali sesuatu yang diujarkan orang. Bagian kutipan dalam kalimat tidak langsung semuanya berbentuk kalimat berita. Contohnya:
Amanda bertanya tentang perihal seseorang
Amanda mengatakan dengan sembarngan bahwa kemungkinan orang itu adalah keponakan Aura Kasih
7. Kalimat Versi dan Inversi
a. Kalimat Versi
Kalimat versi adalah kalimat dasar yang terdiri atas satu klausa dengan unsur-unsur lengkap, seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan. Contohnya:
Amanda menatap sosok Iqbal.
Beberapa pasang mata reflek menatap ke arahnya.
b. Kalimat Inversi
Kalimat inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. Salah satu ciri khusus jenis kalimat ini kerap menggunakan partikel -lah yang bertujuan untuk menekan unsur predikat. Contohnya:
Heran Amanda karena Iqbal sangat terkenal.
Mendengus kecillah Acha, lalu mendadak bangkit dari bangkunya.
(IPT)
