Jenis-Jenis Karakter Tokoh dalam Cerita

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap cerita yang baik pasti memiliki karakter yang kuat dan membekas di benak pembaca sebagai jantung dari suatu narasi. Jenis-jenis karakter tokoh dalam cerita sangat beragam, mulai dari protagonis yang heroik hingga antagonis yang jahat.
Dikutip dari artikel ilmiah berjudul “Analisis Karakter Tokoh Utama Dalam Novel Lolita Karya Vladimir Nabokov”, oleh Jein Jeyklin Byl, (2016:3), karakter dalam suatu karya sastra diciptakan pengarang untuk menyampaikan gagasan dan perasaannya tentang suatu hal yang terjadi di dunia ini.
Karakter bukan hanya sekadar nama dan penampilan, melainkan representasi dari nilai-nilai, konflik, dan pertumbuhan yang membentuk cerita.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Karakter Tokoh dalam Cerita
Dalam suatu cerita, karakter tokoh adalah salah satu hal yang sangat penting. Berdasarkan informasi dari buku “Buku Pembelajaran Sastra (Cerpen, Puisi, Drama): untuk SMA Kelas XI”, Intan Sari Ramdhani dkk, (2023:9), tokoh adalah orang-orang yang ditampilkan dalam narasi atau drama, dan pembaca mengartikan mereka sebagai seseorang yang memiliki kualitas dan kecenderungan moral tertentu.
Sedangkan karakter dapat disebut juga sebagai penokohan. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh dalam cerita.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa karakter tokoh dalam cerita memiliki peran yang sangat besar. Tujuannya adalah agar agar dapat menghidupkan jalannya cerita tersebut.
Fungsi Karakter Tokoh dalam Cerita
Karakter tokoh memiliki beberapa fungsi penting lainnya dalam cerita, antara lain:
Sebagai pendorong plot, karakter tokoh sering kali menjadi penggerak utama dalam pengembangan plot cerita.
Sebagai pembawa tema, karakter tokoh dapat mewakili tema-tema tertentu yang ingin disampaikan oleh penulis.
Sebagai pencipta konflik, interaksi antara karakter-karakter yang berbeda dapat menciptakan konflik yang menarik.
Sebagai pemberi makna, karakter tokoh memberikan makna dan kedalaman pada sebuah cerita.
Jenis-Jenis Karakter Tokoh dalam Cerita
Dikutip dari “Buku Pembelajaran Sastra (Cerpen, Puisi, Drama): untuk SMA Kelas XI”, yang ditulis oleh Intan Sari Ramdhani dkk, (2023:10) jenis-jenis tokoh dalam cerita dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Berdasarkan Perannya terhadap Jalan Cerita
Berdasarkan dari perannya terhadap jalan cerita, karakter tokoh dibagi lagi menjadi tiga yaitu, protagonis, antagonis, dan tritagonis.
Protagonis adalah karakter yang biasanya banyak disukai oleh para pembaca dan sering disebut sebagai pahlawan.
Ia digambarkan sebagai seseorang yang memiliki watak yang baik dan bersifat positif. Selain itu biasanya digambarkan memiliki sifat rendah hati, sabar, tidak sombong dan sifat-sifat baik lainnya.
Antagonis adalah karakter yang memiliki sikap buruk, dan akan membuat cerita jauh lebih menantang karena perlawanan darinya. Antagonis biasanya berkarakter pendendam, pembohong, sombong, dan lain-lain.
Tritagonis adalah karakter tokoh yang dapat membantu menyeimbangkan hubungan antara protagonis dan juga antagonis. Dapat dikatakan bahwa karakter tritagonis bersifat netral.
2. Berdasarkan Segi Peranan atau Tingkat Pentingnya Tokoh dalam Cerita
Berdasarkan dari segi peranan atau tingkat kepentingan tokoh dalam cerita, dua yaitu tokoh utama (main character), dan tokoh tambahan (peripheral character).
Tokoh utama adalah tokoh yang muncul terus-menerus dan mendominasi sebagian besar cerita. Tokoh utama ini paling sering diceritakan tantang peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita tersebut.
Tokoh utama menjadi tokoh yang paling penting dan krusial, namun ada juga tokoh utama tambahan. Kedua tokoh ini memiliki tingkat kepentingan berbeda, yang menyebabkan orang atau pembaca memiliki pendapat berbeda tentang siapa tokoh utamanya.
Tokoh tambahan adalah karakter tokoh yang muncul sekali atau beberapa kali saja dalam cerita. Tokoh ini digunakan penulis untuk menghidupkan cerita akan lebih menarik.
3. Berdasarkan Perwatakannya
Berdasarkan perwatakannya, karakter tokoh terbagi lagi menjadi dua, yaitu karakter tokoh sederhana dan karakter tokoh kompleks. Karakter tokoh sederhana bersifat lugas dan datar, sedangkan karakter tokoh kompleks lebih dimensional dan bulat.
Karakter tokoh sederhana hanya memiliki satu kualitas pribadi tertentu atau satu sifat tertentu. Ia dapat melakukan berbagai tindakan, tetapi semua tindakannya dapat dikembalikan ke karakter normal yang dimilikinya.
Karakter tokoh kompleks memiliki banyak sisi dan lapisan kepribadiannya, serta tidak dapat diprediksi dan sulit dipahami. Ia memiliki kepribadian tertentu yang dapat didefinisikan, tetapi juga menunjukkan sisi dan perilaku berbeda yang sulit untuk diprediksi.
Jenis Karakter Tokoh Lainnya
Pembagian jenis karakter tokoh secara umum memang hanya dibagi tiga, namun tidak menutup kemungkinan bahwa penulis akan memasukkan jenis karakter tokoh lain agar cerita menjadi lebih berwarna. Jenis karakter tokoh lainnya yaitu:
1. Contagonist
Karakter tokoh contagonist adalah tokoh pendukung yang berlawanan dengan tokoh protagonis. Tokoh ini biasanya akan muncul di tengah pengembangan cerita, karena sifatnya yang memang hanya mendukung jika konflik muncul agar lebih menarik.
2. Emotion
Karakter tokoh emotion mampu menjadi salah satu yang memicu munculnya konflik di dalam cerita. Karakter ini memiliki sifat tidak bisa berpikir dengan tenang dan tidak dapat mengendalikan perasaannya.
3. Guardian
Karakter tokoh guardian muncul sebagai pelindung dari tokoh utama dan menjadi penyeimbang para tokoh yang muncul sebelumnya. Tokoh ini digambarkan memiliki sifat yang baik dan bijak.
4. Skeptic
Karakter tokoh skeptic dikenal sebagai tokoh yang memusuhi karakter baik dan mendukung antagonis. Tokoh ini hanya menjadi pendukung dan tidak terlalu sering muncul dalam cerita namun dapat menjadi pelengkap munculnya konflik.
5. Sidekick
Karakter tokoh sidekick muncul untuk menjadi penyeimbang dari karakter tokoh skeptic. Tokoh ini menjadi pendukung dari tokoh protagonis atau tokoh baik.
6. Reason
Karakter tokoh reason digambarkan sebagai orang yang tenang dan berpikiran logis. Maka dari itu, ia adalah tokoh yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah tokoh utama.
7. Figuran
Karakter tokoh figuran hanya muncul untuk melengkapi jalannya cerita, dan tidak akan sering muncul. Figuran biasanya menjadi pemanis agar jalan cerita menjadi lebih menarik,
8. Deutragonis
Karakter tokoh deutragonis menjadi teman baik yang mendukung karakter tokoh protagonis.
9. Foil
Karakter tokoh foil tidak berbeda jauh dengan karakter tokoh skeptic. Ia akan membantu tokoh karakter antagonis untuk memenangkan masalah dan konflik dalam cerita. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang menjadi teman atau tempat curhat.
Contoh Tokoh dalam Teks Cerita Fantasi
Berikut ini adalah salah satu contoh tokoh dalam teks cerita fantasi dikutip dari buku “Pasal Teks”, oleh Kontributor Pen Fighters, (2022:34):
Kekuatan Ekor Biru Nagata
Seluruh Pasukan Nagata sudah siap hari itu. Nagata membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka.
Hari itu, sejarah besar Tana Modo akan terukit di hati seluruh binatang. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.
Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Bagata dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.
Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul-menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam.
Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nagata.
“Serbuuuu…!” teriak Nagata sambung-menyambung dengan seluruh panglima.
Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Paukan serigala sempat kaget, tak percaya.
Cukup banyak korban yang jatuh dari pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang.
Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.
“Hai …! Taka da gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata penuh amarah.
Binatang-binatang tidak putus asa, Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.
“Gunakan kekuatan ekormu, Nagata!” bisik Dewi Kabut di telinga Nagata.
Nagata sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nagata segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan.
Tiba-tiba, Nagat, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya, Mendadak ekor Nagata mengeluarkan api besar. Nagata mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus.
Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan Si Ekor Biru.
Teriakan panic dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nagata tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu.
Selesai pertempuran, Nagata segera menuju ke atas bukit, bergabung sengan seluruh panglima. Levo, Goros, lamia, Sikka, dan Mora memandang Nagata dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.
Baca Juga: 5 Contoh Artikel Ilmiah Populer tentang Pendidikan untuk Mahasiswa
Jenis-jenis karakter tokoh dalam cerita sangat beragam dan kompleks. Karakter yang kuat membuat suatu cerita dapat meninggalkan kesan yang dalam dan menginspirasi. (Mit)
