Jenis-jenis Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan adalah cara yang dilakukan masyarakat untuk memperbanyak tumbuhan. Metode ini dilakukan tanpa melalui proses perkawinan, sehingga sifat tanaman baru biasanya sama dengan induknya.
Teknik yang digunakan beragam, seperti mencangkok, stek, okulasi, atau menempel. Cara ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak tanaman buah, hias, dan tanaman bernilai ekonomi tinggi secara cepat dan efisien.
Jenis-jenis Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan yang Menarik untuk Diketahui
Dikutip dari buku Mega Book Pelajaran SD/MI Kelas IV, V, & VI, Fitri (2015: 450), perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan bukan secara kawin dan dilakukan dengan sengaja dengan bantuan manusia. Keuntungan vegetatif buatan adalah sifat tumbuhan baru sama persis dengan tumbuhan induknya.
Prosesnya biasanya lebih cepat dibandingkan perkembangbiakan alami. Berikut ini adalah beberapa jenis perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan.
1. Setek
Setek adalah cara memperbanyak tanaman dengan memanfaatkan bagian batang atau daun. Metode ini digunakan pada tanaman singkong, tebu, kangkung, dan mawar. Prosesnya dilakukan dengan memotong batang secara miring. Kemudian, menanamnya di tanah yang gembur dan subur.
2. Cangkok
Cangkok adalah teknik menumbuhkan akar pada batang atau cabang tanaman tanpa memisahkannya terlebih dahulu dari induk. Caranya dengan mengupas kulit batang yang memiliki kambium. Kemudian menutupnya dengan tanah yang dibungkus serabut kelapa atau plastik.
Plastik biasanya dilubangi untuk memberikan suplai oksigen. Cangkok akan berhasil jika akar mulai tumbuh di bagian yang dibungkus. Setelah cukup kuat, batang tersebut dapat dipotong dan ditanam sebagai tanaman baru.
3. Merunduk
Merunduk dilakukan dengan membengkokkan cabang atau ranting tanaman hingga sebagian bagiannya tertanam di tanah. Bagian yang tertutup tanah akan menumbuhkan akar baru.
Jika akar sudah cukup kuat, bagian tersebut dapat dipisahkan dari induknya untuk menjadi tanaman mandiri. Teknik ini sering digunakan pada tanaman hias seperti alamanda.
4. Menyambung (Mengenten)
Menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dari dua tanaman sejenis. Tujuannya untuk mendapatkan tanaman dengan sifat unggul dari kedua induk, misalnya batang bawah yang kuat dan batang atas yang menghasilkan buah berkualitas.
5. Menempel (Okulasi)
Menempel dilakukan dengan mengambil sepotong kulit batang beserta mata tunas dari satu tanaman, lalu menempelkannya pada batang tanaman lain. Jika berhasil, mata tunas akan tumbuh dan menyatu, membentuk tanaman baru dengan sifat gabungan dari kedua tanaman tersebut.
Baca juga: Modul Ajar IPAS Kelas 4 Bagian Tubuh Tumbuhan sebagai Pedoman bagi Guru
Perkembangbiakan vegetatif buatan membantu menghasilkan tanaman baru dengan sifat yang sama atau bahkan lebih unggul dari induknya. Teknik ini menjadi pilihan praktis untuk memperbanyak tanaman secara cepat dan menjaga kualitasnya. (Gin)
