Jika Sensus Dilakukan terhadap Seluruh Populasi, Maka Survei? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika sensus dilakukan terhadap seluruh populasi, maka survei bagaimana? Pertanyaan ini sering muncul dalam pembelajaran statistik dasar maupun pembahasan metode pengumpulan data penelitian ilmiah.
Kegiatan pendataan membutuhkan ketelitian tinggi agar hasil yang diperoleh mampu menggambarkan kondisi nyata pada kelompok masyarakat tertentu secara akurat.
Perbedaan metode pengumpulan data memengaruhi waktu pelaksanaan, biaya operasional, jumlah responden, serta tingkat ketepatan hasil pengamatan pada suatu penelitian.
Jika Sensus Dilakukan terhadap Seluruh Populasi, Maka Survei Dilakukan Pada Sebagian Sampel Terrtentu
Jika sensus dilakukan terhadap seluruh populasi, maka survei merupakan pengumpulan data yang hanya dilakukan terhadap sebagian populasi atau sampel tertentu.
Dikutip dari jambi.bps.go.id, kedua metode tersebut sama-sama digunakan untuk memperoleh data statistik, tetapi memiliki cara kerja, cakupan, dan tujuan pelaksanaan yang berbeda.
Sensus merupakan kegiatan pencacahan lengkap terhadap seluruh unit populasi dalam suatu wilayah.
Seluruh objek pendataan dicatat tanpa pengecualian sehingga data yang diperoleh menggambarkan kondisi keseluruhan populasi secara rinci.
Pelaksanaan sensus biasanya membutuhkan tenaga besar, waktu panjang, serta biaya tinggi karena seluruh anggota populasi harus didata secara langsung.
Contoh sensus yang sering dilaksanakan di Indonesia adalah Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi.
Sensus Penduduk dilakukan untuk mengetahui jumlah, persebaran, hingga kondisi sosial masyarakat dalam suatu negara.
Sensus Pertanian digunakan untuk mencatat kegiatan pertanian secara menyeluruh, sedangkan Sensus Ekonomi bertujuan melihat perkembangan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaksanaan sensus tidak dilakukan setiap tahun karena prosesnya sangat besar dan kompleks. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun pada tahun berakhiran angka nol.
Sensus Pertanian dilakukan pada tahun berakhiran angka tiga, sedangkan Sensus Ekonomi berlangsung pada tahun berakhiran angka enam.
Survei memiliki pendekatan berbeda dibandingkan sensus. Pengumpulan data dalam survei hanya dilakukan terhadap sebagian anggota populasi yang dianggap mampu mewakili keseluruhan kondisi.
Bagian populasi yang dipilih disebut sampel. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode tertentu agar hasil penelitian tetap mencerminkan keadaan populasi secara umum.
Metode survei banyak digunakan karena lebih praktis dan efisien. Jumlah responden yang lebih sedikit membuat proses pendataan berjalan lebih cepat.
Biaya operasional juga lebih ringan dibandingkan sensus. Oleh sebab itu, survei sering dipakai dalam penelitian akademik, evaluasi program, hingga kegiatan statistik rutin.
Beberapa contoh survei yang dikenal luas di Indonesia antara lain Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas, Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas, serta berbagai survei kesehatan dan pendidikan.
Hasil survei biasanya dipakai untuk melihat kecenderungan tertentu dalam masyarakat tanpa harus mendata seluruh populasi.
Perbedaan paling mendasar antara sensus dan survei terletak pada cakupan pendataan. Sensus mencakup seluruh populasi, sedangkan survei hanya mengambil sebagian populasi sebagai sampel.
Namun, survei tetap membutuhkan ketelitian tinggi karena kesalahan pemilihan sampel dapat memengaruhi hasil penelitian secara keseluruhan.
Sensus mempunyai keunggulan berupa data lengkap hingga tingkat wilayah paling kecil. Pemerintah dapat menggunakan hasil sensus untuk menyusun kebijakan pembangunan secara detail.
Akan tetapi, pelaksanaan sensus memerlukan sumber daya besar sehingga tidak dapat dilakukan terlalu sering.
Survei memiliki kelebihan dalam kecepatan pengumpulan data dan efisiensi biaya. Hasil survei juga dapat segera diolah untuk kebutuhan tertentu.
Namun, survei memiliki keterbatasan karena hasilnya hanya berupa gambaran berdasarkan sampel, bukan keseluruhan populasi secara langsung.
Perbedaan sensus dan survei dapat dianalogikan seperti mencicipi makanan. Survei ibarat mencicipi sebagian kecil kue untuk mengetahui rasa keseluruhannya.
Sensus justru seperti memakan seluruh kue hingga habis agar seluruh bagian benar-benar diketahui secara lengkap.
Kedua metode tersebut saling melengkapi dalam kegiatan statistik dan penelitian. Data sensus membantu memberikan gambaran menyeluruh, sedangkan survei mendukung pemantauan kondisi yang berubah dalam waktu lebih cepat.
Kombinasi keduanya membuat proses pengumpulan data menjadi lebih efektif sesuai kebutuhan.
Jika sensus dilakukan terhadap seluruh populasi, maka survei bagaimana? Jawabannya adalah survei dilakukan terhadap sebagian populasi yang dipilih sebagai sampel penelitian.
Pemilihan metode pendataan harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, ketersediaan biaya, waktu pelaksanaan, serta tingkat ketelitian data yang dibutuhkan. (Khoirul)
Baca Juga: Jobdesc Petugas Sensus Ekonomi yang Perlu Diketahui Sebelum Mendaftar
