Konten dari Pengguna

Kalender Oktober 1582: Penjelasan di Balik Hilangnya 10 Hari dalam Penanggalan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalender oktober 1582 - Sumber: unsplash.com/@maddibazzocco
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalender oktober 1582 - Sumber: unsplash.com/@maddibazzocco

Kalender Oktober 1582 menarik untuk dibahas karena ada hal unik yang jarang terjadi dalam sejarah, yaitu beberapa tanggal di bulan tersebut yang “hilang”. Fenomena di kalender masa lampau ini pun membuat orang penasaran sekaligus bingung.

Bagaimana mungkin suatu kalender atau penanggalan bisa melewatkan hari-hari tertentu? Kalender biasanya berjalan lurus dari tanggal satu ke tanggal berikutnya, tapi pada bulan Oktober tahun 1582, aturan itu tidak berlaku.

Penjelasan Tentang Tanggal yang Hilang di Kalender Oktober 1582

Ilustrasi kalender oktober 1582 - Sumber: pexels.com/@boris-pavlikovsky/

Kalender Oktober 1582 adalah salah satu momen paling unik dalam sejarah penanggalan. Pada bulan itu, beberapa tanggal benar-benar “hilang” dari catatan waktu, terutama di negara-negara Katolik seperti Spanyol, Portugal, Italia, dan Polandia.

Tanggal yang hilang adalah 5-14 Oktober 1582. Jadi, setelah tanggal 4, langsung lompat ke tanggal 15. Fenomena ini bukan kebetulan, bukan pula cerita misteri. Hilangnya tanggal-tanggal tersebut adalah bagian dari reformasi besar dalam sistem kalender yang digunakan dunia.

Sebelum 1582, hampir seluruh Eropa masih memakai kalender Julian yang diperkenalkan Julius Caesar sejak 45 SM. Sistem ini menghitung panjang tahun 365,25 hari, dengan tambahan satu hari setiap empat tahun (tahun kabisat).

Masalahnya, panjang tahun astronomi atau tahun tropis sebenarnya sekitar 365,2422 hari. Selisih 11 menit per tahun ini terlihat sepele, tapi akumulasi selisihnya mencapai 10 hari. Akibatnya, perayaan Paskah yang seharusnya dekat dengan titik ekuinoks musim semi (sekitar 21 Maret) semakin lama semakin melenceng.

Menurut buku Wariga dan Primbon: Memahami Pertanda Kehidupan, Miswanto, (2024), setelah digunakan selama 1500 tahun, terdapat kesalahan perhitungan dalam kalender Julian. Pada tahun 1570-an, kalender Julian melenceng dari tanggal matahari sebanyak 10 hari.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Paus Gregorius XIII mengumumkan dekret Inter gravissimas pada 24 Februari 1582. Ada dua perubahan besar yang dilakukan, yaitu:

  1. Ada “penghapusan” 10 hari agar kalender kembali sinkron dengan astronomi.

  2. Aturan tahun kabisat diperbarui: tahun yang habis dibagi 4 tetap kabisat, kecuali tahun abad (seperti 1700, 1800, 1900) yang bukan kabisat, kecuali jika habis dibagi 400 (1600, 2000).

Aturan baru ini membuat panjang tahun rata-rata 365,2425 hari, jauh lebih akurat dibanding kalender Julian. Inilah yang akhirnya membuat Oktober 1582 begitu terkenal.

Di negara Katolik penerima awal reformasi, hari setelah 4 Oktober langsung lompat ke 15 Oktober. Artinya, tanggal 5-14 Oktober 1582 tidak pernah ada. Kalender di bulan itu tampak “bolong” selama sepuluh hari.

Namun, tidak semua negara langsung mengikuti. Negara Katolik menerapkannya sejak 1582, tetapi Inggris dan koloninya baru mengadopsi pada 1752, bahkan Rusia baru 1918 setelah Revolusi Bolshevik.

Selama ratusan tahun, dua sistem kalender berjalan bersamaan, membuat catatan sejarah hingga komunikasi internasional jadi membingungkan. Meski begitu, reformasi ini berhasil mengembalikan penanggalan Paskah ke musim semi, sekaligus menjadi dasar kalender Gregorian yang sekarang dipakai seluruh dunia.

Kalender Oktober 1582 istimewa karena menandai peralihan besar dari kalender Julian ke Gregorian. Hilangnya tanggal 5-14 Oktober bukan keanehan atau misteri, tapi solusi atas kesalahan perhitungan ribuan tahun. Perubahan ini membawa dampak global yang masih dirasakan hingga hari ini. (DNR)

Baca Juga: Kalender Masehi Dibuat Berdasarkan Apa?