Konten dari Pengguna

Kalimat Perincian: Pengertian, Cara Menentukan, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalimat perincian. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalimat perincian. Foto: Pixabay

Kalimat perincian merupakan kalimat yang di dalamnya mengandung uraian sampai ke bagian yang kecil-kecil, satu demi satu. Kalimat perincian dapat ditemukan dalam teks deskripsi, teks laporan hasil observasi, teks eksplanasi, dan masih banyak lagi.

Pada kalimat yang mengandung perincian sering ditemukan beragam cara penulisan perincian. Keragaman itu berkaitan dengan tanda baca yang digunakan kalimat induknya, yaitu tanda baca koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), dan tanda titik (.).

Agar lebih paham dengan kalimat perincian dalam berbagai teks bacaan, simak penjelasan lengkap hingga contohnya dalam uraian artikel di bawah ini.

Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Perincian?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata perincian memiliki makna uraian yang berisi bagian yang kecil-kecil satu demi satu. Perincian juga bisa didefinisikan sebagai menyebutkan (menguraikan) sampai ke bagian yang sekecil-kecilnya.

Sementara menurut Tukan dalam buku Bahasa Indonesia, apabila perincian itu berupa kalimat, maka setelah penanda hubungan contoh atau rincian diberi tanda titik (.). Namun, jika rincian itu berupa kata atau frasa, setelah penanda hubungan contoh atau rincian diberi tanda titik dua (:).

Berdasarkan kedua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat perincian adalah kalimat yang menjelaskan secara rinci hingga satu demi satu dan ditandai dengan tanda baca setelah rinciannya.

Bagaimana Cara Menentukan Kalimat Perincian?

Ilustrasi teks berisi kalimat perincian. Foto: Pixabay

Merujuk buku Bahasa Hukum Indonesia Edisi 2 oleh Febiana Rima K, Feronica, J.M. Henny Wiludjeng, Sri Hapsari Wijayanti, dalam menentukan kalimat perincian seseorang perlu memperhatikan dua hal, yakni:

  • Pertama, apakah perincian tersebut mengandung dua atau lebih dari dua unsur.

  • Kedua, apakah unsur-unsur dalam perincian tersebut berbentuk kata, klausa, atau kalimat.

Selain itu, pada kalimat perincian juga sering ditemukan beragam cara penulisan perincian. Keragaman cara penulisan itu berkaitan dengan tanda baca yang digunakan kalimat induknya, yaitu tanda baca koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), dan tanda titik (.).

Kalimat perincian dengan beragam tanda baca ini bertujuan untuk memaknai suatu kalimat. Oleh karena itu, tanda baca harus benar-benar diperhatikan dalam membuat kalimat perincian agar pembaca tidak keliru dalam menafsirkan maknanya.

Apa Saja Contoh Kalimat Perincian?

Agar semakin paham, simak contoh kalimat perincian yang dikutip dari buku Bahasa Hukum Indonesia Edisi 2 oleh Febiana Rima K, Feronica, J.M. Henny Wiludjeng, Sri Hapsari Wijayant, berikut ini.

  1. Perjanjian ini tidak berakhir karena Pihak Pertama meninggal dunia, atau karena sebab apa pun juga.

  2. Globalisasi berpeluang membuka pasar produk nasional ke pasar internasional secara kompetitif, membuka peluang masuknya produk global ke pasar domestik dan menyerap banyak tenaga asing untuk bekerja di dalam negeri.

Perincian kalimat 1 berupa pilihan yang berjumlah dua unsur, yaitu Pihak Pertama meninggal dunia atau sebab apa pun juga. Karena hanya dua unsur perincian, sebelum unsur terakhir atau sebelum kata atau tidak perlu menggunakan tanda koma.

Ada pun perincian kalimat 2 terdiri atas tiga unsur, yaitu: (a) membuka masuknya pasar produk nasional ke pasar internasional secara kompetitif; (b) membuka peluang masuknya produk global ke pasar domestik; (c) menyerap banyak tenaga asing untuk bekerja di dalam negeri. Karena itu, sebelum unsur yang ketiga (c) atau sebelum kata ‘dan’ dicantumkan tanda koma.

Ilustrasi buku berisi kalimat perincian. Foto: Pixabay

Selain contoh perincian menggunakan tanda koma di atas, kalimat perincian juga bisa menggunakan tanda titik dua (:) jika kalimat pengantarnya belum lengkap atau perincian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Contoh:

(1) Faktor yang menaikkan produksi ikan, adalah sebagai berikut:

a. benih ikan yang baik,

b. air yang tidak kotor, dan

c. pakan yang bermutu tinggi.

(2) Faktor yang menaikkan produksi ikan, adalah sebagai berikut:

a. benih ikan yang baik;

b. air yang tidak kotor;

c. pakan yang bermutu tinggi.

(3) Faktor yang menaikkan produksi ikan, adalah sebagai berikut.

a. Benih ikan yang baik.

b. Air yang tidak kotor.

c. Pakan yang bermutu tinggi.

Pada contoh di atas, pernyataan sebelum perincian merupakan kalimat lengkap yang secara gramtikal telah selesai. Kalimat tersebut adalah faktor yang menaikkan produksi ikan, adalah sebagai berikut.

Bagian yang menjadi perincian pada contoh (1) dan (2) bukan merupakan kalimat, melainkan kelompok kata. Dengan demikian, di depan kalimat pengantar perincian digunakan tanda titik dua dan perincian diawali dengan huruf kecil jika di setiap akhir perincian digunakan ‘dan’.

Sementara itu, pada contoh (3) setiap perincian diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Ini dianggap sebagai kalimat perincian, karena baik kalimat pengantar perincian maupun perinciannya berupa kalimat.

Ada pun tanda titik koma juga digunakan untuk perincian atau serial unsur yang berbentuk klausa. Karena itu, perincian di bawah ini tidak tepat jika menggunakan tanda koma, seharusnya titik koma. Contoh:

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa melalui pesanan dilarang untuk

a. tidak menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu penyelesaian sesuai dengan yang dijanjikan,

b. tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi.

Kalimat di atas dapat pula disusun seperti berikut.

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa melalui pesanan dilarang untuk (a) tidak menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu penyelesaian sesuai dengan yang dijanjikan; (2) tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi.

Ilustrasi membuat kalimat perincian. Foto: Pixabay

Berikut contoh kalimat perincian lainnya yang diambil dalam buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Erwan Rachmat.

  1. Setelah kamu memilih topik dan objek, kamu harus mengidentifikasi detail objek tersebut dengan kalimat perincian. Perhatikan contoh berikut!

Topik/objek: ruang kelasku

Kalimat pemerincian:

a. Ruang kelasku terletak di sebelah barat ruang guru.

b. Ukuran luasnya sekitar 7 x 9 meter persegi.

c. Dindingnya bercat kuning muda.

d. Di bagian utara dan selatan terdapat empat jendela berukuran lebar yang dihiasi gorden biru tua.

e. Meja para siswa berjajar rapi membentuk empat persegi.

f. Meja dan kursi guru berada di sudut kanan depan; di atas meja terdapat taplak kain berwarna kuning tua dan vas bunga.

g. Lantainya berwarna putih dengan ubin berukuran 40 x 40 cm.

h. Langit-langitnya bercat putih; persis di tengah-tengahnya terdapat lampu neon.

i. Tinggi langit-langitnya kurang lebih 4 meter.

j. Ruang kelas baruku itu sangat nyaman untuk belajar.

  1. Terdapat tiga proses yang terjadi dalam sebuah memori, yaitu: perekaman, penyimpanan, dan pemanggilan.

  2. Saat ini Tim SAR sedang mencari dan mengevakuasi korban gempa.

  3. Manusia membutuhkan makanan agar dapat bertahan hidup. Ada pun fungsi lain dari makanan bagi kehidupan manusia, di antaranya adalah memperoleh energi untuk beraktivitas, mengatur metabolisme tubuh, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak.

  4. Secara kimiawi, tubuh manusia tersusun atas: air, gas, garam, dan senyawa organik.

  5. Untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh, manusia memerlukan beberapa zat makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Baca Juga: 45 Contoh Kalimat Opini dan Perbedaannya dengan Kalimat Fakta

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang perlu diperhatikan dalam kalimat perincian?

chevron-down

Apakah perincian tersebut mengandung dua atau lebih dari dua unsur dan apakah unsur-unsur dalam perincian tersebut berbentuk kata, klausa, atau kalimat.

Apa contoh kalimat perincian?

chevron-down

Globalisasi berpeluang membuka pasar produk nasional ke pasar internasional secara kompetitif, membuka peluang masuknya produk global ke pasar domestik dan menyerap banyak tenaga asing untuk bekerja di dalam negeri.

Apa yang berkaitan dengan cara penulisan kalimat perincian?

chevron-down

Pada kalimat perincian juga sering ditemukan beragam cara penulisan perincian. Keragaman cara penulisan itu berkaitan dengan tanda baca yang digunakan kalimat induknya, yaitu tanda baca koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), dan tanda titik (.).