Konten dari Pengguna

Kapan Arab Saudi Mulai Puasa Ramadhan 2026? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi kapan arab saudi mulai puasa. Unsplash/Yasmine Arfaoui
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kapan arab saudi mulai puasa. Unsplash/Yasmine Arfaoui

Kapan Arab Saudi mulai puasa Ramadan 2026 menjadi pertanyaan yang banyak dibahas menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Kepastian mengenai awal Ramadan di negara tersebut diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait setelah melalui proses penetapan yang berlaku setiap tahun.

Pengumuman ini didasarkan pada hasil pemantauan hilal yang dilakukan menjelang pergantian bulan Hijriah.

Kapan Arab Saudi Mulai Puasa?

ilustrasi kapan arab saudi mulai puasa. Unsplash/Mutiara Salsabila Irawan

Informasi kapan Arab Saudi mulai puasa menjadi sorotan karena terdapat perbedaan dengan sejumlah negara lain, termasuk Indonesia.

Berdasarkan unggahan Instagram @kumparancom, pemerintah Kerajaan Arab Saudi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini dilakukan setelah hilal atau bulan sabit terlihat pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagaimana dilaporkan oleh media resmi setempat. Keputusan tersebut menjadikan Rabu, 18 Februari 2026, sebagai hari pertama puasa di Arab Saudi.

Penetapan awal Ramadan di Arab Saudi memang mengikuti metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit setelah matahari terbenam.

Setelah hilal dinyatakan terlihat melalui pemantauan resmi, pemerintah kemudian menetapkan hari pertama puasa sesuai hasil observasi tersebut.

Sedangkan, pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diumumkan Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah sidang isbat yang digelar di Jakarta.

Dalam sidang isbat tersebut dijelaskan bahwa posisi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Standar yang digunakan adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Pada saat pemantauan, hilal di wilayah Indonesia dilaporkan masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi syarat untuk menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa metode dan hasil pengamatan hilal di setiap negara bisa menghasilkan tanggal awal puasa yang tidak sama. Secara geografis, posisi Arab Saudi yang berada lebih barat dibandingkan Indonesia turut memengaruhi visibilitas hilal saat pemantauan dilakukan.

Selain Indonesia, beberapa negara Asia Tenggara juga menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura mengumumkan bahwa hilal tidak terlihat saat pemantauan resmi sehingga 1 Ramadan ditetapkan sehari setelah Arab Saudi.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab yang digunakan organisasi tersebut.

Perlu dipahami bahwa perbedaan tanggal awal Ramadan merupakan hal yang lazim terjadi di berbagai negara. Faktor yang memengaruhi antara lain metode penetapan, kriteria visibilitas hilal, serta kondisi astronomis di masing-masing wilayah.

Kapan Arab Saudi mulai puasa Ramadhan 2026 telah dipastikan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan hasil pemantauan hilal.

Sementara itu, Indonesia serta sejumlah negara Asia Tenggara lainnya memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026 karena hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan saat sidang isbat. (Rahma)

Baca juga: Awal Puasa Libur atau Tidak? Cek Informasinya di Sini