Konten dari Pengguna

Kapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Apa Itu Rekayasa Lalu Lintas? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arus Mudik Lebaran 2026, Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO/kumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arus Mudik Lebaran 2026, Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO/kumparanNEWS

Kapan arus mudik Lebaran 2026 dan apa itu rekayasa lalu lintas? Menjelang Idulfitri, masyarakat mulai mencari informasi mengenai hal tersebut untuk mempersiapkan perjalanan pulang ke kampung halaman dengan lebih matang.

Tradisi mudik Lebaran biasanya diiringi dengan peningkatan volume kendaraan di berbagai jalur utama. Oleh karena itu, pemerintah dan pihak terkait menyiapkan berbagai kebijakan pengaturan lalu lintas guna menjaga kelancaran serta keselamatan perjalanan masyarakat.

Kapan Arus Mudik Lebaran 2026?

Ilustrasi Puncak Arus Mudik Lebaran, Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO/kumparanNEWS

Kapan prediksi arus mudik Lebaran 2026? Mengutip situs https://humas.polri.go.id, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang pada pertengahan Maret.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Listyo Sigit Prabowo, yang menyebutkan bahwa puncak arus mudik pertama kemungkinan berlangsung pada 14–15 Maret 2026.

Perkiraan ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh jajaran lalu lintas kepolisian bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, serta evaluasi jumlah pemudik pada tahun sebelumnya.

Setelah gelombang pertama, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memicu gelombang mudik kedua yang diprediksi terjadi pada 18–19 Maret 2026.

Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 sebagai gelombang pertama dan 28–29 Maret 2026 sebagai gelombang kedua.

Selain mempersiapkan pengamanan jalur mudik, pemerintah juga memperhatikan kondisi transportasi antarwilayah, termasuk jalur penyeberangan antara Jawa Timur dan Bali.

Hal ini dilakukan karena perayaan Hari Raya Nyepi pada tahun tersebut berdekatan dengan Idulfitri, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas dan penyeberangan agar perjalanan masyarakat tetap berjalan lancar.

Apa Itu Rekayasa Lalu Lintas?

Ilustrasi Penerapan Rekayasa Lalu Lintas pada Puncak Arus Mudik Lebaran, Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO/kumparanNEWS

Rekayasa lalu lintas merupakan strategi pengaturan kendaraan yang dilakukan oleh kepolisian untuk mengurangi kepadatan selama arus mudik dan arus balik.

Dalam menghadapi lonjakan kendaraan pada Lebaran 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas seperti pengalihan arus, sistem contraflow, serta penerapan one way di beberapa ruas tol utama.

Contraflow

Sistem contraflow adalah rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian jalur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas kendaraan di jalur yang sedang padat.

Kebijakan ini biasanya diterapkan di jalan tol ketika volume kendaraan meningkat secara signifikan. Dalam pelaksanaannya, contraflow akan diberlakukan secara bertahap berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas.

Jika kepadatan meningkat, petugas dapat membuka satu hingga dua lajur dari arah sebaliknya untuk memperlancar arus kendaraan menuju daerah tujuan mudik.

One Way

Sistem one way atau satu arah merupakan pengaturan lalu lintas di mana seluruh jalur pada ruas tertentu hanya digunakan untuk kendaraan yang bergerak ke satu arah.

Skema ini umumnya diterapkan ketika arus kendaraan menuju satu wilayah jauh lebih besar dibandingkan arah sebaliknya.

Pada masa mudik Lebaran, penerapan one way biasanya dilakukan di jalur tol utama dari wilayah barat menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sistem ini bertujuan mempercepat pergerakan kendaraan pemudik serta mengurangi kemacetan panjang di titik-titik rawan.

Operasi Ketupat

Pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik dilaksanakan melalui Operasi Ketupat, yaitu operasi tahunan yang digelar oleh kepolisian untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat saat Lebaran.

Dalam operasi ini, petugas tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga melakukan pemantauan kendaraan melalui berbagai teknologi seperti kamera pengawas, radar lalu lintas, hingga drone pemantau.

Tujuannya adalah memastikan kondisi jalan tetap aman, meminimalkan kecelakaan, serta membantu perjalanan pemudik agar lebih tertib dan lancar.

Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang utama pada pertengahan Maret, diikuti arus balik pada akhir bulan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode tersebut, kepolisian menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem one way, serta pengamanan melalui Operasi Ketupat.

Dengan pengaturan yang terencana dan dukungan teknologi pemantauan lalu lintas, diharapkan perjalanan masyarakat selama musim mudik dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar. (Fikah)

Baca juga: BMKG Memprediksi Potensi Hujan Lebat selama Periode Lebaran 2026