Kapan Kita Membaca Niat Berpuasa? Ini Penjelasan beserta Bacaan Doanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan kita membaca niat berpuasa? Menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika sudah memasuki bulan Ramadhan dan suasana ibadah mulai terasa semakin khusyuk.
Karena, di bulan Ramadhan, para umat Islam dapat menjalankan salah satu dari Rukun Islam. Untuk menyempurnakan salah satu ibadah wajib ini, perlu diketahui apa niat puasa Ramadhan dan kapan waktu yang paling tepat untuk membacanya.
Dengan memahami hal tersebut, pelaksanaan puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga ibadah yang dijalankan dengan kesadaran, kesiapan, dan keyakinan yang lebih kuat.
Kapan Kita Membaca Niat Berpuasa?
Kapan kita membaca niat berpuasa? Dikutip dari laman baznas.go.id, para ulama menjelaskan bahwa niat puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan pada malam hari, yakni sejak setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar atau masuknya waktu Subuh.
Dalam pengertian ini, malam mencakup rentang waktu antara Maghrib sampai menjelang Subuh. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Abu Dawud:
“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. An-Nasa i dan Abu Dawud)
Selain itu, riwayat lain dari Ibnu Hibban juga menegaskan bahwa niat puasa dilakukan pada malam hari. Apabila seseorang belum menetapkan niat hingga terbit fajar, maka puasanya tidak dianggap sah.
“Sesungguhnya niat (puasa) adalah pada malam hari, barangsiapa yang berbuka sebelum meniatkan (puasa) pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Ibnu Hibban).
Dari keterangan tersebut, dapat dipahami bahwa waktu yang dianjurkan untuk membaca niat puasa Ramadhan adalah sebelum Subuh tiba. Niat itu cukup dihadirkan dalam hati dengan kesadaran untuk berpuasa selama bulan Ramadhan demi mendekatkan diri kepada Allah (qurbatan ilallah ta’ala).
Sebagai bentuk kesungguhan, dianjurkan pula menghadap kiblat, menengadahkan tangan, lalu melafalkan doa niat puasa Ramadhan.
Doa Niat Puasa Ramadhan
Lafal niat puasa Ramadhan yang sering dibaca dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis-sanati lillahi ta‘ala.”
Maknanya: “Saya berniat berpuasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”
Selain membaca niat, hal yang juga perlu diperhatikan adalah menyelesaikan makan sahur sebelum azan Subuh, sebaiknya beberapa menit sebelumnya sebagai langkah berjaga-jaga. Setelah itu, dapat melafalkan niat puasa yang lebih ringkas, seperti:
“Wa bisawmi ghadin nawaitu min syahri Ramadhan.”
Artinya: “Saya berniat berpuasa esok hari di bulan Ramadhan.”
Bagi yang belum fasih berbahasa Arab, niat bisa diucapkan dalam bahasa Indonesia. Sebab, yang paling utama adalah kesungguhan hati dalam menetapkan niat. Contohnya:
“Saya berniat berpuasa hari ini karena Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan.”
Atau: “Aku berniat berpuasa hari ini demi memperoleh ridha Allah.”
Bisa pula disampaikan dalam bentuk doa yang lebih panjang, memohon agar ibadah puasa diterima serta diberikan ampunan atas segala dosa.
Mengingat selama bulan Ramadhan yang diwajibkan adalah puasa fardhu dan bukan puasa sunnah atau jenis lainnya, maka niat puasa Ramadhan harus ditegaskan setiap malam dan diperbarui setiap hari sepanjang bulan suci tersebut.
Itulah penjelasan mengenai kapan kita membaca niat berpuasa. Dengan memahami waktu yang tepat untuk melafalkan niat, ibadah puasa Ramadhan dapat dijalankan dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan. (Idaf)
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Jabodetabek Lengkap
