Konten dari Pengguna

Karakteristik Utama Peserta Didik Generasi Z dalam Pembelajaran di Sekolah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Karakteristik Utama Peserta Didik Generasi Z dalam Pembelajaran di Sekolah. Foto: Unsplash/National Cancer Institute
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Karakteristik Utama Peserta Didik Generasi Z dalam Pembelajaran di Sekolah. Foto: Unsplash/National Cancer Institute

Dalam dunia pendidikan, memahami perilaku dan kebutuhan murid menjadi aspek penting untuk menciptakan proses belajar yang efektif.

Oleh sebab itu, salah satu karakteristik utama peserta didik generasi Z dalam pembelajaran adalah menjadi pembahasan yang relevan ketika guru menyesuaikan metode mengajarnya dengan perubahan zaman.

Generasi Z yang tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi ini memiliki cara berpikir, berinteraksi, dan memahami informasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital, para peserta didik generasi Z menunjukkan kecenderungan belajar yang cepat, visual, serta interaktif.

Karakteristik Utama Peserta Didik Generasi Z dalam Pembelajaran di Sekolah

Ilustrasi Karakteristik Utama Peserta Didik Generasi Z dalam Pembelajaran di Sekolah. Foto: Unsplash/Wonderlane

Mengutip situs journal3.um.ac.id, salah satu karakteristik utama peserta didik generasi Z dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.

Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap cara belajar peserta didik generasi Z. Salah satu karakteristik utama peserta didik generasi Z dalam pembelajaran adalah kedekatan dengan teknologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Generasi Z ini tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan gawai, internet, dan media sosial, sehingga membentuk pola belajar yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Peserta didik Gen Z cenderung menginginkan proses pembelajaran yang cepat, instan, serta mudah diakses melalui platform digital. Mereka juga lebih menyukai materi yang disajikan secara visual dan interaktif dibandingkan teks panjang yang bersifat konvensional.

Selain itu, generasi Z dikenal sebagai digital natives yang sangat terampil dalam menggunakan perangkat teknologi tanpa perlu diajarkan secara formal.

Gen Z sering belajar secara mandiri melalui sumber daring seperti platform YouTube atau platform digital yang menyediakan video tutorial serta penjelasan singkat.

Karakteristik ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan adaptasi tinggi serta lebih responsif terhadap media visual seperti gambar, video, dan infografis dalam proses pembelajaran.

Dengan kemampuan multitasking yang baik tersebut, mereka mampu mengerjakan beberapa aktivitas digital secara bersamaan, meskipun rentang perhatian mereka relatif lebih singkat.

Di sisi lain, meskipun akrab dengan teknologi, peserta didik generasi Z tetap membutuhkan interaksi sosial dalam proses belajar. Generasi Z justru menyukai kolaborasi langsung dalam kelompok dan interaksi tatap muka untuk memperkuat pemahaman.

Mereka juga menunjukkan kecenderungan yang kreatif, inovatif, dan berminat mencoba hal-hal baru sebagai bagian dari gaya belajar modern.

Oleh sebab itu, pembelajaran di sekolah perlu dirancang dengan pendekatan yang fleksibel, visual, kolaboratif, serta terintegrasi teknologi supaya sesuai dengan karakteristik belajar gen Z.

Ketika para pendidik memahami bahwa salah satu karakteristik utama peserta didik generasi Z dalam pembelajaran adalah keterikatan mereka pada teknologi, maka proses merancang kegiatan belajar yang menarik akan menjadi lebih terarah. (Dista)

Baca Juga: Pelajaran dari Perencanaan Pembelajaran dan Faktor-Faktor Pendukungnya