Konten dari Pengguna

Kebijakan Fiskal: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran negara. Foto: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang berhubungan dengan pendapatan dan pengeluaran negara. Foto: Kumparan

Kebijakan fiskal adalah salah satu kebijakan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan utama dari kebijakan fiskal adalah untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran negara.

Kebijakan fiskal dalam perekonomian suatu negara memiliki peranan yang sangat penting. Kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik.

Untuk memahami kebijakan fiskal lebih dalam, simak uraian mengenai pengertian, tujuan, dan jenis-jenis kebijakan fiskal di bawah ini.

Pengertian dan Tujuan Kebijakan Fiskal

Dikutip dari buku Buku Siswa Ekonomi Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial karya Basuki Darsono, kebijakan fiskal adalah langkah-langkah atau kebijakan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.

Kebijakan tersebut diciptakan untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannya dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi.

Menurut Keynes dalam Kebijakan Fiskal karya Faris Ardiansyah, apabila fiscal policy dilakukan dalam jangka panjang, kebijakan ini dapat mengatasi berbagai macam dalam negara dan juga dapat menyelesaikan masalah internal makro.

Masalah internal makro yang dimaksud ialah seperti inflasi, lemahnya kurs mata uang, hingga kecilnya lapangan kerja yang tersedia. Kebijakan fiskal juga bertujuan untuk mengatur serta mengarahkan perekonomian suatu negara ke kondisi yang lebih baik.

Kebijakan fiskal berkaitan dengan besaran belanja negara dan juga penetapan pajak. Foto: Pexels.com

Sebagai suatu kebijakan ekonomi, kebijakan fiskal tentunya memiliki tujuan. Berikut beberapa tujuan dari kebijakan fiskal, yakni:

  1. Meningkatkan produksi nasional (PDB) dan pertumbuhan ekonomi atau memperbaiki keadaan ekonomi.

  2. Menambah lapangan kerja dan menurunkan angka pengangguran atau mengusahakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

  3. Menjaga kestabilan harga-harga secara umum dan khususnya mengatasi inflasi.

Jenis-Jenis Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal condong kepada penetapan kebijakan yang mengatur pendapatan dan pengeluaran negara. Kebijakan fiskal biasanya dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan, yakni sebagai berikut:

1. Kebijakan Fiskal Ekspansif

Kebijakan fiskal ekpansif (Expansionary fiscal policy) adalah jenis kebijakan fiskal yang ditetapkan dengan tujuan agar dapat merangsang perekonomian negara.

Jenis kebijakan ini biasanya dimanfaatkan ketika angka pengangguran semakin tinggi dan atau saat periode siklus bisnis sedang rendah.

Dalam kebijakan fiskal ekspansif, pemerintah diharuskan untuk menggunakan lebih banyak uang dengan cara meningkatkan belanja negara, menurunkan pajak, atau bahkan melakukan keduanya.

Tujuan dari kebijakan fiskal ekspansif ialah agar dapat memberikan uang kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat dapat menggunakan uang tersebut untuk melakukan kegiatan ekonomi sehingga akan merangsang laju ekonomi negara.

2. Kebijakan Fiskal Kontraksional

Kebijakan fiskal konstraksional adalah jenis kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mengontrol inflasi. Foto: Antara

Kebijakan fiskal kontraksional secara umum berlawanan dengan kebijakan fiskal ekspansif. Kebijakan fiskal ekspansif bertujuan untuk merangsang laju perekonomian, sedangkan kebijakan fiskal kontraksional ditujukan untuk memperlambat laju pertumbuhan.

Kebijakan fiskal kontraksional biasanya dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu, seperti saat inflasi mengalami peningkatan yang sangat pesat.

Kebijakan ini dilakukan dengan cara memperketat atau mengurangi pengeluaran atau aktivitas belanja negara dan meningkatkan pajak. Dengan begini, angka inflasi diharapkan dapat dikontrol dengan baik.

(SAI)