Kebijakan WFH ASN 2026 seusai Lebaran demi Hemat Konsumsi BBM

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah RI diketahui akan menerapkan kebijakan WFH ASN sesudah Lebaran sebagai salah satu langkah menghemat konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) di tengah kenaikan harga minyak dunia sebagai dampak perang Iran vs AS-Israel.
Dikutip dari kumparanBISNIS, meski begitu, kebijakan ini hanya akan diterapkan pada sektor tertentu atau tidak akan berlaku untuk semua sektor.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa untuk sektor industri, perdagangan, dan pelayanan publik akan tetap berjalan seperti biasanya.
Kebijakan WFH ASN
Dikutip dari kumparanBISNIS, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan kebijakan WFH ASN akan berlaku untuk ASN atau Aparatur Sipil Negara. Sektor swasta juga diimbau untuk mengikuti kebijakan tersebut.
Pengecualian akan diterapkan untuk layanan publik agar aktivitas masyarakat Indonesia tidak terganggu.
Airlangga juga menekankan WFH tidak akan diterapkan setiap hari. Kebijakan ini akan dibatasi 1 hari dalam 1 minggu agar efisiensi energi tetap berjalan tetapi tidak mengorbankan produktivitas.
Menurutnya, pemerintah juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Ketenagakerjaan. Tujuannya adalah agar penerapannya berjalan dengan maksimal di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa sampai saat ini, pemerintah RI masih menyusun detail teknis kebijakan WFH ASN. Nantinya, akan ada pengumuman resmi sesudah pembahasan selesai.
Prasetyo Hadi juga menangkis anggapan bahwa kebijakan ini diambil karena dilatarbelakangi masalah pasokan BBM. Dia mengatakan bahwa stok energi nasional di dalam negeri dalam kondisi aman serta WFH ini lebih difokuskan sebagai momentum efisiensi.
Dia juga menegaskan kebijakan ini ditargetkan segera dituntaskan.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, menilai bahwa kebijakan ini dapat memberikan dampak yang berarti terhadap penghematan energi nasional.
Dia menyatakan secara perhitungan kasar, kebijakan WFH ini bisa menghemat kurang lebih 20 persen konsumsi BBM di dalam negeri.
Purbaya menerangkan pembatasan WFH ASN hanya 1 hari dilakukan demi menjaga keseimbangan antara produktivitas serta efisiensi kerja. Menurutnya, pemerintah tidak ingin fleksibilitas kerja justru memberikan dampak negatif terhadap kinerja.
Selain itu, penentuan hari WFH ASN contohnya pada hari Jumat juga ditaksir dapat menghasilkan akhir pekan yang lebih panjang, yang bisa berpotensi memberikan stimulus ringan untuk sektor pariwisata domestik serta mendorong aktivitas rumah tangga.
Selain kebijakan WFH ASN, pemerintah RI juga mempertimbangkan pengaturan penggunaan kendaraan pribadi. (Mey)
Baca juga: PNS Masuk Kerja Tanggal Berapa Setelah Lebaran 2026? Simak Informasinya di Sini
