Kebutuhan Vitamin A Per Hari Berdasarkan Usia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebutuhan vitamin A per hari dapat disesuaikan berdasarkan usia konsumen. Vitamin A adalah salah satu nutrisi penting yang berperan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Vitamin A termasuk dalam kelompok vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini terdiri atas senyawa yang memiliki aktivitas biologis yang berbeda, seperti retinol, retinal, dan retinoid acid.
Penjelasan lengkap soal kebutuhan vitamin A per hari, manfaatnya untuk kesehatan tubuh, hingga bahan pangan apa saja yang mengandung nutrisi tersebut akan diuraikan dalam artikel di bawah ini.
Kebutuhan Vitamin A Per Hari
Berdasarkan laman hsph.harvard.edu, vitamin A saat ini tercantum pada label fakta gizi yang diukur dalam satuan internasional.
Badan kesehatan organisasi Amerika Serikat, Institute of Medicine mencantumkan Rekomendasi Dietary Allowances (RDA) vitamin A dalam microgram (mcg) untuk kebutuhan harian.
Selain itu, takaran mcg tersebut dihitung berdasarkan aktivitas retinol guna mempertimbangkan tingkat penyerapan senyawa tersebut dalam tubuh.
Berdasarkan peraturan Badan Pengawas Obat Makanan Amerika atau Food and Drug Administration, berikut kebutuhan vitamin A per hari yang disesuaikan berdasarkan usia.
Anak-Anak
Usia 1-3 tahun dapat mengonsumsi vitamin A 300 mcg/hari.
Usia 4-8 tahun dapat mengonsumsi vitamin A 400 mcg/hari.
Usia 9-13 tahun dapat mengonsumsi vitamin A 600 mcg/hari.
Wanita
Usia 14 tahun ke atas dapat mengonsumsi vitamin A 700 mcg/hari.
Ibu hamil usia 14-18 tahun dapat mengonsumsi vitamin A 750 mcg/hari
Ibu hamil usia 19 tahun ke atas dapat mengonsumsi vitamin A 770 mcg/hari.
Ibu menyusui usia di bawah 19 tahun dapat mengonsumsi vitamin A 1200 mcg/hari.
Ibu menyusui usia di atas 19 tahun dapat mengonsumsi vitamin A 1300 mcg/hari.
Laki-laki
Umur 14 tahun ke dapat mengonsumsi vitamin A 900 mcg/hari.
Takaran kebutuhan vitamin A di atas merupakan takaran normal yang umumnya dapat dikonsumsi oleh tubuh. Dosis yang lebih tinggi biasanya digunakan untuk mengobati kekurangan vitamin A. Dosis yang melebihi takaran di atas harus sesuai dengan anjuran dokter.
Baca Juga: Gejala Kekurangan Vitamin A dan Cara Mengatasinya
Makanan yang Mengandung Vitamin A
Vitamin A dapat dikonsumsi dari berbagai bahan pangan maupun suplemen. Bahan pangan yang mengandung vitamin A bisa didapatkan dari sumber hewani maupun nabati.
Dikutip dari buku dengan judul Vitamin A: Nutrisi Penting untuk Kesehatan Anda karya Tresno Saras, berikut ini sumber vitamin dari bahan alami yang bisa dikonsumsi.
a. Sumber Hewani
Hati: hati hewan yang mengandung vitamin A yaitu hati ayam, sapi, dan ikan. Makanan tersebut kaya akan vitamin A dan mengandung retinol yang siap digunakan tubuh.
Telur: Bagian telur yang mengandung banyak vitamin A adalah kuning telur.
Daging: Jenis daging yang banyak mengandung vitamin A adalah daging merah.
Produk susu: Produk susu seperti susu, keju, yoghurt menyediakan vitamin A dalam bentuk retinol.
b. Sumber Nabati
Sayuran berdaun hijau sperti bayam, kale, dan kangkung mengandung provitamin A karotenoid terutama beta karoten.
Buah dan sayuran oranye dan merah seperti wortel, ubi jalar, labu, mangga, dan paprika merah kaya akan betakaroten.
Buah-buahan seperti apricot dan ceri juga mengandung betakaroten.
Sayuran kuning seperti labu kuning mengandung karotenoids yang dapat diubah menjadi vitamin A.
Sumber alami vitamin A di atas dapat memberi nutrisi penting untuk kesehatan tubuh. Lalu, apa saja manfaat vitamin A? Simak penjelasannya dalam uraian berikut.
Manfaat Vitamin A
Vitamin A memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Menyadur laman health.clevelandclinic.org, berikut manfaat vitamin A untuk kesehatan.
1. Menjaga Kesehatan Mata
Salah satu peran vitamin A yang paling penting adalah menjaga kesehatan mata. Jenis vitamin ini membantu mengubah cahaya yang mengenai mata untuk diubah menjadi sinyal yang dikirim ke otak.
Tubuh akan menggunakan vitamin A untuk membuat pigmen agar retina mata berfungsi dengan baik. Lebih lanjut, vitamin A juga membantu menjaga kelembapan kornea. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tak diobati.
2. Membantu Fungsi Sistem Kekebalan Tubuh
Vitamin A membantu tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan dengan mendukung sel darah putih, selaput lendir di bagian paru-paru, usus, dan saluran kemih. Vitamin ini juga membantu menangkal infeksi dan racun yang menyebabkan peradangan dan penyakit.
Menurut World Health Organization, memberikan suplemen vitamin A kepada anak penderita campak terbukti mengurangi keparahan penyakit. Dengan kata lain, vitamin A juga meningkatkan sistem kerja imun tubuh, sehingga dapat menyelamatkan nyawa penderita.
3. Mengurangi Risiko Kanker
Vitamin A memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sel yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi beta karoten dalam jumlah tinggi dari sumber alami nabati dapat mencegah jenis kanker tertentu.
Contohnya kanker jenis limfoma non-hodgkin. Namun, hingga saat ini penelitian tersebut masih memerlukan riset lebih jauh.
4. Menjaga Kulit Tetap Bersih
Banyak orang mengklaim vitamin A adalah pengobatan efektif untuk jerawat dan perubahan kulit, seperti kerutan atau tanda-tanda penuaan. Meski begitu, setiap wanita penting mengetahui dosis vitamin A yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit.
Mengonsumsi vitamin A terlalu sedikit dapat menyebabkan penyumbatan kelenjar keringat, sehingga menimbulkan risiko jerawat. Sementara mengonsumsi vitamin A terlalu banyak dapat membuat kulit jadi kering.
5. Mendukung Kesehatan Reproduksi
Mengonsumsi jumlah vitamin A yang cukup membantu tubuh menjaga fungsi reproduksi. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kemandulan dan menghambat tumbuh kembang pada anak.
Lebih lanjut, mengonsumsi terlalu banyak vitamin A selama masa kehamilan dapat membahayakan janin, seperti menyebabkan cacat lahir dan meningkatkan risiko infeksi dan penyakit.
6. Menjaga Tulang dan Gigi Tetap Kuat
Vitamin A juga membantu menjaga pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi jika dikonsumsi secara seimbang dengan nutrisi lainnya. Sebab, para peneliti menemukan kelebihan vitamin A dikaitkan dengan risiko penyebab osteoporosis.
(IPT)
