Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara berkaitan erat dengan fungsi bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai lingkungan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga komunikasi antardaerah. Peran tersebut berjalan berdampingan dengan keberadaan bahasa daerah yang tetap digunakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara dalam Fungsi Sehari-hari
Dikutip dari lmsspada.kemdiktisaintek.go.id, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berperan sebagai bahasa persatuan yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar daerah dan bahasa berkomunikasi dalam satu bahasa bersama. Sementara itu, sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia digunakan dalam urusan resmi yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara.
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional. Penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan identitas bersama di tengah masyarakat yang memiliki beragam suku, budaya, dan bahasa daerah. Bahasa ini juga berfungsi sebagai alat komunikasi antardaerah sehingga perbedaan bahasa lokal tidak menjadi hambatan ketika masyarakat dari wilayah berbeda berinteraksi.
Fungsi lain sebagai bahasa nasional terlihat dalam kehidupan kebudayaan. Bahasa Indonesia digunakan untuk mengembangkan dan menyampaikan karya sastra, seni, serta berbagai bentuk ekspresi budaya. Penggunaan satu bahasa bersama juga membantu memperluas jangkauan karya dari suatu daerah kepada masyarakat di wilayah lain.
Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan resmi pemerintahan. Bahasa ini dipakai dalam penyusunan undang-undang, peraturan, dokumen administrasi, serta berbagai bentuk komunikasi kenegaraan. Penggunaan bahasa yang sama dalam urusan resmi membantu memastikan isi dokumen dapat dipahami secara luas dan memiliki bentuk komunikasi yang seragam.
Kedudukan sebagai bahasa negara juga terlihat dalam bidang pendidikan. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar dalam penyelenggaraan pendidikan formal, meskipun bahasa daerah atau bahasa asing dapat digunakan dalam konteks tertentu. Penggunaannya mendukung proses pembelajaran dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, termasuk dalam penyusunan bahan ajar dan kegiatan akademik.
Media massa turut menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan berita, hiburan, dan karya jurnalistik kepada masyarakat luas. Bahasa Indonesia juga digunakan dalam kegiatan ekonomi, seperti penyusunan kontrak, laporan, komunikasi bisnis, dan transaksi dalam lingkup nasional. Dalam hubungan luar negeri, bahasa Indonesia dapat digunakan dalam kegiatan diplomasi dan komunikasi resmi yang melibatkan Indonesia.
Perbedaan fungsi tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya berperan sebagai alat percakapan. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengikat keberagaman melalui fungsi persatuan dan identitas, sedangkan sebagai bahasa negara, penggunaannya berkaitan dengan administrasi, pendidikan, pemerintahan, serta kegiatan resmi lainnya.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara berjalan melalui dua ranah yang saling melengkapi. Peran tersebut membuat bahasa Indonesia tetap penting sebagai sarana komunikasi bersama sekaligus bahasa resmi dalam kehidupan kenegaraan. (Shf)
Baca Juga: Bunyi Butir 2 tentang Bahasa Indonesia dalam Undang-Undang
