Konten dari Pengguna

Kenali Wilayah Fauna Indonesia Tipe Asia-Australis: Sulawesi hingga Maluku

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis. Foto: Unsplash

Wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis sering juga disebut dengan wilayah fauna Indonesia Tengah atau wilayah fauna Kepulauan Wallacea.

Sebelumnya, pola persebaran fauna di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Persebaran tumbuhan

  • Kondisi geografis Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia

  • Kondisi geologis Indonesia yang berada pada dua landas kontinen, yaitu landas kontinen Asia di bagian barat dan landas kontinen Australia di Indonesia bagian timur

Biasanya, wilayah ini meliputi Pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku. Sebelumnya, tidak hanya wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis, ada juga tipe lainnya, seperti Asiatis dan Australis.

Ciri-Ciri dari Fauna Indonesia Tipe Asia-Australis

Menurut buku Pengetahuan Sosial Geografi untuk SMP Kelas VIII karya Sri Haryati, dkk, berikut adalah ciri-ciri fauna tipe peralihan Asia-Australis, yakni:

  1. Termasuk satwa endemik

  2. Tidak berbulu

  3. Memiliki jenis burung yang khas

Contoh Fauna Indonesia Tipe Asia-Australis

Contoh fauna Indonesia tipe Asia-Australis. Foto: Unsplash

Berikut adalah penjelasan dari jenis wilayah fauna di Indonesia tipe Asia-Australis, mulai dari mamalia, amfibi, reptilia, hingga jenis-jenis burung.

Mamalia

Mamalia adalah hewan vertebrata berdarah panas yang ada di seluruh dunia, baik di air, darat, maupun udara. Mamalia yang hidup di wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis, yakni babi rusa, tapir, ikan duyung, monyet hitam, beruang, kuda, sapi, hingga benteng.

Menyadur dari buku Pintar Hewan karangan Jumanta, berikut adalah ciri-ciri hewan mamalia yang perlu diketahui.

  • Memiliki kelenjar susu (glandula mammae) yang berfungsi untuk menyusui anak yang baru lahir

  • Umumnya, tubuh mamalia ditutupi oleh rambut

  • Mamalia memiliki tungkai kaki yang berguna untuk berjalan, memanjat, menggali, berenang, bahkan ada beberapa spesies yang bisa terbang

  • Jari dilengkapi dengan cakar dan kuku

Perkembangbiakan dengan cara beranak atau melahirkan (vivipar) dan bertelur (ovipar)

Amfibi

Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat maupun di air. Ada sekitar 3000 spesies amfibi hidup di dunia. Di wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis, amfibi terdiri dari katak pohon, katak terbang, dan katak air.

Menyadur buku New Edition Big Book Biologi SMA Kelas X, XI & XII karya Annisa Rahmah, dkk, berikut adalah ciri-ciri singkat amfibi, yakni:

  • Kulit selalu basah, berlendir, lunak, dan bersisik

  • Ekor seperti pada salamander

  • Memiliki cairan beracun untuk pertahanan diri

Reptilia

Reptilia yang ada di fauna Indonesia tipe Asia-Australis, yakni ular, buaya, biawak, dan komodo. Reptilia adalah hewan vertebrata, yaitu hewan yang mempunyai ruas tulang belakang yang tersusun dari tulang-tulang kecil.

Burung

Tidak hanya mamalia, amfibi, hingga reptilia, di wilayah fauna Indonesia tipe Asia-Australis juga terdapat berbagai macam burung. Burung-burung tersebut, seperti burung dewatra, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakaktua, merpati, hingga angsa.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa saja faktor yang memengaruhi pola persebaran fauna di Indonesia?

chevron-down

Persebaran tumbuhan, kondisi geografis Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia, dan kondisi geologis Indonesia yang berada pada dua landas kontinen.

Apa ciri-ciri hewan mamalia?

chevron-down

Memiliki kelenjar susu, tubuhnya ditutupi oleh rambut, memiliki tungkai kaki, dan jarinya dilengkapi dengan cakar atau kuku.

Apa ciri-ciri hewan amfibi?

chevron-down

Kulit selalu basah, berlendir, lunak, dan bersisik, ekor seperti pada salamander, dan memiliki cairan beracun untuk pertahanan diri.