Konten dari Pengguna

Kenapa AI Menghabiskan Air? Simak Penjelasannya di Sini

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi kenapa ai menghabiskan air. unsplash/Amadej Tauses
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kenapa ai menghabiskan air. unsplash/Amadej Tauses

Kenapa AI menghabiskan air mungkin tidak pernah terpikir saat teknologi ini digunakan untuk mencari jawaban atau menyelesaikan pekerjaan.

Dari sisi pengguna, prosesnya terasa sederhana karena hasil dapat muncul hanya dalam beberapa detik. Namun, di balik proses tersebut terdapat aktivitas komputasi yang berlangsung di pusat data.

Kenapa AI Menghabiskan Air di Pusat Data?

ilustrasi kenapa ai menghabiskan air. unsplash/Igor Omilaev

Kenapa AI menghabiskan air tidak terlepas dari kebutuhan pusat data untuk menjaga suhu perangkat yang bekerja secara intensif.

Berdasarkan penjelasan artikel gaw-bariri.bmkg.go.id, jutaan chip komputer menghasilkan panas dalam jumlah besar, terutama ketika digunakan untuk menjalankan perintah maupun melatih model AI.

Untuk mengatasi panas tersebut, pusat data menggunakan sistem pendingin, termasuk teknologi yang memanfaatkan proses penguapan air untuk menurunkan suhu perangkat. Infrastruktur AI membutuhkan air tawar yang bersih dan berkualitas tinggi.

Air dengan kandungan mineral atau kontaminan yang terlalu banyak dapat menyebabkan korosi pada pipa pendingin serta mengganggu sistem sirkulasi. Kebutuhan ini kemudian dapat bersinggungan dengan penggunaan air untuk rumah tangga, pertanian, dan ekosistem.

Data global yang dikutip BBC Indonesia memperkirakan konsumsi air industri AI dunia dapat mencapai miliaran meter kubik dalam beberapa tahun mendatang.

Penggunaan air oleh pusat data juga telah memicu kekhawatiran di sejumlah wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Chile, karena masyarakat khawatir terhadap ketersediaan air bersih.

Artificial Intelligence menghabiskan air juga tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan energi pusat data. Pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menjalankan proses komputasi, bahkan dapat beroperasi selama 24 jam.

Jika kebutuhan tersebut dipenuhi oleh pembangkit berbahan bakar fosil seperti batu bara dan gas alam, aktivitas tersebut dapat menghasilkan polutan udara, termasuk PM2.5 dan sulfur dioksida.

Selain listrik utama, sejumlah pusat data menggunakan generator diesel sebagai sumber listrik cadangan. Pengujian maupun penggunaan generator dapat menghasilkan emisi yang mempengaruhi kualitas udara di lingkungan sekitar.

Berbagai pendekatan mulai dikembangkan untuk mengurangi penggunaan sumber daya. Salah satunya adalah sistem pendingin tertutup atau closed-loop systems yang memungkinkan air digunakan secara berulang sehingga tidak terus terbuang melalui penguapan.

Industri juga dapat memanfaatkan air limbah yang telah didaur ulang atau air laut yang sudah melalui proses penyaringan.

Pusat data dapat dibangun di wilayah yang lebih dingin untuk membantu proses pendinginan. Ada pula konsep menempatkan pusat data di bawah laut untuk memanfaatkan kondisi lingkungan yang lebih dingin.

AI memiliki potensi membantu menghadapi perubahan iklim, seperti memprediksi cuaca ekstrem, memetakan kerusakan hutan, dan memantau emisi gas rumah kaca. Karena itu, pengembangan AI perlu tetap memperhatikan penggunaan air, energi, dan dampaknya terhadap lingkungan.

Kenapa AI menghabiskan air berkaitan dengan kebutuhan pusat data untuk mengendalikan panas yang dihasilkan proses komputasi. Penggunaan air menunjukkan bahwa teknologi digital juga membutuhkan sumber daya fisik, sehingga perkembangan AI perlu berjalan dengan pengelolaan sumber daya yang lebih bijak. (Rahma)

Baca juga: Prompt Foto Jadul 80-an untuk Menghasilkan Nuansa Nostalgia yang Khas