Kenapa Akhir-Akhir Ini Dingin di Jawa Timur? Cek Informasi dari BMKG di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa akhir-akhir ini dingin? Di media sosial sedang ramai diperbincangkan tentang keadaan suhu udara di Indonesia terutama di Jawa Timur.
Warga di berbagai daerah di Jawa Timur merasakan udara yang lebih sejuk, terutama saat malam hingga menjelang pagi. Bahkan, di kawasan dataran tinggi seperti Batu, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo, suhu terasa lebih rendah dibandingkan biasanya.
Kenapa Akhir-Akhir Ini Dingin dirasakan Masyarakat Indonesia?
Kenapa akhir-akhir ini dingin? Dikutip dari situs bmkg.go.id udara dingin yang dirasakan masyarakat merupakan fenomena alam yang lazim terjadi ketika Indonesia memasuki puncak musim kemarau.
Saat ini, wilayah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara memang sedang berada dalam periode musim kemarau yang biasanya berlangsung pada Juli hingga September.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab suhu udara menjadi lebih rendah adalah bertiupnya angin monsun dari Australia.
Pada bulan Juli, Benua Australia sedang mengalami musim dingin sehingga massa udara yang bergerak menuju Indonesia membawa karakter udara yang lebih sejuk dan cenderung kering.
Sebelum mencapai Indonesia, angin tersebut melintasi Samudra Hindia yang memiliki suhu permukaan laut relatif rendah.
Proses itu membuat udara yang masuk ke wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa Timur, ikut membawa suhu yang lebih dingin.
Selain dipengaruhi angin dari Australia, kondisi langit yang lebih cerah juga menjadi penyebab suhu turun pada malam hari. Selama musim kemarau, jumlah awan dan hujan berkurang sehingga kandungan uap air di atmosfer ikut menipis.
Awan dan uap air berfungsi menyimpan sebagian panas yang dipancarkan permukaan bumi setelah matahari terbenam. Karena langit cenderung bersih, panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer.
Akibatnya, suhu udara di dekat permukaan turun lebih cepat sehingga udara terasa semakin dingin, terutama menjelang dini hari hingga matahari terbit.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menambahkan bahwa hasil pengamatan menunjukkan wilayah Indonesia bagian selatan ekuator, termasuk Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Memang memiliki suhu minimum yang lebih rendah dibandingkan wilayah di sekitar garis khatulistiwa. Suhu minimum umumnya berkisar antara 14 hingga 21 derajat Celcius, dengan suhu terendah tercatat di Maumere dan Tretes, Pasuruan.
Itulah jawaban kenapa akhir-akhir ini dingin, bukan karena fenomena yang perlu dikhawatirkan, melainkan bagian dari siklus musim kemarau yang memang terjadi setiap tahun.
Pastikan menjaga kondisi tubuh, gunakan pakaian yang lebih hangat saat beraktivitas di malam atau dini hari, dan tetap ikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG agar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman. (shr)
Baca juga: iPhone 18 Kapan Rilis di Indonesia? Cari Tahu di Sini
