Kenapa GP Bahrain di Malaysia? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa GP Bahrain di Malaysia? Nama tersebut terdengar tidak biasa karena balapan Formula 1 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang memakai nama Bahrain, bukan Malaysia.
Situasi tersebut berkaitan dengan perubahan kalender F1 2026 yang membuat Malaysia kembali menjadi tuan rumah setelah cukup lama tidak menggelar balapan.
Kenapa GP Bahrain di Malaysia Penyelenggaraannya?
Kenapa GP Bahrain di Malaysia? Dikutip dari nytimes.com, Bahrain Grand Prix dipindahkan ke Sirkuit Internasional Sepang sebagai balapan satu kali karena Bahrain tidak dapat menggelar putaran F1 sesuai jadwal awal.
Malaysia kemudian dipilih sebagai lokasi pengganti untuk menjaga rangkaian kalender F1 tetap berlangsung di antara GP Azerbaijan dan GP Singapura.
Balapan Bahrain dan Arab Saudi sebelumnya dibatalkan setelah situasi konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan ketidakpastian terhadap penyelenggaraan kedua seri tersebut.
Upaya untuk mengembalikan GP Bahrain ke kalender sempat muncul setelah adanya gencatan senjata, tetapi kondisi kembali tidak memungkinkan ketika kesepakatan tersebut tidak berlanjut.
Sepang menjadi pilihan karena lokasinya sesuai dengan kebutuhan perjalanan F1.
Sirkuit tersebut berada dekat Bandara Internasional Kuala Lumpur sehingga perpindahan personel, perlengkapan tim, dan kebutuhan operasional balapan dapat dilakukan tanpa harus mengirim rombongan kembali ke Eropa sebelum menuju Singapura.
Faktor lain adalah status Sepang sebagai sirkuit berlisensi Grade 1 FIA. Sirkuit tersebut sudah memenuhi standar keselamatan yang diperlukan untuk menggelar balapan Formula 1 sehingga tidak membutuhkan perubahan besar dalam waktu singkat.
Sepang juga tetap menjadi tuan rumah MotoGP setelah Malaysia keluar dari kalender F1 pada 2017, sehingga pengelola memiliki pengalaman menyelenggarakan ajang balap internasional.
Meski digelar di Malaysia, nama resminya tetap Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia.
Gulf Air merupakan sponsor utama yang biasa melekat pada GP Bahrain, sedangkan pemerintah Bahrain ikut memberikan dukungan finansial dan operasional agar balapan dapat terlaksana dalam waktu persiapan yang relatif singkat.
Sejumlah unsur khas GP Bahrain juga dibawa ke Sepang. Salah satunya adalah penerbangan pesawat Gulf Air sebelum start.
Trofi pemenang yang biasa digunakan di GP Bahrain turut diberikan kepada pemenang, sementara prosesi podium dengan penyemprotan air mawar juga tetap dilakukan.
Selain itu, ratusan marshal dan staf dari Bahrain International Circuit ikut bertugas selama akhir pekan balapan.
Penyelenggaraan di Sepang juga memberi Malaysia kesempatan untuk kembali menjadi tuan rumah Formula 1 setelah absen sejak 2017.
Meski begitu, kalender F1 2027 yang telah diumumkan tidak memasukkan Malaysia sehingga balapan tersebut diperkirakan tetap menjadi penyelenggaraan satu kali.
Dengan demikian, alasan utama kenapa GP Bahrain di Malaysia berkaitan dengan kebutuhan mengganti lokasi balapan Bahrain yang tidak dapat digelar di negara asalnya.
Sepang dipilih karena memenuhi persyaratan sirkuit, memiliki lokasi strategis, serta memungkinkan kalender Formula 1 tetap berjalan tanpa perubahan perjalanan yang terlalu besar. (Khoirul)
Baca Juga: Kapan MotoGP Indonesia 2026? Ini Jadwal Balapan di Mandalika
