Kenapa Harga Emas Turun? Ternyata Ini Alasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa harga emas turun? Harga emas dianggap sebagai indikator keamanan finansial sekaligus alat lindung nilai (safe haven).
Harga emas turun karena berbagai faktor, seperti yang terjadi pada harga emas batangan produksi ANTAM/Logam Mulia.
Berbagai Alasan Kenapa Harga Emas Turun
Pada tanggal 19 September 2025, harga emas Antam turun sebesar Rp8.000 per gram menjadi Rp2.090.000 per gram. Kenapa harga emas turun baik di pasar domestik maupun global?
Berikut ini alasan yang dikutip dari www.logammulia.com.
1. Pengaruh Harga Emas di Dunia
Harga emas Antam sangat bergantung pada pergerakan harga emas di dunia. Jika harga emas dunia melemah, maka harga domestik akan ikut turun juga.
Penurunan emas global sering disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti suku bunga, kekuatan dolar Amerika Serikat, dan sentimen para investor.
2. Kenaikan Suku Bunga dan Kebijakan Moneter
Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral, khususnya The Fed (AS). Ketika suku bunga naik semakin tinggi, instrumen berbunga (obligasi, deposito) menjadi lebih menarik dibanding emas, yang tidak memberikan imbal hasil tetap.
Dengan demikian, investor dapat mengalihkan dana dari emas ke instrumen yang lebih menguntungkan. Selain itu, kebijakan moneter seperti penyesuaian jumlah likuiditas dan operasi pasar terbuka juga bisa mempengaruhi persepsi pasar terhadap risiko dan daya tarik emas.
3. Penguatan Dolar AS
Harga emas pada umumnya diukur dalam dolar AS. Saat dolar semakin menguat terhadap mata uang lain, maka emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang non-USD.
Hal ini pun menurunkan permintaan emas di pasar luar negeri dan menekan harga emas secara global dan dalam rupiah.
4. Permintaan Fisik yang Melemah
Emas juga banyak digunakan di sektor perhiasan, elektronik, dan industri lainnya. Jika permintaan fisik dari sektor-sektor tersebut menurun karena alternatif material atau tren konsumen bergeser, maka tekanan jual pada emas akan meningkat.
5. Aksi Profit Taking atau Ambil Untung
Setelah periode kenaikan harga emas yang signifikan, banyak investor melakukan aksi ambil untung dengan menjual sebagian portofolio emas yang dimiliki. Penjualan kolektif ini meningkatkan pasokan emas di pasar dan memicu adanya koreksi harga.
6. Meredanya Ketegangan Geopolitik dan Tingkat Stabilitas Ekonomi
Emas sering menjadi aset pelindung saat terjadi ketidakpastian global seperti konflik dan krisis. Jika situasi geopolitik mereda dan ekonomi global telah menunjukkan stabilitas, investor cenderung berpindah ke aset berisiko seperti saham, yang dapat menurunkan permintaan emas.
Kenapa harga emas turun? Penurunan harga emas bukan berarti tren jangka panjang yang negatif. Justru, bagi investor jangka panjang momen koreksi ini bisa menjadi kesempatan untuk membeli dengan harga yang lebih murah. (Aya)
Baca juga: Link Simulasi SPT Tahunan Coretax, Cara Praktis Hitung Pajak Online
