Kenapa Ikan Sapu Sapu Hama? Ini Faktor Penyebabnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus) merupakan spesies introduksi dari Amerika Selatan, yaitu wilayah Sungai Amazon. Akhir-akhir ini di perairan Indonesia, ikan sapu-sapu di basmi hingga menimbulkan pertanyaan masyarakat, kenapa ikan sapu sapu hama?
Dikutip dari unikma.ac.id, ikan sapu-sapu dikenal sangat adaptif dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Dr. Charles PH Simanjuntak, seorang pakar perikanan dan konservasi dari IPB University menyebutkan bahwa satu ekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dalam satu kali siklus reproduksi. Bahkan, ikan ini juga dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun.
Tingkat kelangsungan hidup anakan ikan ini juga sangat tinggi hingga melebihi 90 persen. Hal ini karena perilaku ikan jantan yang menjaga telur di dalam liang hingga menetas. Di perairan Indonesia, ikan ini tidak memiliki predator alami yang menyebabkan populasinya meningkat pesat tanpa kontrol. Di habitat asalnya, predatornya adalah buaya caiman, ikan tarpon, dan burung kormoran.
Kenapa Ikan Sapu Sapu Hama Hingga Perlu Dibasmi?
Kenapa ikan sapu sapu hama? Sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu memberikan dampak negatif terhadap ekosistem perairan lokal. Berikut adalah beberapa penyebab ikan ini disebut sebagai hama:
1. Menghambat Regenerasi Spesies Endemik
Ikan sapu-sapu diketahui memangsa telur ikan asli, sehingga menghambat regenerasi dan mengancam keberlangsungan spesies endemik.
2. Menyebabkan Erosi dan Merusak Habitat
Ikan ini juga memiliki kebiasaan menggali liang di tepi sungai ikan sapu-sapu menyebabkan erosi dan meningkatkan kekeruhan air, yang merusak kualitas habitat.
3. Mengganggu Rantai Makanan
Dominasi ikan sapu-sapu dalam ekosistem air juga dapat memicu persaingan makanan yang ketat dan mengganggu keseimbangan rantai makanan.
4. Merusak Alat Tangkap Nelayan
Di beberapa daerah seperti danau di Sulawesi, ikan ini bahkan sudah dianggap sebagai hama oleh nelayan. Tubuh ikan ini yang bersisik keras serta sirip tajam kerap merusak jaring atau alat tangkap, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi.
5. Mengandung Zat Berbahaya dan Tidak Bisa Dikonsumsi
Meskipun dalam beberapa kasus ledakan populasi ikan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, hal ini tidak berlaku untuk ikan sapu-sapu liar. Kemampuannya bertahan di perairan yang tercemar membuat ikan ini cenderung menyerap logam berat dan zat berbahaya dalam jumlah tinggi.
Berdasarkan laporan KKP, kandungan residu pada ikan ini sering kali melebihi batas kadar aman. Oleh karena itu, mengonsumsi ikan sapu-sapu dari perairan alami sangat berisiko bagi kesehatan. Sehingga pemanfaatannya masih dianjurkan sebagai pakan hewan, dan bukan untuk dikonsumsi manusia.
Kenapa ikan sapu sapu hama? Karena ikan ini menimbulkan banyak kerugian pada ekosistem air dan mengganggu regenerasi spesies endemik lokal. Tidak hanya itu, ikan ini juga tidak memiliki predator alami serta tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. (Win)
Baca juga: Daftar Promo Hari Konsumen Nasional 2026 yang Hemat dan Menguntungkan
