Kenapa Imlek Selalu Hujan? Cek Fakta dan Mitosnya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Imlek selalu hujan? kerap menjadi pembahasan setiap kali Tahun Baru Cina dirayakan di Indonesia, terutama saat hujan turun bersamaan dengan aktivitas sembahyang dan perayaan keluarga.
Hujan saat Imlek kerap dikaitkan dengan mitos maupun penjelasan tertentu di masyarakat. Bertepatan dengan musim hujan, fenomena ini terus memunculkan pertanyaan dari tahun ke tahun. Lantas, apa saja mitos dan fakta seputar Imlek yang kerap disertai hujan?
Mitos dan Fakta Kenapa Imlek Selalu Hujan?
Berikut penjelasan tentang mitos dan fakta kenapa Imlek selalu hujan, dikutip dari situs https://www.bandung.go.id:
Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menaruh harapan baru di awal tahun.
Di Indonesia, perayaan Imlek kerap diiringi turunnya hujan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang sering muncul setiap tahun: mengapa Imlek identik dengan hujan?
Anggapan bahwa hujan selalu turun saat Imlek sudah lama berkembang di tengah masyarakat. Bahkan, hujan yang turun pada hari perayaan kerap dikaitkan dengan simbol rezeki, keberkahan, dan kemakmuran.
Lantas, benarkah hujan saat Imlek memiliki makna khusus, atau sekadar kebetulan musim?
Penjelasan Ilmiah: Imlek Bertepatan dengan Puncak Musim Hujan
Dari sudut pandang ilmiah, hujan yang sering terjadi saat Imlek memiliki penjelasan yang cukup jelas. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hari Raya Imlek umumnya jatuh antara akhir Januari hingga awal Februari.
Periode tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia, ketika curah hujan berada pada level tinggi.
Forecaster Stasiun Geofisika Kota Bandung, Yan Firdaus, menjelaskan bahwa perayaan Imlek yang jatuh di awal Februari memang berada pada fase musim hujan yang intens.
Kondisi ini membuat peluang turunnya hujan saat Imlek menjadi lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Secara empiris, musim hujan di wilayah Bandung Raya biasanya dimulai pada November dan berlangsung hingga Maret.
Sementara itu, musim kemarau umumnya terjadi mulai Juni hingga September. Pola ini menjelaskan mengapa hujan kerap menyertai perayaan Imlek di berbagai daerah.
Kondisi Cuaca dan Imbauan Kewaspadaan
Perubahan cuaca yang cepat juga menjadi ciri khas musim hujan. Cuaca dapat berubah dari cerah menjadi mendung dalam waktu singkat, disertai angin kencang.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama ketika awan mendung mulai muncul atau hembusan angin terasa semakin kuat.
Pengamatan cuaca dan kelembapan dilakukan secara rutin di Stasiun Geofisika Kota Bandung menggunakan berbagai alat meteorologi. Suhu udara diukur dengan termometer bola kering dan bola basah, sementara tingkat kelembapan dipantau menggunakan higrometer.
Seluruh alat tersebut ditempatkan di area khusus yang disebut Taman Alat, yang berfungsi untuk mengamati unsur-unsur cuaca di suatu wilayah.
Makna Hujan dalam Tradisi dan Kepercayaan Tionghoa
Di luar penjelasan ilmiah, hujan saat Imlek memiliki makna tersendiri dalam tradisi Tionghoa. Hujan dipandang sebagai simbol keberkahan, kesuburan, dan awal yang baik.
Air dianggap membawa rezeki sekaligus membersihkan energi negatif, sehingga tahun baru dapat dimulai dengan harapan yang lebih positif.
Dalam kepercayaan Feng Shui, hujan yang turun saat Imlek bahkan diyakini membawa kemakmuran bagi wilayah yang diguyur hujan.
Di beberapa daerah di Indonesia, berkembang pula kepercayaan lokal bahwa hujan Imlek merupakan bentuk doa yang terkabul atau restu dari leluhur.
Air hujan ini kerap dimanfaatkan untuk membersihkan rumah atau altar sembahyang sebagai simbol penyucian dan pembaruan.
Fakta dan Mitos yang Hidup Berdampingan
Fenomena hujan saat Imlek menunjukkan bagaimana sains dan kepercayaan tradisional dapat berjalan berdampingan.
Secara ilmiah, hujan terjadi karena faktor musim dan kondisi atmosfer. Namun secara budaya, hujan tetap dimaknai sebagai pertanda baik yang sarat nilai simbolis dan emosional.
Bagi masyarakat Tionghoa, hujan saat Imlek menjadi pengingat untuk bersyukur dan memulai tahun baru dengan optimisme.
Terlepas dari mitos atau fakta ilmiahnya, hujan Imlek telah menjadi bagian dari kekayaan tradisi dan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (Fikah)
Baca juga: Imlek Tahun Ini Shio Apa? Cari Tahu di Sini
