Kenapa Messi Memandikan Yamal? Ini Kisahnya yang Jadi Sorotan Dunia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan kenapa Messi memandikan Yamal kembali muncul setelah foto lama keduanya viral menjelang pertemuan Argentina dan Spanyol di panggung besar sepak bola.
Momen tersebut terjadi jauh sebelum Lamine Yamal dikenal sebagai pemain muda berbakat yang menjadi andalan Barcelona dan Timnas Spanyol.
Foto sederhana dari sebuah kegiatan amal itu kini memiliki cerita panjang karena mempertemukan dua generasi berbeda dalam dunia sepak bola.
Kenapa Messi Memandikan Yamal? Ini Kisahnya
Kenapa Messi memandikan Yamal? Dikutip dari telegraph.co.uk, jawabannya bukan karena hubungan keluarga maupun kejadian khusus dalam dunia sepak bola, melainkan karena keduanya pernah dipertemukan dalam sesi foto amal saat Lamine Yamal masih berusia enam bulan.
Pada 2007, Lionel Messi merupakan pemain muda Barcelona yang mulai mendapat tempat di tim utama.
Usianya baru menginjak 20 tahun, tetapi bakatnya sudah terlihat setelah melewati akademi terkenal La Masia. Di sisi lain, Lamine Yamal masih seorang bayi yang belum memiliki kaitan dengan sepak bola profesional.
Pertemuan tersebut terjadi melalui program amal yang dibuat untuk membantu kegiatan UNICEF.
Diario Sport, media olahraga asal Spanyol, mengadakan undian yang memberikan kesempatan kepada sejumlah keluarga di wilayah Catalonia untuk mengikuti sesi pemotretan bersama pemain Barcelona.
Keluarga Yamal termasuk salah satu peserta yang beruntung mendapatkan kesempatan tersebut. Saat itu, keluarga Lamine tinggal di MatarĂ³, wilayah yang berjarak cukup dekat dari markas Barcelona.
Kesempatan bertemu pemain klub raksasa Spanyol tersebut kemudian membawa Yamal kecil ke sebuah sesi foto yang tidak pernah diperkirakan akan memiliki arti besar.
Dalam pemotretan itu, Messi dipilih untuk berpose bersama bayi Yamal. Adegan yang paling dikenal memperlihatkan Messi berada di ruang ganti Camp Nou sambil memandikan Yamal di dalam bak kecil berisi air.
Foto tersebut menjadi salah satu bagian dari kalender amal Barcelona yang diterbitkan pada 2008.
Selain foto saat berada di dalam bak mandi, terdapat pula gambar lain yang memperlihatkan Messi menggendong Yamal menggunakan handuk.
Ibu Yamal, Sheila Ebana, ikut membantu agar proses pemotretan berjalan lebih nyaman karena saat itu Yamal masih sangat kecil.
Fotografer yang mengabadikan momen tersebut adalah Joan Monfort. Ia menjelaskan bahwa sesi itu tidak berlangsung mudah karena Messi ketika itu masih memiliki karakter pendiam dan harus berinteraksi dengan bayi yang belum dikenalnya.
Proses pengambilan gambar membutuhkan waktu hingga akhirnya menghasilkan foto dengan suasana hangat.
Tidak ada pihak yang menyangka bahwa bayi dalam foto tersebut akan tumbuh menjadi pemain yang mengikuti jejak Messi di Barcelona. Yamal kemudian bergabung dengan akademi klub tersebut dan menembus tim utama ketika masih berusia sangat muda.
Foto tersebut sempat tidak banyak diketahui publik selama bertahun-tahun. Momen itu kembali muncul setelah ayah Yamal, Mounir Nasraoui, membagikannya melalui media sosial pada 2024 dengan keterangan yang menyebut awal dari dua legenda.
Perjalanan karier keduanya kemudian berjalan dengan cara berbeda. Messi berkembang menjadi salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola dengan berbagai gelar bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, Inter Miami, serta Timnas Argentina. Ia juga berhasil memenangkan Piala Dunia 2022.
Yamal hadir sebagai penerus generasi baru Barcelona. Pemain kelahiran 2007 tersebut mencuri perhatian melalui kemampuan teknik, kreativitas, dan keberaniannya bermain di level tertinggi meskipun masih berusia muda.
Hubungan cerita antara Messi dan Yamal bukan berasal dari hubungan langsung sebagai mentor dan murid sejak kecil.
Keduanya hanya dipertemukan secara kebetulan dalam kegiatan amal, lalu bertahun-tahun kemudian sama-sama menjadi simbol penting bagi klub dan negara masing-masing.
Pertemuan keduanya di lapangan membawa cerita berbeda karena Messi berada di fase akhir karier, sedangkan Yamal baru memulai perjalanan panjangnya.
Momen tersebut menjadi gambaran pergantian generasi dalam sepak bola, ketika pemain senior dan talenta muda berada dalam satu panggung yang sama.
Secara keseluruhan, kisah kenapa Messi memandikan Yamal berawal dari kegiatan amal sederhana yang mempertemukan dua pemain tanpa mengetahui masa depan masing-masing.
Foto lama tersebut kini menjadi bagian menarik dari perjalanan sepak bola karena memperlihatkan hubungan waktu antara legenda yang telah mencapai puncak dan pemain muda yang sedang membangun namanya. (Suci)
Baca Juga: Messi di Spider-Man dan Fakta Terbarunya yang Perlu Diketahui
