Keracunan Makanan: Penyebab, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
31 Mei 2024 13:00 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Keracunan makanan adalah penyakit yang terjadi karena mengonsumsi makanan terkontaminasi. Saat makan makanan yang terkontaminasi tersebut, tubuh akan bereaksi untuk membersihkan racun, sehingga muncul gejala berupa diare, muntah, hingga demam.
ADVERTISEMENT
Gejala keracunan makanan tersebut biasanya muncul beberapa jam usai makanan dicerna dan berlangsung selama satu atau dua hari.
Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang keracunan makanan, mulai dari penyebab, gejala, cara menangani, dan cara mencegahnya. Jadi, simaklah hingga habis untuk informasi lengkapnya!

Penyebab Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan makanan. Foto: pixabay
Kebanyakan keracunan makanan dapat disebabkan oleh makanan terkontaminasi bakteri, parasit, atau virus. Pantogen tersebut sebenarnya selalu ada di makanan yang dikonsumsi manusia, tetapi panas dari proses memasak akan membunuh pantogen sebelum masuk ke dalam mulut.
Jadi, makanan mentah sering menjadi penyebab keracunan makanan karena tak mengalami proses memasak. Selain itu, tak mencuci tangan sebelum memasak juga bisa menjadi penyebab seseorang keracunan makanan.
ADVERTISEMENT
Air yang kotor pun dapat menjadi penyebab lainnya karena mengandung organisme penyebab penyakit. Dirangkum dari Healthline, berikut beberapa penyebab keracunan makanan:

1. Bakteri

Bakteri adalah penyebab paling umum dari kasus keracunan makanan. Salmonella adalah bakteri penyebab terbesar kasus keracunan makanan di Amerika Serikat.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dalam setahun, setidaknya sekitar 1.350.000 kasus keracunan makanan disebabkan karena infeksi Salmonella.
Sementara itu, Campylobacter dan Clostridium botulinum adalah dua bakteri yang berpotensi mematikan apabila ditemukan dalam makanan.

2. Parasit

Kasus keracunan makanan karena parasit memang tak sesering keracunan makanan karena bakteri, tetapi sama bahayanya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Toxoplasma adalah penyebab utama kematian akibat keracunan makanan di Amerika Serikat. Parasit ini bisa ditemukan di kotoran kucing.
ADVERTISEMENT
Parasit hidup dapat masuk di saluran pencernaan dan tak terdeteksi selama bertahun-tahun. Orang dengan sistem kekebalan lemah serta ibu hamil lebih berisiko mengalami efek samping yang serius apabila usus mereka terkena parasit.

3. Virus

Penyebab selanjutnya adalah virus. Keracunan makanan karena terkontaminasi virus bisa menyebabkan muntah dan diare. Virus pada makanan juga bisa menyebabkan penyakit hepatitis A.

Gejala Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan makanan. Foto: TORWAISTUDIO/Shutterstock
Gejala keracunan makanan bervariasi, tergantung dengan penyebab penyakitnya. Gejala orang yang keracunan makanan bisa timbul dalam beberapa jam atau beberapa minggu.
Dikutip dari Mayoclinic, berikut ini beberapa gejala yang umum muncul pada kasus keracunan makanan:
ADVERTISEMENT
Untuk kasus yang lebih serius, keracunan makanan bisa memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan penyakit parah. Di bawah ini beberapa gejala untuk kasus keracunan makanan dengan kondisi yang lebih parah:

Cara Menangani Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Pexels
Keracunan makanan bisa diobati dari rumah saja, tetapi untuk kasus yang parah wajib dibawa ke dokter atau rumah sakit. Mengutip Healthline, berikut ini beberapa cara menangani orang yang keracunan makanan:

1. Tetap Terhidrasi

Orang yang keracunan makanan harus tetap terhidrasi dengan baik. Anda bisa mengonsumsi minuman yang tinggi elektrolit seperti jus buah dan air kelapa. Hal tersebut untuk memulihkan asupan karbohidrat dan mengatasi rasa lelah.
ADVERTISEMENT
Saat keracunan makanan, hindari kafein untuk mengurangi iritasi saluran pencernaan. Teh tanpa kafein bisa dikonsumsi untuk menenangkan perut, seperti kamomil, peppermint, dan dandelion.

2. Minum Obat

Selanjutnya adalah minum obat yang bisa menghentikan diare dan menekan rasa mual. Namun, beberapa obat harus sesuai dengan resep dokter, terutama bagi pasien lanjut usia dan ibu hamil.

3. Memberikan Antitoksin

Kasus keracunan makanan karena bakteri Clostridium botulinum dianggap sebagai keadaan medis darurat. Sehingga, pasien harus segera mendapatkan perawatan medis.
Pasien yang terpapar bakteri tersebut akan mendapatkan antitoksin dari dokter.

4. Istirahat yang Cukup

Kemudian, orang yang keracunan makanan harus banyak istirahat untuk memulihkan tenaga.

5. Perawatan di Rumah Sakit

Beberapa kasus keracunan makanan yang parah harus melakukan perawatan di rumah sakit lebih lama hingga pulih agar mendapatkan penanganan yang tepat.
ADVERTISEMENT

Cara Mencegah Keracunan Makanan

Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Unsplash
Ada beberapa hal yang bisa diikuti untuk mencegah keracunan makanan. Dikutip dari MedlinePlus, berikut uraiannya:
ADVERTISEMENT
(NSF)