Konten dari Pengguna

Keterkaitan Antara Qada dan Qadar dengan Ikhtiar dan Tawakal

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Keterkaitan Antara Qada dan Qadar dengan Ikhtiar dan Tawakal. Unsplash.com/Enes Doğan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keterkaitan Antara Qada dan Qadar dengan Ikhtiar dan Tawakal. Unsplash.com/Enes Doğan

Dalam ajaran Islam, qada dan qadar termasuk bagian dari rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap orang muslim. Itu sebabnya, dalam ajaran agama islam pembahasan seperti analisis bagaimana keterkaitan antara qada dan qadar dengan ikhtiar dan tawakal banyak didiskusikan

Kepercayaan terhadap ketentuan Allah Swt. berkaitan dengan penerimaan nasib. Kepercayaan ini juga berhubungan erat dengan ikhtiar dan tawakal dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak juga orang yang memahami takdir sebagai sesuatu yang sudah ditetapkan sehingga manusia merasa cukup pasrah saja. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha yang maksimal dan berserah diri kepada Allah Swt.

Analisis Bagaimana Keterkaitan Antara Qada dan Qadar dengan Ikhtiar dan Tawakal

Ilustrasi Keterkaitan Antara Qada dan Qadar dengan Ikhtiar dan Tawakal. Unsplash.com/Hayrunnisa Görgülü

Analisis bagaimana keterkaitan antara qada dan qadar dengan ikhtiar dan tawakal! Qada bisa diartikan sebagai ketetapan Allah Swt sejak zaman azali. Sedangkan qadar merupakan perwujudan atau realisasi dari ketetapan tersebut dalam kehidupan manusia.

Konsep tersebut adalah dasar keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah Swt. Meskipun demikian, manusia tetap diberi akal, kemampuan, dan kesempatan untuk berusaha memilih dan menentukan hidupnya.

Adanya keterkaitan antara qada dan qadar dengan ikhtiar tampak dari kewajiban manusia untuk berusaha sebelum menerima hasil akhir. Ikhtiar artikel usaha sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan yang baik.

Dikutip dari islam.nu.or.id, Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka sendiri yang berusaha mengubahnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak boleh hanya menunggu takdir saja tanpa melakukan tindakan nyata.

Contohnya, seorang pelajar ingin mendapatkan nilai terbaik harus belajar dengan tekun, disiplin, dan rajin berlatih. Setelah semua usaha dilakukan, hasil akhirnya baru diserahkan kepada Allah Swt.

Sikap inilah yang disebut dengan tawakal. Tawakal artinya bukan menyerah begitu saja tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil setelah melakukan ikhtiar secara maksimal. Dalam Islam, tawakal dan ikhtiar adalah dua hal yang berjalan beriringan dan tidak boleh dipisahkan.

Hubungan antata qada dan qadar dengan tawakal juga terlihat pada sikap menerima segala keputusan Allah dengan penuh keikhlasan. Saat hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan, seorang muslim tetap percaya bahwa Allah memiliki rencana terbaik.

Sikap tawakal ini dapat membantu manusia tetap tenang, tidak mudah putus asa, dan selalu optimis menghadapi kehidupan.

Selain itu, konsep qada dan qadar juga mengajarkan manusia untuk tidak sombong atas keberhasilan yang diraih. Semua pencapaian tetap terjadi atas izin Allah. Sebaliknya, ketika mengalami kegagalan, manusia juga tidak boleh menyalahkan takdir secara berlebihan. Islam mengajarkan pentingnya evaluasi dan perbaikan diri melalui ikhtiar yang lebih baik.

Keterkaitan antara qada dan qadar dengan ikhtiar dan tawakal sangat erat. Islam mengajarkan manusia untuk berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah Swt. Perpaduan sikap ini membentuk pribadi muslim yang optimis, sabar, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. (Win)

Baca juga: Pembeda antara Digital Citizen dan Citizen Journalism