Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat 15 Mei 2026 yang Menyentuh hati

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat 15 Mei 2026. Foto: Unsplash.com/Rumman Amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat 15 Mei 2026. Foto: Unsplash.com/Rumman Amin

Khutbah Jumat 15 Mei 2026 menjadi pengingat penting mengenai kemuliaan sosok ayah sebagai penopang keluarga dalam menjalani kehidupan penuh tanggung jawab.

Perjalanan seorang ayah sering dipenuhi pengorbanan panjang, kerja keras tanpa keluhan, serta kasih sayang tulus yang tersembunyi di balik ketegasan sehari-hari.

Nilai penghormatan kepada orang tua tetap memiliki kedudukan agung dalam ajaran Islam karena berkaitan langsung dengan amal, akhlak, dan ketaatan.

Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Tentang Orang Tua

Ilustrasi khutbah Jumat 15 Mei 2026. Foto: Unsplash.com/Nils Huenerfuerst

Berikut adalah khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang kemuliaan ayah, kewajiban berbakti kepada orang tua, serta pentingnya menjaga kasih sayang keluarga menurut ajaran Islam, dikutip dari awqaf.gov.ae.

Segala puji hanya milik Allah Swt. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menjadikan ayah sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Aku berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya saling meminta satu sama lain, serta peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi.” (QS. An-Nisa: 1)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sosok ayah memiliki kedudukan mulia dalam kehidupan keluarga. Ayah menjadi penopang rumah tangga, pelindung anak-anak, serta pemikul tanggung jawab yang tidak ringan.

Setiap hari dijalani dengan kerja keras demi memastikan keluarganya memperoleh kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, serta rasa aman dalam menjalani kehidupan.

Allah Swt. sampai bersumpah dengan menyebut ayah dalam firman-Nya:

وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

“Demi ayah dan anak yang dilahirkannya.” (QS. Al-Balad: 3)

Kasih sayang seorang ayah sering kali tersembunyi di balik ketegasan dan diamnya. Banyak kesulitan dipendam sendirian agar keluarga tidak ikut terbebani.

Banyak malam dilalui tanpa tidur demi memikirkan kebutuhan rumah tangga. Banyak kelelahan ditahan agar anak-anak tetap dapat tersenyum dan tumbuh dengan baik.

Kisah Nabi Ya’qub a.s. menunjukkan besarnya cinta seorang ayah kepada anaknya. Ketika Nabi Yusuf a.s. dibawa pergi, Nabi Ya’qub berkata:

إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْهَبُوا بِهِ

“Sesungguhnya kepergian Yusuf bersama kalian membuatku bersedih.” (QS. Yusuf: 13)

Kesedihan panjang itu bahkan membuat penglihatannya memutih karena tangisan dan duka mendalam. Begitulah hati seorang ayah. Cintanya hadir tanpa meminta balasan dan pengorbanannya berjalan tanpa menunggu penghargaan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Islam memerintahkan setiap anak menghormati orang tua dengan penuh kelembutan. Allah Swt. berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra: 23)

Meninggikan suara kepada ayah, meremehkan nasihatnya, atau memperlihatkan wajah masam termasuk perbuatan tercela. Hati seorang ayah dapat terluka oleh ucapan kasar yang dianggap sepele. Rasulullah saw. bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Keridaan Allah terletak pada keridaan ayah, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ayah.” (HR. Tirmidzi)

Setiap anak hendaknya meluangkan waktu untuk ayahnya, membantu kebutuhannya, menjaga tutur kata, serta tidak membuat pertengkaran yang menyedihkan hatinya.

Fatimah r.a. memberi teladan mulia ketika menyambut Rasulullah saw. dengan berdiri, menggandeng tangan beliau, mencium beliau, lalu mempersilakan duduk di tempatnya.

Rasulullah saw. juga bersabda:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ

“Ayah adalah pintu tengah surga.” (HR. Tirmidzi)

Kemuliaan itu menunjukkan bahwa bakti kepada ayah bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan jalan menuju rahmat Allah Swt. Setiap perhatian kecil kepada orang tua memiliki nilai besar di sisi-Nya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saat usia ayah atau kakek semakin lanjut, kebutuhan terhadap perhatian dan kelembutan semakin besar.

Tulang yang melemah, tubuh yang renta, serta kondisi kesehatan yang menurun memerlukan kesabaran anak-anak dalam merawat dan menemani.

Allah Ta’ala berfirman:

إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Jika salah satu atau keduanya telah mencapai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah berkata kasar kepada keduanya dan ucapkanlah perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23)

Kesempatan merawat ayah pada usia senja merupakan karunia besar. Banyak orang baru menyadari besarnya arti seorang ayah setelah kehilangan dan hanya menyisakan kenangan.

Oleh sebab itu, selama kesempatan masih ada, muliakan ayah dengan perhatian, doa, pelayanan, dan kasih sayang.

Bagi yang ayahnya telah wafat, bakti tidak berhenti begitu saja. Doakan ampunan untuknya, lanjutkan silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya, tunaikan wasiatnya, serta bersedekah atas namanya. Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

“Bentuk bakti paling utama adalah menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang dicintai ayahnya.” (HR. Muslim)

Semoga Allah Swt. menjadikan setiap anak mampu menjaga kehormatan orang tua, melembutkan hati dalam berbakti, serta menanamkan kasih sayang di tengah keluarga.

Khotbah Jumat 15 Mei 2026 mengingatkan pentingnya menghormati ayah sebagai jalan menuju keberkahan hidup dan keridaan Allah Swt.

Sikap lembut, ucapan santun, serta perhatian kepada orang tua mencerminkan akhlak mulia yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam. (Khoirul)

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 24 April 2026 Tentang Keimanan dan Akhlak