Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat 16 Oktober 2026 yang Bisa Dijadikan Referensi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat 16 Oktober 2026. Foto: Unsplash.com/Alim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat 16 Oktober 2026. Foto: Unsplash.com/Alim

Pada khutbah Jumat 16 Oktober 2026, jamaah dapat diajak merenungkan kembali pentingnya menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap Muslim tidak hanya dituntut menjalankan perintah agama, tetapi juga perlu menjauhkan diri dari berbagai larangan yang dapat merusak hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Salah satu bentuknya ialah menjaga lisan serta tidak membuka kekurangan orang lain.

Khutbah Jumat 16 Oktober 2026: Menjaga Lisan

Ilustrasi khutbah Jumat 16 Oktober 2026. Foto: Unsplash.com/Haidan

Berikut adalah khutbah Jumat 16 Oktober 2026 yang mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dengan menjaga lisan, menjauhi prasangka, serta tidak mencari dan menyebarkan aib sesama, dikutip dari yogyakartakota.kemenag.go.id.

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لِلّٰهِ أَوَّلًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ أَخِرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ مُسْتَغْرِقُ المَحَامِدِ كُلِّهَا، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Takwa bukan hanya terlihat dari ibadah yang dikerjakan, tetapi juga dari kemampuan menjaga diri ketika berhadapan dengan sesuatu yang dilarang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.”

Ayat tersebut mengajarkan beberapa perkara penting. Seorang Muslim diperintahkan berhati-hati terhadap prasangka karena tidak semua dugaan sesuai kenyataan.

Seorang Muslim juga dilarang mencari-cari kesalahan orang lain, termasuk mengorek urusan pribadi yang tidak memiliki kepentingan syariat. Ghibah pun dilarang karena kehormatan seorang Muslim tidak boleh dijadikan bahan pembicaraan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kemajuan teknologi membuat ucapan dapat tersebar dengan sangat cepat. Cerita mengenai kekurangan seseorang dapat berpindah dari satu percakapan ke percakapan lain hanya melalui pesan atau unggahan.

Kecepatan penyebaran tersebut tidak mengubah sesuatu yang haram menjadi halal. Setiap ucapan tetap harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا

Artinya: “Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta. Jangan mencari-cari kesalahan, jangan saling memata-matai, jangan saling membenci, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila mengetahui aib saudara yang bersifat pribadi, hendaknya aib tersebut ditutup. Nasihat tetap dapat diberikan apabila memang diperlukan, tetapi dilakukan secara tertutup, lembut, dan dengan tujuan memperbaiki, bukan mempermalukan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa siapa yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim)

Setiap manusia memiliki kekurangan dan pernah melakukan kesalahan. Menyadari hal tersebut seharusnya membuat hati lebih mudah berempati dan tidak tergesa-gesa menghakimi.

Marilah memperbanyak istighfar untuk diri sendiri, menjaga lisan, serta menggunakan perkataan untuk kebaikan.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَاحْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْغِيْبَةِ وَالنَّمِيْمَةِ وَالْكَلَامِ السَّيِّئِ، وَطَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْحَسَدِ وَالْبُغْضِ وَسُوْءِ الظَّنِّ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Itulah contoh khutbah Jumat 16 Oktober 2026 yang mengingatkan pentingnya menjaga lisan, menutup aib sesama, dan menjauhi prasangka dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh tersebut dapat dijadikan referensi untuk menyampaikan pesan keagamaan yang menekankan pentingnya ketakwaan dan akhlak mulia. (Khoirul)

Baca Juga: Khutbah Jumat 9 Oktober 2026 dengan Tema dan Pesan Terbaik untuk Jemaah