Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat Bulan Maulid yang Dapat Jadi Referensi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat bulan Maulid. Foto: Unsplash.com/Rumman Amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat bulan Maulid. Foto: Unsplash.com/Rumman Amin

Khutbah Jumat bulan Maulid dapat mengangkat keteladanan Rasulullah sebagai jalan untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.

Rabiul Awwal menjadi waktu untuk mengingat kelahiran Rasulullah sekaligus meneladani ajaran yang dibawanya dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai kecintaan kepada Nabi dapat diwujudkan melalui ibadah, shalawat, serta perilaku baik terhadap sesama.

Khutbah Jumat Bulan Maulid: Keteladanan Rasulullah

Ilustrasi khutbah Jumat bulan Maulid. Foto: Unsplash.com/Hakam magdea fardana ansie

Dikutip dari kemenag.go.id, berikut adalah khutbah Jumat bulan Maulid Nabi yang mengangkat tema akhlak Rasulullah saw., kecintaan kepada Nabi Muhammad saw., dan amalan yang dapat dilakukan pada bulan Rabiul Awwal.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah, bulan Rabiul Awwal dikenal sebagai bulan Maulid karena menjadi waktu untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw.

Rasulullah saw. merupakan utusan Allah Swt. yang membawa risalah Islam dan membimbing manusia menuju keimanan serta akhlak yang mulia.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Ayat tersebut menjadi dasar anjuran untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Shalawat juga dapat menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah sekaligus pengingat agar ajaran beliau diterapkan dalam kehidupan.

Rasulullah saw. memiliki misi untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Akhlak tersebut mencakup kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, menjaga ucapan, menghormati orang tua, serta memperlakukan sesama dengan baik.

Akhlak menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim karena ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah Swt., tetapi juga hubungan dengan sesama manusia.

Seseorang yang memiliki ilmu perlu membuktikan manfaat ilmunya melalui sikap rendah hati, bertanggung jawab, dan tidak merugikan orang lain.

Perkembangan teknologi juga membuat penjagaan akhlak memiliki tantangan tersendiri. Media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan kebaikan, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan kehati-hatian dalam memilih perkataan.

Menghindari penghinaan, fitnah, perundungan, serta penyebaran kabar yang belum jelas merupakan bagian dari menjaga lisan dalam ruang digital.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 bahwa Rasulullah saw. merupakan suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap rahmat Allah Swt. dan kehidupan akhirat.

Keteladanan tersebut dapat diterapkan melalui sikap sabar ketika menghadapi persoalan, lembut kepada sesama, jujur dalam perkataan, dan teguh menjalankan perintah Allah Swt.

Bulan Maulid juga dapat diisi dengan memperbanyak shalawat dan memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah saw. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, seorang sahabat menyampaikan kecintaannya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya meskipun merasa amal ibadahnya belum sebanyak orang lain.

Rasulullah saw. kemudian menyampaikan bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.

Pesan tersebut tidak berarti kecintaan cukup disampaikan melalui ucapan. Cinta kepada Rasulullah saw. perlu dibuktikan dengan mengikuti ajaran, menjaga akhlak, menjalankan ibadah, serta berusaha menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan tuntunan Islam.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.

Itulah khutbah Jumat bulan Maulid yang dapat disampaikan dengan menekankan keteladanan Rasulullah, perbaikan akhlak, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. (Khoirul)

Baca Juga: Contoh Khutbah Jumat Kemerdekaan sebagai Bentuk Raya Syukur