Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat di Hari Tasyrik yang Singkat dan Menyentuh

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat di hari tasyrik. Foto: Unsplash.com/Rumman Amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat di hari tasyrik. Foto: Unsplash.com/Rumman Amin

Khutbah Jumat di hari tasyrik membawa suasana ibadah yang sarat zikir serta penguatan ketakwaan setelah pelaksanaan Iduladha berlangsung khidmat bersama umat muslim.

Hari-hari setelah penyembelihan kurban menjadi waktu memperbanyak amal saleh, memperdalam syukur, serta menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia sepanjang hari.

Rangkaian ibadah pada bulan Zulhijjah menghadirkan kesempatan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sambil menjaga hubungan sosial tetap hangat dan baik.

Khutbah Jumat di Hari Tasyrik Sarat Makna dan Nasihat

Ilustrasi khutbah Jumat di hari tasyrik. Foto: Unsplash.com/Hakam magdea fardana ansie

Dikutip dari kabtulungagung.baznas.go.id, berikut adalah khutbah Jumat di hari tasyrik yang dapat disampaikan dengan bahasa menenangkan, penuh nasihat, serta menguatkan amal ibadah pada hari-hari mulia Zulhijjah.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Swt yang telah melimpahkan nikmat iman, nikmat kesehatan, serta kesempatan beribadah pada hari-hari mulia bulan Zulhijjah.

Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umat yang istiqamah menjalankan sunnah hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Marilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Ketakwaan bukan hanya terlihat dalam ibadah lahiriah, melainkan juga tampak dalam perilaku sehari-hari, kejujuran, kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama.

Hari ini masih berada dalam rangkaian hari tasyrik, yaitu tanggal sebelas, dua belas, dan tiga belas Zulhijjah. Hari tasyrik merupakan hari istimewa yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah Swt.

Pada hari-hari tersebut umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, memperbanyak takbir, dan memperkuat rasa syukur atas nikmat kehidupan serta rezeki yang diberikan Allah Swt.

Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw bersabda tidak ada amal pada hari-hari tersebut yang lebih utama dibanding amal saleh yang dilakukan pada waktu mulia itu.

Keutamaan ini menunjukkan bahwa hari tasyrik bukan sekadar hari setelah Iduladha, melainkan waktu yang dipenuhi peluang pahala dan keberkahan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Hari tasyrik juga dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah Swt. Rasulullah saw melarang puasa pada hari tasyrik sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim dari Nubaisyah Al-Hudzali.

Larangan tersebut mengandung hikmah agar umat Islam menikmati nikmat Allah Swt dengan penuh rasa syukur tanpa melupakan ibadah dan zikir.

Takbir yang dikumandangkan setelah salat fardu mengingatkan kebesaran Allah Swt di tengah aktivitas kehidupan.

Kalimat “Allahu Akbar” bukan hanya lantunan di lisan, melainkan pengingat bahwa seluruh kekuatan, kekuasaan, dan kehidupan berada dalam genggaman Allah Swt. Takbir mengajarkan kerendahan hati dan mengikis kesombongan manusia.

Zikir pada hari tasyrik juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Ucapan tahmid, tahlil, tasbih, dan istighfar menjaga hati tetap hidup serta menjauhkan diri dari kelalaian.

Banyak manusia tenggelam dalam kesibukan dunia hingga lupa mengingat Allah Swt. Hari tasyrik menjadi kesempatan menghidupkan kembali hati dengan memperbanyak menyebut nama-Nya.

Ibadah kurban yang dilakukan pada hari raya dan hari tasyrik mengandung pelajaran besar tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Daging kurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan. Nilai kebersamaan dalam ibadah kurban mengajarkan pentingnya memperkuat hubungan sosial dan menghilangkan sifat kikir.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Kehidupan modern sering membuat manusia sibuk mengejar urusan dunia hingga melupakan waktu ibadah. Hari tasyrik mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari materi, melainkan juga dari hati yang dekat kepada Allah Swt.

Zikir yang dilakukan dengan khusyuk mampu menghadirkan ketenangan dalam jiwa serta menjaga pikiran dari kegelisahan.

Anak-anak perlu diajarkan makna hari tasyrik sejak dini agar mengenal syariat Islam dengan baik. Kumandang takbir di rumah, masjid, dan lingkungan sekitar dapat menjadi sarana pendidikan akhlak serta penguatan kecintaan kepada agama.

Orang tua juga dapat mengajak keluarga memperbanyak doa bersama agar keberkahan Dzulhijjah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah Swt menerima amal ibadah kurban, salat, sedekah, dan seluruh dzikir yang dilakukan pada hari-hari mulia ini.

Semoga Allah Swt menjaga hati dari kesombongan, menjaga lisan dari ucapan buruk, serta memudahkan langkah menuju ketakwaan yang sempurna.

قول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Khutbah Jumat di hari tasyrik dapat menjadi pengingat agar setiap waktu mulia dimanfaatkan dengan amal saleh, zikir, dan memperkuat rasa syukur kepada Allah Swt.

Hari-hari tasyrik juga menjadi waktu menjaga ketenangan hati, memperbaiki akhlak, serta mempererat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. (Shofia)

Baca Juga: Khutbah Jumat Bulan Syawal 2026 Terbaru