Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat Hari Ini 12 Juni Tentang Tahun Baru Islam Singkat

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teks khutbah Jumat 12 Juni 2026. Foto: Unsplash.com/Nils Huenerfuerst
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teks khutbah Jumat 12 Juni 2026. Foto: Unsplash.com/Nils Huenerfuerst

Teks khutbah Jumat 12 Juni 2026 menjadi rujukan menjelang pergantian tahun Hijriah yang mendorong perenungan mendalam terhadap perjalanan amal dan ketakwaan.

Momentum pergantian waktu dalam kalender Islam mengingatkan pentingnya menata niat, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt.

Nilai hijrah yang diwariskan Rasulullah saw menghadirkan pelajaran tentang pengorbanan, kesabaran, amanah, dan keteguhan dalam menjaga kebenaran.

Teks Khutbah Jumat 12 Juni 2026

Ilustrasi teks khutbah Jumat 12 Juni 2026. Foto: Unsplash.com/Alim

Dikutip dari islamic-relief.org.uk, berikut adalah teks khutbah Jumat 12 Juni 2026 yang mengangkat tema menyambut Tahun Baru Hijriah dengan memperbanyak muhasabah, syukur, dan amal saleh.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزْكَاهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah Swt atas limpahan nikmat yang tidak terhitung jumlahnya.

Nikmat kesehatan, kesempatan beribadah, rezeki, keluarga, dan keamanan merupakan karunia yang wajib disyukuri dengan hati, lisan, serta perbuatan.

Rasa syukur yang benar tidak berhenti pada ucapan, melainkan diwujudkan melalui ketaatan dan kesungguhan menjalankan perintah Allah Swt.

Hadirin rahimakumullah,

Dalam beberapa hari mendatang, umat Islam akan memasuki bulan Muharram yang menjadi awal tahun baru dalam kalender Hijriah. Kalender Hijriah disusun berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.

Penanggalan ini dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah saw dari Makkah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra, peristiwa hijrah ditetapkan sebagai awal perhitungan kalender Islam karena memiliki arti yang sangat besar bagi perkembangan dakwah dan peradaban Islam.

Hijrah bukan sekadar perpindahan dari satu tempat menuju tempat lain. Hijrah merupakan perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah Swt.

Peristiwa tersebut mengajarkan keberanian mempertahankan kebenaran meskipun harus menghadapi berbagai kesulitan dan pengorbanan.

Allah Swt berfirman:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka."

(QS. Ali Imran: 190-191)

Ayat tersebut mengajarkan pentingnya perenungan terhadap perjalanan waktu. Pergantian hari, bulan, dan tahun bukanlah peristiwa tanpa makna.

Setiap pergantian waktu mengingatkan bahwa usia terus berkurang dan kesempatan beramal semakin mendekati batas akhirnya.

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt.

Pada bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, memperkuat hubungan dengan Allah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Hadirin rahimakumullah,

Tahun baru Hijriah juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah. Muhasabah berarti menilai kembali seluruh perjalanan hidup yang telah dilalui.

Setiap amal baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Setiap kesalahan harus diakui, disesali, lalu diperbaiki dengan sungguh-sungguh.

Rasulullah saw pernah bersabda:

"Aku melihat dalam mimpi bahwa aku berhijrah dari Makkah menuju suatu negeri yang memiliki banyak pohon kurma. Awalnya aku mengira negeri itu Al-Yamamah atau Hajar, ternyata negeri itu adalah Madinah." (HR. Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa hijrah merupakan bagian penting dalam perjalanan dakwah Islam.

Peristiwa hijrah membuka jalan bagi lahirnya masyarakat Islam yang kuat, bersatu, dan mampu menjalankan syariat secara lebih sempurna.

Pelajaran lain yang dapat diambil dari hijrah adalah sifat amanah Rasulullah Saw.

Sebelum meninggalkan Makkah, seluruh barang titipan tetap dikembalikan kepada pemiliknya meskipun sebagian pemilik titipan tersebut merupakan orang-orang yang memusuhi beliau.

Sikap itu menunjukkan bahwa kejujuran harus dijaga dalam keadaan apa pun. Rasulullah saw juga bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa makna hijrah tidak hanya berbentuk perpindahan fisik.

Hijrah juga berarti meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan, serta meninggalkan kelalaian menuju kesungguhan beribadah.

Semoga datangnya tahun baru Hijriah menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas iman, akhlak, ibadah, serta hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Limpahkan petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan kepada seluruh hamba-Mu.

Ya Allah, satukan hati kaum Muslimin dalam kebenaran. Karuniakan keamanan, kedamaian, serta keberkahan bagi negeri-negeri kaum Muslimin.

Turunkan keberkahan dari langit, tumbuhkan hasil bumi yang baik, dan jadikan setiap langkah kehidupan dipenuhi rahmat-Mu.

Ya Allah, anugerahkan lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, iman yang kokoh, amal yang diterima, serta rezeki yang halal dan luas.

Jauhkan segala bentuk kezaliman, perpecahan, dan kemaksiatan yang merusak kehidupan.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Teks khutbah Jumat 12 Juni 2026 tentang tahun baru Islam dapat menguatkan semangat muhasabah, memperbanyak amal saleh, serta menjaga keteguhan iman sepanjang perjalanan kehidupan.

Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap detik kehidupan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. (Khoirul)

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 5 Juni 2026 yang Penuh Hikmah dan Makna