Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat Menyambut Idul Adha Singkat dan Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat menyambut Idul Adha. Foto: Unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat menyambut Idul Adha. Foto: Unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana

Khutbah Jumat menyambut Idul Adha menjadi pengingat penting mengenai makna pengorbanan, keikhlasan, serta keteguhan menjalankan perintah Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Suasana bulan Dzulhijjah sering membawa renungan mendalam tentang ibadah, kepedulian sosial, hubungan keluarga, serta ketakwaan kepada Allah Swt dalam berbagai keadaan.

Momentum hari raya kurban juga mendorong kaum Muslim memperbaiki amalan, menjaga niat ibadah, serta memperbanyak dzikir dan doa setiap harinya.

Khutbah Jumat Menyambut Idul Adha

Ilustrasi khutbah Jumat menyambut Idul Adha. Foto: Unsplash.com/Masjid Pogung Raya

Berikut adalah khutbah Jumat menyambut Idul Adha yang dapat disampaikan untuk mengingatkan jamaah mengenai ketakwaan, keikhlasan, dan ibadah kurban, dikutip dari kotasurabaya.baznas.go.id.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الْقَهَّارِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمٍ تَتَوَالَى كَالْأَمْطَارِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَادِفِ فَضْلِهِ الْمِدْرَارِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا مِنَ النَّارِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُخْتَارِ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلَ مَنْ حَجَّ وَاعْتَمَرَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَبْرَارِ. أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Hadirin rahimakumullah.

Pertama-tama, marilah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt yang telah melimpahkan nikmat kesehatan, umur panjang, serta kesempatan beribadah pada hari Jumat penuh berkah ini.

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, serta seluruh umat Islam yang istiqamah menjalankan ajaran agama hingga akhir zaman.

Marilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah sehari-hari.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah Swt.

Idul Adha merupakan hari raya besar umat Islam yang identik dengan ibadah kurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt.

Ibadah tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyembelihan hewan, melainkan juga latihan membersihkan hati dari sifat kikir, sombong, dan cinta dunia secara berlebihan.

Kurban menjadi simbol ketulusan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah Swt. Harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh Allah Swt.

Oleh karena itu, ibadah kurban mengajarkan keikhlasan untuk berbagi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.

Rasulullah saw menjelaskan bahwa kurban merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai Allah Swt. Dalam sebuah hadist disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »

Artinya, “Dari Aisyah, Rasulullah mengatakan, tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada ridha Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa dengan berkurban.” (HR Tirmidzi).

Hadist tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan mulia di sisi Allah Swt. Setiap tetesan darah hewan kurban menjadi bukti ketakwaan dan kesungguhan seorang Muslim dalam menjalankan syariat agama.

Kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ibadah yang mengandung nilai penghambaan kepada Allah Swt.

Hadirin rahimakumullah.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan besar dalam pelaksanaan Idul Adha. Nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah Swt untuk menyembelih putra tercintanya sebagai bentuk ujian keimanan.

Perintah tersebut dijalankan dengan penuh kepatuhan tanpa membantah ketetapan Allah Swt.

Nabi Ismail AS juga menunjukkan ketundukan luar biasa ketika menerima perintah tersebut. Tidak ada penolakan ataupun rasa marah terhadap keputusan Allah Swt.

Ketika keduanya membuktikan ketaatan sempurna, Allah Swt menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor hewan sembelihan.

Pelajaran besar dari kisah tersebut terletak pada ketulusan menjalankan perintah agama meskipun terasa berat bagi hati manusia.

Banyak manusia mudah mengucapkan iman, tetapi belum tentu sanggup mengorbankan kepentingan pribadi demi menjalankan ketentuan Allah Swt.

Menjelang Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbaiki niat dan menjaga hati agar tetap ikhlas dalam beribadah.

Ibadah kurban tidak layak dijadikan sarana mencari pujian ataupun kebanggaan sosial. Allah Swt menilai ketakwaan dan ketulusan hati dalam setiap amal yang dilakukan hambanya.

Persiapan Idul Adha juga perlu dilakukan dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga salat berjamaah.

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu mulia yang dipenuhi berbagai keutamaan ibadah.

Persiapan hewan kurban harus dilakukan dengan memperhatikan syariat Islam. Hewan kurban wajib sehat, cukup umur, tidak cacat, dan dirawat dengan baik sebelum penyembelihan.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang serta tanggung jawab dalam memperlakukan hewan.

Kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam ibadah kurban. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat miskin membawa manfaat besar bagi keluarga yang jarang menikmati makanan bergizi.

Oleh sebab itu, Idul Adha menjadi momentum mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama Muslim.

Khutbah II

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Marilah menjaga ketakwaan kepada Allah Swt dengan memperbanyak amal saleh menjelang Idul Adha serta menjaga keikhlasan dalam setiap ibadah yang dilakukan.

Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga tentang menyembelih sifat tamak, kesombongan, serta kecintaan berlebihan terhadap urusan dunia.

Semoga setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah mendapat ridha Allah Swt dan membawa keberkahan bagi kehidupan kaum Muslim.

Semoga hati umat Islam selalu dipenuhi keikhlasan, kepedulian sosial, serta semangat menjalankan syariat agama dengan istiqamah.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Khutbah Jumat menyambut Idul Adha diharapkan dapat memperkuat ketakwaan, menjaga keikhlasan ibadah, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. (Shofia)

Baca Juga: Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang Menyentuh Hati