Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat setelah Hari Raya Idul Adha 2026 Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat setelah hari raya Idul Adha 2026. Foto: Unsplash.com/Hakam magdea fardana ansie
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat setelah hari raya Idul Adha 2026. Foto: Unsplash.com/Hakam magdea fardana ansie

Khutbah Jumat setelah hari raya Idul Adha 2026 membawa suasana ibadah yang dipenuhi zikir, ketenangan batin, serta dorongan memperbanyak amal saleh sepanjang hari tasyrik.

Suara takbir yang terus berkumandang selepas salat wajib menghadirkan pengingat kuat mengenai kebesaran Allah Swt serta luasnya rahmat bagi hamba beriman.

Hari tasyrik menjadi waktu memperbanyak doa, menjaga lisan, memperkuat kepedulian sosial, serta menghidupkan ibadah dengan hati yang khusyuk dan tenang.

Khutbah Jumat setelah Hari Raya Idul Adha 2026 Bertepatan dengan Hari Tasyrik

Ilustrasi khutbah Jumat setelah hari raya Idul Adha 2026. Foto: Unsplash.com/Era Saputera

Dikutip dari mahad.uin-suska.ac.id, berikut adalah khutbah Jumat setelah hari raya Idul Adha 2026 yang mengangkat kemuliaan hari tasyrik sebagai waktu memperbanyak zikir, doa, dan amal saleh.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan nikmat iman, kesehatan, serta kesempatan menikmati hari-hari mulia setelah Iduladha.

Salawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, serta seluruh umat yang istiqamah mengikuti sunnah hingga akhir zaman.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, hari-hari setelah Iduladha dikenal sebagai hari tasyrik. Hari tersebut berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

Islam menempatkan hari tasyrik sebagai waktu yang agung karena dipenuhi anjuran memperbanyak zikir, takbir, syukur, doa, serta amal kebaikan lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Ayat tersebut menjelaskan perintah mengingat Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, yaitu hari tasyrik. Zikir menjadi amalan utama karena mampu menjaga hati tetap hidup serta menjauhkan manusia dari kelalaian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Hadis riwayat Muslim tersebut menerangkan bahwa hari tasyrik merupakan hari makan, minum, dan memperbanyak mengingat Allah.

Kegembiraan pada hari tasyrik bukan sekadar menikmati hidangan, melainkan mengiringinya dengan rasa syukur dan dzikir yang terus hidup dalam keseharian.

Takbir setelah salat wajib menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada hari tasyrik. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu melakukan takbir sejak Subuh tanggal 9 Zulhijjah hingga setelah Zuhur tanggal 13 Zulhijjah.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu juga melakukan hal serupa hingga Ashar tanggal 13 Zulhijjah. Amalan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga lisan tetap dipenuhi kalimat pengagungan kepada Allah.

Takbir pada hari tasyrik tidak hanya dilakukan di masjid. Zikir dapat dibaca ketika berjalan, berada di rumah, bekerja, maupun berkumpul bersama keluarga.

Umar radhiyallahu ‘anhu pernah bertakbir di Mina hingga gema takbir diikuti banyak orang sampai suasana sekitar dipenuhi lantunan pengagungan kepada Allah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, hari tasyrik juga menjadi waktu pelaksanaan penyembelihan kurban. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

Hadis tersebut menjelaskan bahwa penyembelihan kurban masih dapat dilakukan selama hari tasyrik berlangsung.

Saat penyembelihan dilakukan, umat Islam dianjurkan menyebut nama Allah sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan.

Zikir juga dianjurkan ketika makan dan minum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Allah ridha kepada hamba yang memuji-Nya setelah menikmati makanan maupun minuman.

Kebiasaan membaca basmalah sebelum makan serta hamdalah setelah makan menjadi bentuk ibadah sederhana yang memiliki nilai besar di sisi Allah.

Selain Zikir, hari tasyrik menjadi waktu memperbanyak doa. Sejumlah ulama menganjurkan membaca doa sapu jagad yang sangat sering dilantunkan Rasulullah saw:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Doa tersebut mencakup permohonan seluruh kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka. Isi doa itu menggambarkan keseimbangan hidup seorang muslim, yaitu mengejar kebaikan dunia tanpa melupakan keselamatan akhirat.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa doa tersebut paling sering dibaca Rasulullah saw. Keutamaan itu menunjukkan pentingnya memperbanyak doa pada hari tasyrik karena waktu tersebut termasuk hari penuh keberkahan.

Riwayat dari Abu Musa Al-Asy’ari juga menjelaskan bahwa doa pada hari-hari setelah Idul Adha memiliki kedudukan istimewa.

Hari tasyrik disebut sebagai al-ayyam al-ma’dudat, hari-hari yang terbilang, serta menjadi waktu memperbesar permohonan kepada Allah Swt.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, hari tasyrik hendaknya tidak diisi dengan kelalaian dan perbuatan sia-sia.

Waktu yang mulia tersebut semestinya dipenuhi dzikir, doa, sedekah, silaturahmi, menjaga akhlak, serta memperbanyak rasa syukur atas seluruh nikmat kehidupan.

Kebiasaan menjaga ibadah setelah Iduladha juga menjadi tanda kuatnya ketakwaan. Semangat berkurban seharusnya melahirkan kepedulian sosial, kelembutan hati, serta keinginan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Kehidupan yang dipenuhi Zikir dan syukur akan menghadirkan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Khutbah Jumat setelah hari raya Idul Adha 2026 mengingatkan pentingnya menghidupkan hari tasyrik dengan dkir, doa, takbir, serta amal saleh yang dilakukan secara istiqamah.

Hari-hari mulia setelah Iduladha menjadi kesempatan memperkuat ketakwaan, menjaga syukur, dan mendekatkan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Khoirul)

Baca Juga: Khutbah Jumat Bulan Syawal 2026 Terbaru