Khutbah Umar bin Khattab di Depan Pasukan Muslim di Jaibiyah

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
17 Mei 2024 3:57 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Khutbah Umar bin Khattab di Depan Pasukan Muslim di Jaibiyah. Unsplash/Fabien Bazanegue
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khutbah Umar bin Khattab di Depan Pasukan Muslim di Jaibiyah. Unsplash/Fabien Bazanegue
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Khutbah Umar bin Khattab merupakan salah satu warisan berharga dari sejarah Islam yang penuh dengan pelajaran mendalam dan inspirasi.
ADVERTISEMENT
Sebagai khalifah kedua, Umar bin Khattab dikenal dengan kepemimpinannya yang tegas dan adil, serta kebijaksanaannya dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada umat Muslim.

Khutbah Umar bin Khattab di Depan Pasukan Muslim

Mengutip dari buku Biografi Umar bin Al-Khathab, Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, 2018, Umar bin Khattab merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw dan Khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar As-Siddiq. Umar bin Khattab berkuasa pada tahun 634 M sampai 644 M.
Dalam khutbah-khutbahnya, Umar tidak hanya memberikan nasihat religius, tetapi juga menekankan pentingnya keadilan, persatuan, dan tanggung jawab sosial.
Khutbah ini telah menjadi panduan bagi banyak generasi dalam memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Berikut adalah khutbah Umar bin Khattab di depan pasukan muslim di Jaibiyah:
Bismillaahirrahmaanirrahim, Aku berwasiat kepada kalian untuk selalu bertakwa kepada Allah Swt, Dia yang kekal abadi dan yang selain-Nya fana, yang memuliakan wali-wali-Nya dengan ketaatan mereka dan membinasakan musuh-musuh-Nya dengan kemaksiatan mereka.
Tidak ada alasan bagi orang yang binasa untuk mengira bahwa kesesatan yang dia kerjakan akan membawa kepada petunjuk, tidak pula kebenaran yang dia tinggalkan akan membawa kepada kesesatan, karena syariat telah jelas, hujah telah kokoh, dan alasan telah terputus.
Tidaklah tepat seseorang mengandalkan hasil perbuatannya, tetapi hendaknya ia bersandar pada janji Allah melalui jalan agama ini, yang dengan itu Allah akan memberikan petunjuk.
Adalah kewajiban kami untuk mengajak kalian agar selalu mengerjakan apa yang telah Allah perintahkan dan menyempurnakan ketaatan kepada-Nya, serta mencegah kalian dari apa yang telah Allah larang dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.
ADVERTISEMENT
Kami hendak menegakkan perintah Allah pada diri kalian, dan tidak akan membiarkan kalian menyimpang dari jalan kebenaran. Aku mengetahui ada golongan-golongan yang merasa aman dengan agama mereka, hingga mereka berkata: kami telah salat bersama orang-orang yang salat, kami telah berjuang bersama mujahidin, kami telah tinggal bersama kaum muhajirin.
Namun, sungguh keadaan mereka tidak mencerminkan apa yang mereka ucapkan. Karena iman itu bukanlah perhiasan di bibir semata. Tidaklah sah orang yang shalat, kecuali dikerjakan pada waktu-waktu yang telah Allah tetapkan: “Sesungguhnya shalat itu bagi kaum mukmin adalah fardhu yang waktunya telah ditetapkan” (QS An-Nisaa [4]: 103).
Tidak pula sah seseorang berhijrah sekalipun dia tinggal bersama kaum muhajirin, karena muhajirin yang sesungguhnya adalah mereka yang telah meninggalkan keburukan diri mereka.
ADVERTISEMENT
Tidak pula sah seseorang berjihad apalagi dia hanya ikut-ikutan. Namun ketahuilah bahwa jihad fi sabilillah itu adalah mujahadah (berjuang) melawan musuh dan menjauhi larangan Allah.
Banyak orang yang tersesat dalam pertempuran dan mereka tidak mengharapkan keuntungan atau penghargaan atas apa yang mereka lakukan; itulah sebenar-benarnya kematian: mati dari segala keinginan.
Ketahuilah bahwa dalam puasa terkandung pengharaman (sebagaimana Masjidil-Haram), yaitu mencegah apa yang dapat mendatangkan mudharat bagi kaum muslimin, seperti seseorang mencegah dirinya dari makanan, minuman, dan perempuan. Itulah puasa yang sempurna.
Tunaikan zakat yang diwajibkan Rasulullah saw. Zakat itu akan mendatangkan kebaikan bagi jiwa kalian, maka janganlah kalian mengharapkan ketidakseimbangan dari harta yang dikeluarkan.
Sesungguhnya orang-orang yang berjaya adalah yang memperjuangkan agamanya, dan orang-orang yang beruntung adalah yang memberi nasehat kepada saudaranya. Sesungguhnya mengikuti sunnah dalam porsi yang cukup jauh lebih baik daripada berijtihad dalam bid'ah.
ADVERTISEMENT
Berpegang teguhlah pada Al-Quran. Sungguh di situ terdapat cahaya dan obat. Selain Al-Quran, hanya akan membawa malapetaka.
Sesungguhnya manusia terikat oleh apa yang menguasainya. Maka mintalah perlindungan kepada Allah agar senantiasa menjaga kita dari dendam yang menggunung, hawa nafsu yang menumpuk, dan dunia yang melekat.
Aku khawatir kalian terikat pada orang-orang yang dzhalim, maka janganlah terlena dengan mereka yang menjanjikan harta dan keuntungan.

Keteladanan Umar Bin Khattab yang Patut Ditiru

Ilustrasi Keteladanan Umar Bin Khattab yang Patut Ditiru. Unsplash/Fabien Bazanegue
Mengutip dari buku Ensiklopedia Sahabat Rasulullah, Wulan Mulya Pratiwi, 2021, Berikut adalah beberapa sifat keteladanan Umar Bin Khattab:

1. Setia pada Allah Swt dan Nabi Muhammad saw

Umar Bin Khattab tidak hanya sekadar beriman pada Allah Swt dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw secara lahiriah, tetapi juga menjadikan keimanan sebagai inti dari setiap tindakan dan keputusannya.
ADVERTISEMENT
Baginya, iman adalah fondasi yang kokoh yang membimbingnya dalam menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan dan kebijaksanaan. Umar meyakini bahwa hubungan pribadi dengan Sang Pencipta adalah kunci untuk meraih ketenangan batin dan kebahagiaan sejati.
Oleh karena itu, dia selalu mengutamakan ibadah dan dzikir dalam setiap kesempatan, mengingat kebesaran Allah dan memperkuat hubungannya dengan-Nya. Selain itu, Umar menjunjung tinggi ajaran dan teladan Nabi Muhammad saw sebagai panduan hidupnya.
Dia menghayati setiap nilai dan prinsip yang diajarkan Rasulullah dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan, sehingga menjadi teladan bagi umat Islam dalam mengarungi kehidupan dengan penuh kesabaran dan keberanian.

2. Berani dalam Segala Kondisi

Keberanian Umar Bin Khattab tidak hanya terlihat dalam medan perang, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupannya. Dia adalah sosok yang tidak gentar menghadapi segala tantangan dan ujian yang datang.
ADVERTISEMENT
Meskipun seringkali dihadapkan pada situasi yang menakutkan atau mengancam, Umar tetap tegar dan kokoh dalam prinsip-prinsipnya.
Baginya, keberanian bukanlah tentang ketiadaan rasa takut, tetapi kemampuan untuk mengatasi rasa takut tersebut dengan keberanian dan keteguhan hati.
Keberaniannya dalam mengambil keputusan yang sulit dan menghadapi risiko dengan penuh keyakinan telah menginspirasi banyak orang untuk tetap tegar dan berani menghadapi tantangan hidup.
Sikapnya yang penuh keberanian dan keteguhan hati mengajarkan umat Islam untuk tidak pernah menyerah di tengah jalan, melainkan terus maju dengan keyakinan dan kepercayaan pada Allah Swt.

3. Keadilan

Umar Bin Khattab adalah sosok yang dihormati karena prinsip keadilan dan kesetiaannya pada nilai-nilai moral yang tinggi. Sebagai seorang pemimpin, Umar tidak pernah memihak pada golongan tertentu atau mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pribadi.
ADVERTISEMENT
Baginya, keadilan adalah prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambilnya. Umar memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang status sosial atau kekayaan, diperlakukan secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sikapnya yang adil dan tegas dalam menegakkan keadilan telah menciptakan fondasi yang kuat bagi kemakmuran dan kedamaian di bawah kepemimpinannya.
Umar juga dikenal karena kebijaksanaannya dalam menyelesaikan konflik dan perselisihan, yang selalu didasarkan pada prinsip keadilan dan kebenaran.
Keadilan adalah ciri khas kepemimpinan Umar Bin Khattab yang menjadi teladan bagi pemimpin masa kini dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis.

4. Hidup Sederhana

Umar Bin Khattab adalah contoh nyata dari seorang pemimpin yang hidup dengan sederhana dan rendah hati. Meskipun memegang posisi puncak kekuasaan sebagai khalifah, Umar tetap memilih untuk hidup dalam kesederhanaan dan keikhlasan.
ADVERTISEMENT
Baginya, kehidupan sederhana adalah wujud dari ketakwaan dan kepatuhan kepada ajaran Islam. Umar tidak tergoda oleh gemerlap dunia atau kekayaan duniawi, melainkan tetap memprioritaskan hubungan spiritual dengan Allah Swt.
Dia hidup dengan penuh kesederhanaan, tidak memperlihatkan kemewahan atau kemegahan dalam gaya hidupnya.
Sikapnya yang rendah hati dan sederhana telah menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berarti.

5. Bertanggung Jawab, Amanah, dan Peduli pada Rakyat

Sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab, Umar Bin Khattab selalu memprioritaskan kesejahteraan dan kepentingan rakyatnya di atas segalanya.
Dia memahami bahwa jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, Umar selalu berusaha untuk mengambil keputusan yang terbaik demi kesejahteraan umat Islam.
ADVERTISEMENT
Sikapnya yang tegas dan berwibawa telah menciptakan lingkungan yang aman dan stabil bagi rakyatnya. Selain itu, Umar juga dikenal karena kepeduliannya yang mendalam terhadap nasib dan kebutuhan rakyatnya.
Dia sering kali melakukan kunjungan langsung ke berbagai wilayah untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka, serta memberikan bantuan dan dukungan sesuai dengan kemampuannya.
Sikap bertanggung jawab, amanah, dan peduli inilah yang membuat Umar Bin Khattab dihormati dan diingat sebagai salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah Islam.
Itulah khutbah Umar bin Khattab di depan pasukan muslim di Jaibiyah. Dengan kebijaksanaan dan keadilan yang menjadi ciri khas kepemimpinannya, Umar bin Khattab telah memberikan arahan yang berharga bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan.
ADVERTISEMENT