Konten dari Pengguna

Kingdom Animalia: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Klasifikasinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kingdom Animalia, Foto: Unsplash/Patrice Audet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kingdom Animalia, Foto: Unsplash/Patrice Audet

Dalam ilmu Biologi, kingdom animalia meliputi seluruh binatang yang hidup di bumi. Jumlah spesies hewan di dunia tercatat sedikitnya 8,7 juta spesies. Kingdom ini disebut sebagai kingdom dengan anggota terbanyak.

Berbeda dengan tumbuhan yang dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanan sendiri, kelangsungan hidup hewan sejatinya berpatok pada usaha individu atau koloni dalam mencari makanan sebagai sumber energi.

Setiap spesies hewan memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan makanannya, tergantung pada jenis dan klasifikasi binatang tersebut (Nur’aini, et al., 2015 dalam Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Volume 1).

Daftar isi

Kingdom Animalia

Lingkungan manusia erat kaitannya dengan keterlibatan hewan, contohnya yaitu manusia memelihara hewan tertentu untuk dimanfaatkan bagiannya. Untuk lebih memahami lingkungan, simak penjelasan kingdom animalia berikut:

1. Pengertian Kingdom Animalia

Kingdom secara harfiah berarti kerajaan dan animalia yang berarti hewan. Dalam biologi, kingdom merupakan tingkatan taksonomi kedua setelah domain sebagai bentuk pengelompokkan makhluk hidup.

Kingdom atau kerajaan hewan adalah istilah yang mengacu pada semua spesies hewan di Bumi. Selain itu, kerajaan animalia juga dianggap sebagai kelompok paling modern dibandingkan empat kingdom lainnya.

Kingdom hewan memiliki struktur tubuh dan organ yang lebih sempurna untuk menunjang kehidupannya. Kingdom ini mencakup organisme yang memiliki sel eukariotik, yaitu sel dengan sistem endomembran, selubung inti, dan organel.

2. Ciri-Ciri

  • Kingdom hewan termasuk organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri, melainkan membutuhkan sel organik dari organisme lain, misalnya mengonsumsi tumbuhan.

  • Bersifat motil atau aktif bergerak. Sebagaimana hewan pada umumnya yang manusia lihat, berbagai jenis hewan cenderung aktif bergerak, berpindah tempat, salah satunya untuk mencari sumber energi berupa makanan.

  • Kingdom animalia mempunyai membran sel tetapi tidak memiliki struktur dinding sel. Membran sel pada hewan memiliki struktur fleksibel, sehingga memudahkan hewan untuk aktif bergerak sesuai dengan instingnya.

  • Sistem organ hewan dianggap lengkap. Terdapat sistem otot, sistem pencernaan, sistem kerangka, sistem kekebalan tubuh, sistem reproduksi, dan hormon. Sehingga kingdom ini dijuluki sebagai kingdom paling modern.

  • Sebagian besar spesies hewan di kingdom ini bereproduksi secara seksual yaitu membuahi sel telur dengan sperma yang kemudian menghasilkan zigot. Hewan biasanya akan melalui fase kawin dengan pasangannya untuk bereproduksi.

  • Beberapa spesies bereproduksi secara aseksual melalui fragmentasi, pembelahan diri, atau pun bertunas. Berkebalikan dengan reproduksi seksual, reproduksi aseksual tidak melibatkan pasangan untuk dapat menghasilkan keturunan.

  • Bentuk tubuh spesies pada kingdom hewan sangat bervariasi, dari simetri bilateral, simetri radial, hingga asimetris. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu, faktor genetik dan lingkungan.

3. Klasifikasi

Terdapat dua dasar pengklasifikasian animalia, yaitu 1) berdasarkan simetri tubuh, dan 2) berdasarkan pada keberadaan tulang belakang. Dari dua jenis klasifikasi tersebut terbagi lagi ke dalam beberapa jenis animalia di dalamnya.

  • Berdasarkan Simetri Tubuh

Berdasarkan simetri tubuh, animalia terbagi kembali pada 2 bagian yaitu, radial dan bilateral. Kedua kelompok tersebut berpatok pada susunan tubuh yang dimiliki oleh masing-masing spesies dan biasanya dapat dilihat secara langsung.

Animalia simetri radial memiliki bentuk tubuh yang tersusun secara melingkar, serta apabila dipotong akan menghasilkan potongan tubuh dengan bentuk yang sama. Contohnya adalah filum Porifera, Coelenterata, dan Echinodermata.

Klasifikasi selanjutnya yaitu bilateral. Animalia dengan simetri bilateral bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian lainnya, sehingga jika dipotong akan dihasilkan bagian yang sama antara sisi kanan dan kiri.

Adapun contoh spesies animalia yang termasuk ke dalam klasifikasi simetri bilateral yaitu, filum Annelida, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Mollusca, Arthrophoda, dan semua animalia yang termasuk golongan vertebrata.

  • Berdasarkan Tulang Belakang

Animalia jika diklasifikasikan berdasarkan tulang belakang, maka akan terbagi menjadi 2 bagian lagi di dalamnya, yaitu, golongan invertebrata dan golongan vertebrata. Kedua golongan tersebut memiliki ciri khas masing-masing.

Hewan golongan invertebrata didefinisikan sebagai hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Sedangkan, golongan vertebrata sebaliknya, yaitu animalia yang memiliki tulang belakang, sehingga biasanya lebih kokoh.

Filum yang termasuk ke dalam golongan invertebrata yaitu, Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata, dan Arthropoda. Sebagian di antaranya jarang diketahui manusia.

Jika invertebrata terdiri dari 8 filum, maka vertebrata memiliki lebih sedikit filum, yaitu berjumlah 5 filum saja. Filum-filum tersebut sangat familiar, yaitu, Filum Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia.

Filum-Filum Pada Kerajaan Hewan

Ilustrasi Golongan Invertebrata, Foto: Unsplash/Adrien Stachowiak
  • Porifera Porifera merupakan animalia berongga seperti spons yang hidup di perairan. Terdapat setidaknya 5000 spesies Porifera yang tersebar di seluruh perairan dunia berdasarkan pada sumber Encyclopedia Britannica. Filum ini hanya memiliki lapisan tubuh tunggal tanpa jaringan yang sejati atau sering disebut dengan monoblastik, sehingga filum Porifera dikenal baik sebagai hewan paling sederhana dibanding dengan animalia lain. Istimewanya, hewan spons ini bersifat hermafrodit, artinya makhluk berjenis kelamin dua, terdiri dari sperma dan sel telur. Sperma pada Porifera dihasilkan oleh sel leher/koanosit, serta sel telur dihasilkan oleh sel amoeboid.

  • Cnidaria/Coelenterata Cnidaria berasal dari kata Cnidos (Bahasa Yunani) yang berarti jarum penyengat. Hal tersebut dikarenakan Cnidaria memiliki knidosit yang merupakan sel penyengat. Knidosit berfungsi untuk menangkap mangsa atau melindungi diri. Sel penyengat filum ini memiliki organ sel yang menyerupai kapsul, serta di dalamnya terdapat nematokis yang merupakan helaian benang. Benang tersebut mampu menembus jaringan atau organ pada mangsanya. Cnidaria dibagi lagi berdasar bentuk tubuhnya yaitu, Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Dari ketiga jenis Cnidaria tersebut, sebagian besar animalia kategori ini berhabitat di laut, kecuali Hydra yang hidup di air tawar.

  • Platyhelminthes Platyhelminthes bermakna cacing pipih dalam bahasa Yunani. Hewan ini bersifat hermaprodit, serta umumnya filum ini menjadi endoparasit bagi hewan lain maupun manusia dan sebagiannya hidup di perairan. Animalia jenis ini termasuk pada organisme triploblastik yang artinya tubuh organismenya tersusun atas tiga lapisan. Lapisan tersebut meliputi: 1) Endoderm – lapisan dalam, 2) Mesoderm – lapisan tengah, dan 3) Ektoderm – luar. Platyhelminthes terbagi lagi ke dalam 3 kelas yaitu, Turbellaria, Trematoda, dan Cestoda. Ketiga kelas tersebut berhabitat sebagaimana filum ini secara umum yaitu sebagai endoparasit maupun di perairan, baik laut atau tawar.

  • Nematelminthes Berbeda dengan Platyhelminthes, Nemathelminthes merupakan kategori animalia yang berupa cacing dengan tubuh panjang dan bulat. Selain itu, tubuh filum ini tidak beruas-ruas dan memiliki rongga tubuh semu sebagai ciri. Jenis cacing ini memiliki sistem pencernaan yang terbilang lebih lengkap dibanding Platyhelminthes, terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus. Nemathelminthes juga termasuk organisme triploblastik dengan 3 lapis organ. Nemathelminthes terbagi menjadi 2 kelas yaitu, Nematoda dan Nematomorpha. Beberapa di antara filum ini hidup sebagai parasit pada hewan lain atau pada manusia sekalipun, sebagaimana filum Platyhelminthes.

  • Annelida Jika Nemathelminthes bentuk tubuhnya tidak beruas, maka Annelida kebalikannya. Annelida merupakan sebutan untuk cacing yang tubuhnya memiliki segmen dan terlihat beruas. Segmen tersebut dikenal sebagai Annuli. Annelida termasuk organisme triploblastik, serta memiliki Coelomata (rongga tubuh sejati). Filum ini termasuk hermaprodit dan memiliki sistem pencernaan sempurna, serta terdapat kutikula tipis pada tubuhnya. Annelida dapat bereproduksi secara seksual (konjugasi) dan aseksual (fregmentasi). Cacing ini terdiri dari 3 klasifikasi di dalamnya berdasar pada seta (rambut kaku) yaitu, Hirudinea, Oligochaeta, dan Polychaeta.

  • Mollusca Mollusca adalah hewan dengan tubuh lunak yang termasuk dalam kelompok triploblastik, memiliki selomata, bersifat hermafrodit, serta pada umumnya memiliki cangkang seperti siput dan kerang-kerangan. Beberapa hewan Mollusca yang tidak bercangkang di antaranya cumi-cumi, sotong, dan gurita. Meskipun Mollusca merupakan hewan hermafrodit, filum ini hanya bereproduksi secara seksual tidak seperti filum-filum sebelumnya. Mollusca terbagi lagi menjadi 5 kelas yakni, Pelecypoda, Scaphopoda, Gastropoda, Cephalopoda, dan Amphineura. Tubuh Mollusca terdiri dari 3 struktur utamanya berupa, kaki, Massa Viseral, dan mantel.

  • Echinodermata Echinodermata merupakan sebutan bagi hewan yang memiliki kulit berduri. Filum ini memiliki lapisan tubuh triploblastik dan selomata (rongga sejati). Hewan dengan kulit berduri ini memiliki sistem pencernaan yang lengkap. Bintang laut, teripang, bulu babi, dan lili laut adalah contoh dari hewan Echinodermata yang berhabitat di lautan. Filum ini tidak memiliki sistem peredaran darah, bereproduksi secara seksual, serta bergerak dengan kaki ambulakral.

  • Arthropoda Arthropoda merupakan sebutan bagi hewan yang memiliki kaki beruas. Hewan jenis ini memiliki eksoskeleton atau rangka luar yang mengandung senyawa kitin untuk melindungi diri dari serangan musuh atau ancaman lain. Filum ini memiliki lapisan triploblastik dan selomata. Selain itu, struktur tubuhnya terdiri dari kepala, dada, serta perut. Uniknya, Arthropoda memiliki alat pernafasan bervariasi yakni, trakea, paru-paru buku, atau insang.

Ilustrasi Golongan Vertebrata, Foto: Unsplash/Erzsébet Vehofsics
  • Pisces Pisces termasuk dalam kategori hewan vertebrata berdarah dingin dan hidup di dalam air. Sistem pernafasan hewan berhabitat di air menggunakan insang, serta bergerak menggunakan ekor dan sirip di perairan. Morfologi tubuhnya bersisik, dengan sisik yang melingkupi seluruh tubuh Pisces. Hewan dengan kategori Pisces akan bertelur untuk menghasilkan keturunan. Ikan-ikanan, lobster, dan udang termasuk dalam filum Pisces.

  • Amphibia Amphibia atau Amfibi merupakan sebutan bagi hewan yang mampu hidup di 2 tempat atau habitat, seperti di darat dan di air. Amfibi terdiri dari kata Amphi yang berarti rangkap dan Bios yang berarti hidup. Hewan Amfibi dilengkapi dengan 2 alat pernafasan untuk menunjang kehidupan di 2 alam yang berbeda; paru-paru dan insang. Hewan ini bertelur dan memiliki metamorfosis sempurna, seperti katak.

  • Reptilia Reptilia sering dikenal dengan sebutan hewan melata. Hewan reptilian biasanya bergerak dengan tubuhnya atau sering disebut dengan merayap. Kendati habitat aslinya di daratan, Reptilia justru dikenal sebagai hewan berdarah dingin. Umumnya, filum Reptilia memiliki struktur tubuh yang lengkap, kecuali ular tidak memiliki kaki. Untuk menghasilkan keturunan, hewan ini sebagian berkembang biak secara ovipar dan sebagian secara ovovivipar.

  • Aves Ciri khas hewan filum Aves adalah bulu yang memenuhi tubuhnya. Bulu tersebut berfungsi untuk melindungi tubuh dan menjaga keseimbangan Aves saat terbang. Filum ini tergolong hewan berdarah panas. Sistem tubuh Aves akan secara otomatis memproduksi keringat untuk mengatur suhu tubuhnya, guna memberi rasa nyaman dan aman. Sebagian kelompok Aves mampu terbang dan sebagiannya lagi tidak, seperti ayam dan bebek. Dalam bahasa sederhana, Aves seringkali dikenal dengan jenis burung-burungan. Di mana hewan dengan jenis tersebut berkembang biak dengan cara bertelur atau ovipar, serta ukuran telurnya beragam tergantung jenis Avesnya.

  • Mamalia Hewan Mamalia dikenal sebagai hewan menyusui, karena Mamalia memiliki kelenjar susu pada tubuhnya. Selain itu, pada tubuhnya juga terdapat kelenjar lain yaitu kelenjar minyak dan kelenjar keringat yang ditutupi rambut. Sebagian besar Mamalia berkembang biak secara melahirkan untuk menghasilkan keturunan. Habitat Mamalia sendiri adalah daratan, sehingga hewan ini berdarah panas. Contoh hewan Mamalia adalah sapi, Kambing, dll.

Kingdom animalia dapat dipelajari di sekolah sebagai salah satu upaya mengenal lingkungan secara menyeluruh, berdasar pada pengertian, ciri-ciri, dan klasifikasi yang telah disampaikan.

Baca juga: Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan dan Ragamnya