Kingdom Fungi: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi, dan Manfaatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fungi merupakan salah satu kingdom dari organisme eukariotik yang bersifat heterotrof, artinya mendapat nutrisi dari bahan organik. Di Indonesia sendiri, kingdom fungi lebih dikenal dengan sebutan jamur.
Dikutip dari Buku Segala Sesuatu tentang Makhluk Hidup, Azzurrino Riski, (2018:15), jamur merupakan organisme yang paling banyak tersebar di bumi. Jamur ini dapat berperan di lingkungan dan dunia medis.
Jamur memiliki kemampuan yang unik untuk bersimbiosis dengan tanaman atau bakteri lainnya. Jamur bertanggungjawab atas beberapa penyakit yang ada di hewan atau tumbuhan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kingdom Fungi: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi, dan Manfaatnya dalam Kehidupan
Terdapat sekitar 144.000 spesies organisme Kingdom Fungi yang diketahui. Beberapa contohnya di antaranya adalah mushrooms, mildews, smuts, yeasts, molds, dan juga rusts.
Pengertian
Pengertian Kingdom Fungi adalah jenis organisme eukariotik yang ditemukan hampir pada semua habitat di dunia, tetapi kebanyakan hidup di darat. Fungi memiliki peran besar sebagai pengurai dan siklus karbon.
Fungi hidup dengan bergantung pada zat organik yang telah jadi. Akan tetapi, tidak semua fungi masuk ke dalam kategori parasit karena mempunyai fungsi yang bermanfaat bagi kehidupan.
Beberapa fungi memiliki satu sel, namun ada juga yang memiliki banyak sel. Fungi bersel banyak disebut hife atau berbentuk benang dan bercabang-cabang membentuk miselium.
Jamur hidup di habitat yang lembap, kondisi kurang cahaya matahari, kondisi agak asam, dan mengandung banyak zat organik. Perkembangbiakan fungi secara seksual dan aseksual.
Secara umum, divisi ini mempunyai ciri-ciri yang hampir sama. Terdapat beberapa ciri-ciri fungi atau jamur sebagai berikut:
Uniseluler dan juga multiseluler.
Berkembang biak dengan cara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).
Memiliki bentuk tubuh beragam, seperti bulat, memanjang, atau bulat seperti telur.
Inti selnya dibungkus dengan membran inti.
Umumnya fungi mempunyai dinding sel.
Mempunyai dan memproduksi spora.
Pada jamur bersel satu, terdapat hifa, yakni sel yang membentuk benang.
Mengandung selulosa, zat kitin, mannan, dan glukan pada struktur tubuh jamur yang berfilamen dan dinding selnya.
Terdapat miselium untuk membentuk spora dan berfungsi untuk mendapatkan makanan serta sebagai alat reproduksi.
Tidak memiliki klorofil sehingga mendapatkan makanan dengan menyerap zat organik yang berasal dari tempat tinggalnya.
Dapat hidup di berbagai tempat, seperti kondisi lingkungan yang lembap, tidak membutuhkan cahaya, maupun sedikit asam sekalipun.
Karakteristik
Pada dasarnya, sel yang ada pada jamur mempunyai organel dan nukleus seperti sel hewan dan tumbuhan. Namun, dinding sel jamur memiliki kandungan kitin, bukan selulosa seperti pada sel tumbuhan.
Fungi bereproduksi secara aseksual dan seksual. Beberapa dari fungi atau jamur termasuk dalam kategori uniseluler (bersel tunggal), sedangkan yang lain multiseluler atau bersel banyak.
Fungi tumbuh dari hifa atau ujung filamen yang membentuk tubuh organisme atau miselia. Hifa terdiri atas kompartemen seperti sel dinding yang biasa disebut dengan septa.
Hifa dapat mempunyai lebih dari satu inti sel, nukleus serta organel lainnya yang mana dapat bergerak di antara mereka dalam proses aliran sitoplasma. Ini menjadi salah satu keunikan tersendiri dari fungi.
Jamur yang bersifat heterotrof harus mendapat nutrisi dari sumber makanan yang ada di luar tubuhnya. Sebagian besar jamur mempunyai enzim hidrolitik, seperti enzim lipase, amilase, pektinase, dan proteinase.
Jamur saprobe mendapatkan nutrisi bahan organik dari organisme yang telah mati. Sedangkan jamur parasit mendapatkan nutrisi dari tanaman, yang mana dapat menyebabkan penyakit.
Adapun jamur juga mempunyai hubungan simbiosis dengan hewan yang berfotosintesis, biasa disebut lichen atau lumut kerak. Sedangkan mikoriza adalah asosiasi antara jamur dengan akar tumbuhan.
Jamur biasanya hidup pada kisaran pH antara 2 sampai degan 8,5 dan membutuhkan oksigen bebas untuk pertumbuhannya. Pertumbuhan jamur cenderung lebih lambat dibandingkan bakteri.
Klasifikasi
Klasifikasi Kingdom Fungi dikelompokkan atas dasar pembentukan spora. Masing-masing divisi mempunyai ciri khas dan kegunaannya di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah empat divisi kingdom jamur:
1. Zygomycota
Zygomycota merupakan divisi fungi yang mana pembentukan sporanya berasal dari dua sel berbeda. Spora seksual dikenal dengan zigospora, sedangkan spora aseksual dikenal dengan sporangiospora.
Benang jamur pada Zygomycota tidak mempunyai sekat atau pembatas pada hifa. Zygomycota membentuk alat reproduksinya yang dikenal dengan zigosporangium, berasal dari kata “zygote”.
Zygomycota biasanya berada di habitat jamur terestrial atau daratan, atau saprofit yaitu jamur pelapuk yang tingggal pada inang yang sudah mati. Jamur ini menjadi parasit pada manusia dan tumbuhan.
Ciri-ciri Zygomycota:
Dinding sel pada jamur Zygomycota mengandung zat kitin.
Tidak mempunyai tubuh buah.
Melakukan reproduksi aseksual dan seksual.
Mempunyai hifa yang tidak bersekat (tidak ada septa) dan mempunyai beberapa koenositik atau inti.
Contoh Zygomycota:
Murcor mucedo untuk pembusukan kotoran hewan dan dapat ditemui di roti busuk.
Murcor javanicus untuk membantu pembuatan tape.
Rhizopus sp. Untuk membantu pembuatan tempe.
2. Ascomycota
Disebut dengan sac fungi, Ascomycota memiliki nama lain jamur kantung. Divisi jamur ini memproduksi spora dengan bagian reproduksi aseksual dengan konidiospora dan reproduksi seksual dengan askospora.
Jamur ini mempunyai hifa yang bersekat. Adapun habitat dari Ascomycota biasanya berada di dasar hutan yang berhumus tebal. Ascomycota memiliki dinding hifa yang diperkuat dengan selulosa dan bersifat heterokariotik.
Ciri-ciri Ascomycota:
Mempunyai talus uniseluler dan multiseluler.
Dinding hifa diperkuat dengan selulosa dan bersifat heterokariotik.
Bereproduksi vegetatif dan generatif.
Contoh Ascomycota:
Penicillum notatum untuk membantu pembuatan antibiotik penisilin.
Aspergillus oryzae untuk mengempukkan adonan roti.
Candidaalbicans penyebab infeksi pada kulit, mulut, dan kuku.
3. Deuteromycota
Jamur pada divisi ini tidak menunjukkan fase seksual. Deuteromycota mempunyai hifa yang bersekat dan mengandung zat kitin. Jamur ini membentuk spora dan konidia dengan reproduksi aseksual atau vegetatif.
Contohnya berbagai macam. Di antaranya adalah Malazasia fur-fur (jamur penyebab panu), Epidermophyton floccosum (jamur penyebab kutu air), dan Epidermophyton floccosum (jamur penyebab penyakit kaki atlet).
Ciri-ciri Deuteromycota:
Membentuk spora dan konidia dengan reproduksi vegetatif atau aseksual.
Mempunyai hifa yang bersekat dan mengandung zat kitin.
Dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Bersifat saprofit pada bahan organik dan bersifat parasit pada tanaman tinggi serta perusak tanaman hias.
Contoh Deuteromycota:
Helminthosporium sebagai parasit yang ada pada tanaman padi.
Alternaria sebagai parasit yang ada pada kentang.
Epidermophyton yang menyebabkan penyakit kuku, kulit, dan rambut.
4. Basidiomycota
Divisi ini memiliki bentuk seperti payung. Divisi ini sebagian besar jenisnya hidup sebagai parasit, meskipun terdapat juga yang saprofit. Basidiomycota bereproduksi secara seksual dan aseksual.
Reproduksi seksual terjadi dengan basidiospora, sedangkan reproduksi aseksual dengan konidia, fragmentasi, atau tunas. Secara umum, Basidiomycota terdiri atas tudung jamur, bilah atau lamella, tangkai tubuh atau stipe, dan bagian cincin atau annulus.
Ciri-ciri Basidiomycota:
Mempunyai hifa yang bersekat dan berinti haploid.
Memiliki tubuh buah, terdiri atas batang dan tudung dan berbentuk seperti payung.
Memiliki 3 macam miselium, di antaranya adalah miselium primer, miselium sekunder, dan miselium tersier.
Melakukan reproduksi generatif dan vegetatif.
Manfaat Fungi
Meski beberapa spesies jamur bersifat parasit dan menyebabkan penyakit, sebagian besar jamur mempunyai manfaat dalam kehidupan. Berikut adalah beberapa manfaat Kingdom Fungi:
Sebagai Obat
Manfaat jamur adalah sebagai obat-obatan bagi manusia. Sebagai contoh, jamur Penicillium chrysogenum dapat digunakan sebagai obat antibiotik penisilin untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Obat lain yang berasal dari fungi adalah siklosporin yang berasal dari Tolypocladium inflatum. Obat ini berfungsi untuk membantu tahap transplantasi organ. Kemudian, obat lovastatin dari jamur Aspergillus terreus untuk menurunkan kolesterol.
Sebagai Bahan Makanan
Jamur dapat dijadikan sebagai sumber bahan makanan. Jamur dapat dijadikan sebagai asupan gizi bagi orang yang memilih untuk pola hidup vegan atau vegetarian.
Meskipun fungi bukan termasuk tumbuhan, fungi sudah pasti bukan hewan. Jamur dapat menjadi salah satu pilihan bahan makanan di luar kategori daging-dagingan. Jamur dimanfaatkan untuk membantu proses fermentasi singkong menjadi tape.
Sebagai Dekomposer
Di samping itu, jamur juga berfungsi sebagai dekomposer. Jamur berperan untuk menguraikan bahan organik pada sisa-sisa organisme yang sudah mati, seperti bangkai hewan, daun kering, dan kotoran hewan.
Jamur menjadi bagian penting untuk dekomposer sebagai bagian berharga untuk membersihkan bumi. Selain itu, juga membantu menyediakan nutrisi penting bagi produsen utama ekosistem.
Jamur memiliki keunikan tersendiri dengan klasifikasi dan karakteristik masing-masing per divisi. Secara umum, struktur tubuh jamur tersusun atas filamen atau benang multiseluler.
Itulah penjelasan tentang Kingdom Fungi meliputi pengertian, karakteristik, dan klasifikasinya. Beberapa jamur mungkin dianggap sebagai parasit, tetapi sebagian juga dapat bermanfaat dalam kehidupan. (Aww)
Baca juga: Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan dan Ragamnya
