Konten dari Pengguna

Kisi-Kisi OMI 2026, Materi yang Perlu Dipelajari Sebelum Kompetisi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisi-kisi OMI 2026. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisi-kisi OMI 2026. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate

Kisi-kisi OMI 2026 mencakup sejumlah kemampuan yang perlu dikuasai peserta sesuai jenjang dan bidang kompetisi yang diikuti.

OMI 2026 menguji kemampuan peserta dalam memahami konsep, menganalisis persoalan, serta menerapkan pengetahuan pada berbagai situasi yang relevan.

Materi kompetisi juga memadukan unsur sains, teknologi, nilai keislaman, budaya lokal, dan kemampuan berpikir kritis dalam penyelesaian soal.

Kisi-kisi OMI 2026, Olimpiade Madrasah Indonesia

Ilustrasi Kisi-kisi OMI 2026. Foto: Unsplash.com/Erik Mclean

Kisi-kisi OMI 2026 mencakup materi dan kemampuan pada Bidang Sains serta ruang lingkup Bidang Riset.

OMI merupakan Olimpiade Madrasah Indonesia, kompetisi yang mencakup bidang sains dan riset bagi peserta didik pada jenjang yang telah ditentukan.

Pelaksanaan OMI 2026 dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional.

Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026 dengan tahapan yang berbeda untuk Bidang Sains dan Bidang Riset. Berikut adalah beberapa kisi-kisi yang perlu diperhatikan dalam OMI 2026.

1. Integrasi Nilai Keislaman

Soal dapat mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai Islam, seperti fenomena alam dalam perspektif Islam, kontribusi ilmuwan Muslim, serta penerapan sains yang berlandaskan nilai moral dan spiritual.

2. Penerapan Sains dan Teknologi

Materi dapat menghubungkan konsep sains dengan teknologi dalam bidang kesehatan, pertanian, energi terbarukan, riset ilmiah, dan kehidupan sehari-hari.

Peserta perlu memahami penerapan konsep, bukan hanya menghafalkan teori.

3. Fenomena dan Kearifan Budaya Lokal

Soal dapat mengambil konteks pemanfaatan sumber daya alam, teknologi tradisional yang dikembangkan secara modern, serta konservasi lingkungan berbasis kearifan lokal Indonesia.

4. Kurikulum Berbasis Cinta

Cakupannya meliputi pengembangan karakter, pembelajaran berbasis nilai, kepedulian terhadap lingkungan, pembelajaran kolaboratif, keterampilan sosial, pendidikan keluarga dan komunitas, serta refleksi diri.

5. Kemampuan Berpikir Kritis dan Analitis

Peserta perlu mampu memahami persoalan, menganalisis data, menginterpretasikan hasil eksperimen, menemukan hubungan antarkomponen, dan menentukan solusi terhadap masalah yang diberikan.

6. Soal Berbasis Konteks dan Aplikatif

Soal dapat menggunakan persoalan nyata yang berkaitan dengan kehidupan peserta dan perkembangan global.

Perubahan iklim, kesehatan masyarakat, teknologi digital, serta persoalan lingkungan dapat digunakan sebagai konteks penerapan konsep sains.

7. Analisis Data dan Hasil Eksperimen

Peserta perlu berlatih membaca tabel, data, hasil pengamatan, maupun hasil percobaan.

Kemampuan mengolah informasi tersebut diperlukan untuk menemukan pola, membuat interpretasi, dan menarik kesimpulan secara logis.

8. Pemecahan Masalah Kompleks

Soal dapat menggabungkan beberapa konsep sehingga membutuhkan penalaran bertahap.

Peserta perlu menentukan informasi yang relevan, memilih konsep yang tepat, kemudian menyusun penyelesaian secara sistematis.

9. Ruang Lingkup Bidang Riset

Bidang Riset untuk jenjang MTs dan MA mencakup Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.

10. Ekoteologi dan Keilmuan

Ruang lingkup ini mencakup penelitian mengenai lingkungan dan agama, kurikulum cinta serta kepedulian terhadap bumi, kesehatan dan agama, serta inovasi sains atau teknologi yang berkaitan dengan agama.

11. Sustainable Development Goals (SDGs)

Fokus riset meliputi pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, sosial, budaya, pengentasan kemiskinan, inovasi praktik pembelajaran, kesehatan mental, serta ketahanan jiwa.

12. Transformasi Digital

Penelitian dapat membahas pengembangan sistem pembelajaran adaptif berbasis digital dan kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan, bahasa, pertanian, kesehatan, serta etika.

13. Bentuk Soal Bidang Sains

Pada tingkat Kabupaten/Kota terdapat 25 soal pilihan ganda. Tingkat Provinsi terdiri atas 20 soal pilihan ganda dan 5 soal pilihan ganda kompleks, sedangkan tingkat Nasional atau final terdiri atas 10 soal isian singkat dan 5 soal esai serta eksplorasi atau eksperimen.

14. Kemampuan Eksplorasi dan Eksperimen

Tahap Nasional atau final tidak hanya mengandalkan tes tertulis. Peserta perlu mampu menerapkan konsep, melakukan eksplorasi atau eksperimen, membaca hasilnya, dan menjelaskan jawaban secara runtut.

Itulah kisi-kisi OMI 2026 yang dapat dipelajari sebagai gambaran cakupan materi dan kemampuan yang perlu dipersiapkan peserta.

Latihan dapat difokuskan pada pemahaman konsep, analisis data, pemecahan masalah, serta kemampuan menghubungkan ilmu dengan konteks yang diberikan. (Shofia)

Baca Juga: Pengumuman OSN-K Susulan yang Patut Diketahui Para Peserta