Kisi-Kisi TKA SMP 2026 dan Materi yang Harus Dipelajari

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisi-kisi TKA SMP 2026 menjadi gambaran materi yang digunakan dalam Tes Kemampuan Akademik bagi peserta jenjang SMP, MTs, dan sederajat.
Setiap mata pelajaran memiliki cakupan kompetensi, bentuk keterampilan, serta materi yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir pada beberapa tingkat.
Persiapan yang dilakukan secara bertahap membantu penguasaan konsep sekaligus membiasakan penyelesaian soal dalam beragam konteks.
Pembahasan Materi Kisi-kisi TKA SMP 2026
Dikutip dari pusmendik.kemendikdasmen.go.id, berikut adalah kisi-kisi TKA SMP 2026 yang mencakup mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dengan materi, kompetensi, serta kemampuan berpikir yang diukur dalam asesmen.
Pada mata pelajaran Matematika, ruang lingkup materi mengacu pada elemen yang dipelajari dalam Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka.
Empat elemen utama yang menjadi cakupan meliputi bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang.
Logika matematika tidak dipisahkan sebagai materi tersendiri, melainkan diterapkan pada seluruh elemen ketika menyelesaikan persoalan.
Soal matematika tidak hanya berupa perhitungan langsung, tetapi juga menggunakan konteks kehidupan sehari-hari.
Permasalahan dapat berkaitan dengan aktivitas pribadi, keluarga, maupun lingkungan sekitar sehingga kemampuan memahami situasi menjadi bagian penting dalam penyelesaian soal.
Kemampuan yang diukur pada Matematika dibagi menjadi tiga level kognitif. Level pertama adalah pengetahuan dan pemahaman.
Pada tahap ini peserta diuji melalui kemampuan menghitung menggunakan operasi aritmetika maupun aljabar, memahami grafik, tabel, diagram, dan bentuk visual lainnya, mengelompokkan objek sesuai konsep matematika, serta mengidentifikasi fakta maupun prinsip pada suatu persoalan.
Level kedua merupakan aplikasi. Kemampuan yang dinilai meliputi memodelkan persoalan kontekstual menjadi kalimat matematika, menerapkan strategi penyelesaian menggunakan konsep yang sesuai, serta menginterpretasikan makna berbagai situasi atau representasi matematika.
Level ketiga adalah penalaran. Kemampuan ini mencakup menganalisis hubungan beberapa konsep matematika, memecahkan persoalan baru yang tidak rutin, mengevaluasi strategi penyelesaian, menarik kesimpulan yang valid dari data atau bukti, hingga membuat generalisasi terhadap hubungan konsep yang lebih luas.
Materi bilangan meliputi bilangan real beserta berbagai bentuknya. Pembahasan mencakup perbandingan dan sifat-sifat bilangan, operasi hitung, estimasi hasil perhitungan, faktorisasi prima, rasio yang terdiri atas skala, proporsi, dan laju perubahan, serta perbandingan senilai maupun berbalik nilai.
Jenis bilangan yang digunakan meliputi bilangan bulat, rasional, irasional, bilangan berpangkat bulat, bilangan akar, hingga notasi ilmiah. Pada elemen aljabar terdapat beberapa submateri penting, yaitu:
Persamaan linear satu variabel.
Pertidaksamaan linear satu variabel.
Sistem persamaan linear dua variabel.
Bentuk aljabar beserta sifat komutatif, asosiatif, dan distributif.
Relasi dan fungsi yang meliputi domain, kodomain, serta range.
Barisan berhingga dan deret berhingga.
Elemen geometri dan pengukuran mencakup hubungan sudut pada dua garis berpotongan maupun dua garis sejajar yang dipotong garis transversal, termasuk penentuan besar sudut segitiga.
Materi lainnya meliputi Teorema Pythagoras, kekongruenan, kesebangunan bangun datar, jaring-jaring prisma, tabung, limas, dan kerucut, transformasi geometri berupa refleksi, translasi, rotasi, serta dilatasi.
Bagian pengukuran meliputi keliling dan luas bangun datar, luas daerah gabungan, serta volume prisma, limas, dan bola.
Pada elemen data dan peluang, materi yang dipelajari mencakup penyusunan pertanyaan untuk memperoleh data, penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, diagram garis, maupun diagram lingkaran.
Materi lain meliputi interpretasi data, penentuan mean, median, modus, jangkauan, perbandingan ukuran pemusatan dan penyebaran data, serta peluang kejadian tunggal dan frekuensi relatif.
Sementara itu, Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca. Teks yang digunakan terdiri atas teks informasi dan teks fiksi.
Teks informasi berisi fakta, konsep, atau prosedur dari berbagai bidang, sedangkan teks fiksi dapat berupa cerita rekaan, sejarah, maupun biografi dengan alur, tokoh, dan latar yang beragam.
Kosakata dalam bacaan meliputi kata umum, kata berimbuhan, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, hingga makna konotatif dalam konteks tertentu.
Kalimat umumnya terdiri atas 5 sampai 9 kata dengan bentuk kalimat tunggal maupun majemuk setara. Panjang teks berkisar 200 hingga 250 kata, kecuali puisi. Kompetensi membaca yang dinilai meliputi:
Mengidentifikasi informasi tersurat.
Menyusun ulang, mengelompokkan, dan membuat ikhtisar isi bacaan.
Menyimpulkan informasi tersirat.
Menilai gagasan, fakta, maupun opini.
Memberikan tanggapan terhadap isi dan penggunaan bahasa dalam teks.
Kompetensi tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pemahaman tekstual menilai kemampuan mengenali istilah, objek, latar, informasi penting, serta menyusun kerangka isi bacaan.
Pemahaman inferensial mengukur kemampuan menyimpulkan ide pokok, tokoh, latar, hubungan antargagasan, memprediksi peristiwa, serta menjelaskan bahasa kias dan citraan.
Evaluasi dan apresiasi menilai kemampuan menghubungkan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari, membandingkan ketepatan unsur maupun isi antarteks, serta menyimpulkan respons emosional terhadap karya fiksi.
Persiapan yang terarah akan membantu penguasaan materi sekaligus melatih kemampuan memahami soal dengan berbagai tingkat kesulitan.
Kisi-kisi TKA SMP 2026 dapat dimanfaatkan sebagai panduan untuk mengenali ruang lingkup materi dan kompetensi yang diukur dalam asesmen. (Shofia)
Baca Juga: Jadwal Simulasi TKA SMP 2026 Resmi Dirilis, Catat Tanggalnya
