Komponen-Komponen Cuaca dan Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cuaca adalah keadaan dinamika udara di atmosfer pada waktu sesaat dan tempat tertentu, bukan dalam jangka waktu yang panjang. Komponen-komponen cuaca terdiri atas temperatur udara, tekanan udara, curah hujan, angin, awan, dan kelembapan udara.
Cuaca umumnya dapat dinyatakan dengan kondisi hujan, suhu udara, jumlah tutupan awan, penguapan, kelembapan, dan kecepatan angin di suatu tempat dari hari ke hari. Kurun waktu yang digunakan dalam analisis cuaca adalah satu hari sampai satu minggu.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai komponen-komponen cuaca dan perannya. Simak uraian lengkapnya berikut ini.
Komponen-Komponen Cuaca
Dikutip dari Penerapan Klimatologi dalam Pertanian 4.0 oleh Bayu Dwi Apri Nugroho, berikut komponen-komponen cuaca.
1. Suhu atau Temperatur Udara
Panas yang terjadi di bumi bersumber dari matahari dengan tingkat dan derajat panas matahari diukur menggunakan termometer. Suhu udara di bumi semakin naik ke atmosfer semakin turun.
Hal ini dapat digambarkan dengan setiap manusia naik 100 meter, suhu akan turun 1 derajat Celsius dalam keadaan kering.
Secara horizontal, suhu di berbagai tempat di permukaan bumi tidak sama. Dengan menggunakan peta isoterm, perbandingan suhu satu tempat dengan tempat yang lain akan mudah dilihat. Garis isoterm adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan suhu rata-rata yang sama.
Perubahan suhu sepanjang hari dapat diketahui dengan melihat catatan suhu pada termometer. Suhu tertinggi biasa terjadi pada pukul 1 atau 2 siang, sedangkan suhu terendah biasa terjadi pukul 4 atau 5 pagi.
Dari rata-rata derajat panas sepanjang harinya, didapatkan suhu harian. Dalam satu bulan, terdapat catatan suhu harian yang tidak sama setiap harinya.
Dari catatan suhu harian selama satu bulan tersebut kemudian diambil rata-rata dan dihasilkan suhu bulanan, yang tidak sama setiap bulannya.
Daerah dengan topografi rendah relatif lebih panas dibandingkan daerah berbukit dan pegunungan. Daerah khatulistiwa yang bersifat tropis lebih panas dibandingkan daerah subtropis dan kutub.
Sementara perbedaan suhu udara di banyak tempat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain letak garis lintang, ketinggian tempat, jenis permukaan, kelembaban udara, awan, arus samudra, dan jarak dari laut.
2. Tekanan Udara
Tekanan udara dapat diukur menggunakan barometer. Tekanan udara akan berbanding terbalik dengan ketinggian suatu tempat, sehingga semakin tinggi tempat dari permukaan laut, semakin rendah tekanan udaranya. Kondisi ini terjadi karena semakin tinggi tempat, akan semakin berkurang udara yang menekannya.
Satuan hitung tekanan udara adalah milibar, sedangkan garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan tekanan udara yang sama disebut isobar.
3. Angin
Perbedaan tekanan udara di suatu tempat dengan tempat yang lain menimbulkan aliran udara. Pada dasarnya, angin terjadi disebabkan oleh perbedaan penyinaran matahari pada tempat-tempat yang berlainan di muka bumi.
Perbedaan temperatur tersebut menyebabkan perbedaan tekanan udara. Aliran udara berlangsung dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke tempat dengan tekanan udara yang lebih rendah. Udara yang bergerak Inilah yang disebut angin.
Kecepatan angin dapat diukur menggunakan alat yang disebut anemometer. Salah satu kegunaan pengukuran arah dan kecepatan angin adalah untuk keperluan penerbangan dan navigasi di samping untuk keperluan lainnya.
4. Awan
Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal-kristal es halus dalam udara di atmosfer, terjadi karena adanya pengembunan pemadatan uap air yang terdapat di udara setelah melampaui keadaan jenuh.
Kondisi awan dapat berupa cair, gas, atau padat ,karena sangat dipengaruhi oleh keadaan suhu titik pembagian awal. Menurut para pakar awan terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:
Awan tinggi, berada pada ketinggian antara 6-12 kilometer, yang terdiri dari kristal-kristal es karena ketinggiannya.
Awan menengah, berada pada ketinggian antara 3-6 kilometer.
Awan rendah, berada pada ketinggian kurang dari 3 km.
Awan yang terjadi karena udara naik, berada pada ketinggian antara 500-1.500 meter.
5. Kelembapan Udara
Kelembapan udara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelembapan mutlak (absolut) dan kelembaban nisbi (relatif). Kelembapan absolut adalah jumlah massa uap air yang ada dalam suatu satuan volume di udara.
Sementara kelembapan relatif adalah banyaknya uap air dalam udara berupa perbandingan antara jumlah uap air yang ada dalam udara saat pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa jika suhu udara naik, kelembapan relatif yang berkurang. Oleh karena itu, nilai kelembapan relatif tertinggi terjadi pada pagi hari dan nilai terendah terjadi pada sore hari.
6. Curah Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya butir-butir air atau es dari lapisan troposfer ke permukaan bumi. Banyaknya hujan yang jatuh pada suatu tempat di bumi dapat diketahui dengan mengukur besarnya curah hujan tersebut menggunakan alat penakar hujan, yaitu fluviometer atau ombrometer.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis kelembapan udara?

Apa saja jenis kelembapan udara?
Kelembapan udara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kelembapan mutlak (absolut) dan kelembaban nisbi (relatif).
Apa pengertian kelembapan absolut?

Apa pengertian kelembapan absolut?
Kelembapan absolut adalah jumlah massa uap air yang ada dalam suatu satuan volume di udara.
Apa pengertian kelembapan relatif?

Apa pengertian kelembapan relatif?
Kelembapan relatif adalah banyaknya uap air dalam udara berupa perbandingan antara jumlah uap air yang ada dalam udara saat pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.
