Konten dari Pengguna

Komponen Penginderaan Jauh: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/Lamna The Shark
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/Lamna The Shark

Komponen penginderaan jauh telah menjadi alat yang sangat penting dalam berbagai bidang, mulai dari pemetaan hingga pemantauan lingkungan. Teknologi ini memungkinkan kita untuk mengumpulkan data tentang Bumi tanpa harus melakukan kontak fisik langsung dengan objek yang diamati.

Bagaimana cara kerja penginderaan jauh? Apa saja komponen-komponen yang terlibat dalam proses ini? Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang komponen-komponen penginderaan jauh, mulai dari pengertian hingga manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar isi

Pengertian Penginderaan Jauh

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/Carol Romão

Dikutip dari buku berjudul “Memahami Penginderaan Jauh Mandiri”, oleh Muhammad Dimyati, (2022:5) penginderaan jauh dapat diartikan sebagai ilmu dan pengetahuan untuk mengetahui suatu objek dari jarak tertentu tanpa kontak atau menyentuh langsung objek tersebut.

Penginderaan jauh terbatas untuk perekaman informasi yang biasanya dalam bentuk citra tentang muka bumi, baik darat maupun laut, dan atmosfer di atasnya, menggunakan wahana pesawat terbang dengan awak maupun tanpa awak dalam cakupan airborne maupun spaceborne.

Apa Saja Komponen Penginderaan Jauh?

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/NASA

Komponen Penginderaan Jauh adalah elemen-elemen dasar yang membentuk sistem penginderaan jauh. Setiap komponen memiliki peran yang sangat penting dalam menghasilkan data yang akurat dan relevan.

Berikut adalah komponen-komponennya:

Sumber Tenaga

Sumber tenaga merupakan energi yang digunakan untuk menerangi objek yang akan diamati. Sumber tenaga yang paling umum digunakan dalam penginderaan jauh adalah sinar matahari.

Sinar matahari memancarkan berbagai panjang gelombang elektromagnetik, mulai dari sinar ultraviolet hingga gelombang mikro. Panjang gelombang ini akan berinteraksi dengan objek di permukaan Bumi dan kemudian dipantulkan atau dipancarkan kembali ke sensor.

Atmosfer

Atmosfer berperan sebagai media perambatan energi elektromagnetik dari sumber tenaga ke sensor. Namun, atmosfer juga dapat mempengaruhi kualitas data yang diperoleh.

Molekul-molekul gas di atmosfer, seperti uap air dan partikel debu, dapat menyerap, menyebarkan, atau memantulkan sebagian energi elektromagnetik. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya distorsi pada data yang diperoleh.

Interaksi antara Tenaga dan Objek

Interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek di permukaan Bumi sangat menentukan jenis data yang diperoleh.

Setiap objek memiliki karakteristik spektral yang unik, yaitu kemampuannya untuk menyerap, memantulkan, atau memancarkan energi elektromagnetik pada panjang gelombang tertentu.

Karakteristik spektral ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis objek, misalnya jenis tanaman, jenis tanah, atau jenis mineral.

Sensor

Sensor adalah alat yang digunakan untuk menangkap energi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan oleh objek. Sensor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sensor pasif dan sensor aktif.

Sensor pasif menggunakan sumber tenaga alami, seperti sinar matahari, sedangkan sensor aktif memiliki sumber tenaga sendiri, misalnya laser.

Wahana

Wahana adalah platform yang digunakan untuk membawa sensor ke tempat pengamatan. Wahana dapat berupa satelit, pesawat terbang, atau drone.

Satelit memiliki jangkauan yang luas dan dapat mengamati seluruh permukaan Bumi secara berkala. Pesawat terbang memiliki fleksibilitas yang tinggi dan dapat terbang pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan satelit.

Drone memiliki ukuran yang kecil dan mudah dioperasikan, sehingga cocok untuk digunakan dalam pengamatan skala lokal.

Perolehan Data

Perolehan data merupakan proses pengumpulan data penginderaan jauh.

Data penginderaan jauh dapat berupa citra, yaitu representasi visual dari objek yang diamati, atau data numerik, yaitu data yang berupa angka-angka. Citra penginderaan jauh dapat berupa citra optik, citra radar, atau citra thermal.

Penggunaan Data

Penggunaan data merupakan tahap akhir dalam proses penginderaan jauh. Data penginderaan jauh dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti:

  • Pemetaan sumber daya alam: Melakukan inventarisasi dan pemantauan sumber daya alam, seperti hutan, pertambangan, dan perikanan.

  • Pemantauan lingkungan: Memantau perubahan lingkungan, seperti deforestasi, erosi, dan pencemaran.

  • Perencanaan wilayah: Membantu dalam perencanaan tata ruang wilayah dan pembangunan infrastruktur.

  • Kebencanaan: Membantu dalam mitigasi dan penanggulangan bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan gunung meletus.

  • Pertanian: Memantau kondisi tanaman, perkiraan hasil panen, dan deteksi hama penyakit.

Cara Kerja Penginderaan Jauh

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/NASA

Cara kerjar penginderaan jauh secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Sumber tenaga memancarkan energi elektromagnetik ke permukaan Bumi.

  • Energi elektromagnetik berinteraksi dengan objek di permukaan Bumi dan kemudian dipantulkan atau dipancarkan kembali.

  • Sensor menangkap energi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan oleh objek.

  • Data yang ditangkap oleh sensor kemudian dikirim ke wahana dan diteruskan ke stasiun penerima di Bumi.

  • Data yang diterima kemudian diolah dan diinterpretasikan untuk menghasilkan informasi yang berguna.

Jenis Citra Penginderaan Jauh

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/Donald Giannatti

Citra dapat diartikan sebagai gambaran perekaman suatu objek yang biasanya berupa gambar. Jenis citra pada penginderaan jauh yaitu:

Ukuran

Ukuran adalah pengenalan objek yang berupa jarak, volume, keterangan, dan ketinggian. Istilah ini dikenal dengan skala.

Bentuk

Bentuk adalah gambaran objek jika dilihat dari atas. Hal ini sesuai dengan definisi penginderaan jauh yang merupakan teknik memotret dari jarak jauh.

Bayangan

Bayangan adalah unsur pengenal dalam intrpretasi foto udara. Banyak objek yang sulit untuk dikenali, namun dapat dilihat melalui bayangannya.

Rona atau Warna

Rona atau warna adalah tingkat kecerahan objek pada citra, dimulai dari gelap hingga cerah. Warna dapat membuat hasil foto lebih hidup.

Tekstur

Tekstur adalah frekuensi susunan dan perubahan warna dari sekelompok objek yang tidak dibedakan karena sangat kecil ukurannya. Pola menunjukkan gambaran objek yang dibidik,

Pola

Pola adalah susunan “ke ruangan” dari unsur-unsur gambar secara makro dari foto udara.

Asosiasi

Asosiasi adalah keterlibatan atau keterkaitan objek satu dengan lainnya pada foto penginderaan jauh.

Situs

Situs adalah lokasi objek dalam hubungannya dengan objek lain, sehingga membantu pengenalan objek dan dapat diketahui lokasi dan polanya.

Manfaat Penginderaan Jauh

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh, Foto: Unsplash/NASA

Penginderaan jauh memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang kehidupan. Beberapa manfaat utama penginderaan jauh antara lain:

1. Akurasi dan Kecepatan

Penginderaan jauh dapat menghasilkan data yang akurat dan cepat, sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

2. Luas Cakupan

Penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengamati wilayah yang luas dalam waktu yang singkat.

3. Noninvasif

Penginderaan jauh tidak memerlukan kontak fisik dengan objek yang diamati, sehingga tidak merusak lingkungan.

4. Multitemporal

Penginderaan jauh dapat digunakan untuk menganalisis perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

5. Multispektral

Penginderaan jauh dapat menangkap data pada berbagai panjang gelombang, sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis objek.

Kelebihan, Keterbatasan, dan Kelemahan Penginderaan Jauh

Ilustrasi Komponen Penginderaan Jauh. Foto: Unsplash/NASA

Berikut akan dijelaskan apa saja kelebihan, keterbatasan, dan kelemahan penginderaan jauh:

Kelebihan Penginderaan Jauh

Penggunaan penginderaan jauh dapat menunjukkan peningkatan karena memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan penginderaan jauh, yaitu:

  • Citra yang dihasilkan menggambarkan objek, area, dan fenomena di permukaan bumi dengan bentuk dan posisi yang mirip dengan keadaan sebenarnya. Citra ini relatif lengkap, mencakup area yang luas, dan bersifat permanen.

  • Dengan jenis citra tertentu, dapat diperoleh gambaran tiga dimensi ketika diamati menggunakan alat seperti stereoskop.

  • Karakteristik objek yang tidak terlihat dapat direpresentasikan dalam bentuk citra, sehingga memungkinkan pengenalan objek tersebut.

  • Proses pembuatan citra dapat dilakukan dengan cepat, bahkan untuk daerah yang sulit dijangkau secara langsung.

  • Citra juga menjadi satu-satunya metode untuk pemetaan daerah bencana.

  • Citra sering diproduksi dengan periode ulang yang singkat.

Keterbatasan Penginderaan Jauh

Keterbatasan penginderaan jauh yaitu terbatasnya ketersediaan citra SLAR Side Looking Airborne Radar) yang belum sebanyak citra lainnya. Citra yang ada belum banyak diketahui dan dimanfaatkan, selain itu harganya juga relatif mahal.

Kelemahan Penginderaan Jauh

Meski memiliki banyak keunggulan, penginderaan jauh juga menghadapi beberapa kelemahan. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Pengguna teknologi ini perlu memiliki keahlian khusus.

  • Peralatan yang digunakan biasanya mahal.

  • Mendapatkan citra foto maupun citra nonfoto tidak selalu mudah.

  • Tidak semua parameter kelautan dan wilayah pesisir dapat dideteksi dengan teknologi penginderaan jauh.

Baca Juga: 2 Jenis Citra Penginderaan Jauh dan Contohnya

Komponen penginderaan jauh memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Bumi dan lingkungannya.

Dengan terus berkembangnya teknologi, penginderaan jauh akan semakin memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang kehidupan.

Memahami komponen-komponen ini akan membantu kita mengoptimalkan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. (Mit)