Komponen Peta Lengkap dengan Penjelasannya untuk Pelajar

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peta memiliki beberapa komponen penting yang dibutuhkan pada berbagai aktivitas sehari-hari. Untuk itu, komponen peta lengkap dengan penjelasannya penting untuk diketahui para pelajar agar dapat menyajikan data yang lebih lengkap, akurat, dan mudah dipahami.
Peta merupakan suatu lukisan atau gambar yang memperlihatkan berbagai informasi mengenai permukaan Bumi, seperti letak tanah, laut, sungai, gunung, dan sebagainya. Tanpa adanya peta, untuk mengenali suatu wilayah yang belum diketahui akan lebih sulit.
Secara umum, peta berfungsi untuk memberikan informasi penting yang dibutuhkan oleh manusia untuk menunjang aktivitas yang dilakukan. Dalam pembuatan peta, setidaknya harus terdiri dari komponen-komponen peta.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Komponen Peta Lengkap
Peta yang baik harus dilengkapi dengan berbagai komponen peta agar peta mudah dibaca dan dipahami serta ditafsirkan. Berikut adalah komponen peta lengkap beserta penjelasannya untuk pelajar, yang dikutip dari laman kemdikbud.go.id.
1. Judul Peta
Hal pertama yang dilihat seseorang saat melihat peta adalah judul peta. Judul merupakan informasi tentang nama peta. Biasanya, judul peta terletak di bagian tengah atas peta dan harus sesuai dengan poin yang disebutkan dalam peta tersebut.
Judul peta juga bisa diletakkan di bagian peta yang lain, asal tidak mengganggu penyampaian informasi di dalamnya. Judul peta bertujuan supaya pembaca dapat mengetahui dengan cepat peta tersebut menggambarkan apa.
2. Orientasi
Komponen peta kedua adalah orientasi peta atau diagram, yaitu berupa pedoman arah pada peta yang menunjukkan posisi dan arah suatu titik maupun wilayah dan digambarkan dalam bentuk garis anak panah.
Orientasi peta atau diagram petunjuk arah ini biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah utara dan dapat diletakkan di bagian mana saja sejauh tidak mengganggu informasi peta.
3. Skala
Skala juga merupakan salah satu komponen peta yang sangat penting, yaitu merupakan perbandingan jarak antara jarak di peta dengan jarak kenyataannya. Skala sangat penting dalam sebuah agar penggunanya dapat mengetahui ukuran wilayah yang sebenarnya.
Secara umum, skala peta dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu skala pecahan atau numerik, skala garis atau grafik, dan skala kalimat atau verbal. Berikut penjelasannya.
Skala pecahan (numerik)
Skala pecahan merupakan skala yang dinyatakan dalam bentuk angka perbandingan atau pecahan. Misalnya, 1: 250.000. Skala ini menunjukkan bahwa pad peta setiap 1 cm sama dengan 250.000 cm atau 2,5 km pada kondisi sebenarnya.
Skala garis (grafis)
Skala garis atau grafis adalah skala yang dinyatakan dalam bentuk sebuah ruas bilangan atau batang pengukur. Misalnya skala 1: 1000.000, artinya bahwa satuan jarak 1 cm di peta berbanding lurus dengan satuan jarak 10 km kondisi sebenarnya.
Skala kalimat (verbal)
Skala kalimat atau verbal adalah skala yang dinyatakan dengan kalimat. Skala yang sering muncul di peta-peta tidak menerapkan satuan pengukuran matrik. Contohnya peta-peta di Inggris. Skala ini menggunakan satuan mil, 1 inci = 5 mil.
4. Garis Astronomi
Garis astronomi berfungsi untuk memudahkan dalam penunjukkan letak absolut dari objek geografis. Garis astronomi dalam sebuah bentuk garis putus-putus yang ditempatkan pada garis luar peta.
Garis astronomi sendiri merupakan garis khayal yang melingkari Bumi secara horizontal (garis lintang) dan vertikal (garis bujur). Berikut penjelasannya.
Garis lintang (horizontal)
Garis lintang adalah garis imajiner yang melintang terhadap sumbu dari barat ke timur dan menentukan wilayah iklim di permukaan Bumi. Garis lintang terpanjang adalah garis khatulistiwa yang membagi Bumi menjadi dua bagian, yakni bagian utara dan selatan.
Garis bujur (vertikal)
Garis bujur adalah garis imajiner yang membujur dari utara ke selatan dan berfungsi untuk menentukan perbedaan waktu di berbagai wilayah di permukaan Bumi. Garis bujur yang menjadi patokan adalah garis meridian di Greenwich, Inggris.
5. Simbol
Simbol pada peta merupakan tanda-tanda pada peta yang melambangkan objek-objek geografis yang terdapat di permukaan Bumi dan bersifat universal. Simbol menggunakan warna-warna tertentu dan digambar secara jelas.
Simbol pada peta sendiri harus sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum, agar simbol yang digunakan pada peta dapat memberikan informasi yang tepat. Umumnya simbol terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:
Simbol titik, yaitu untuk melambangkan lokasi tempat atau posisi data tertentu, baik alamiah maupun buatan manusia, seperti kota, gunung, titik ketinggian, pertambangan dan pelabuhan.
Simbol garis, yaitu untuk melambangkan objek tertentu, baik alamiah maupun buatan manusia yang memiliki ukuran panjang, seperti sungai, garis pantai, batas wilayah dan jalan raya.
Simbol wilayah, yaitu untuk melambangkan lokasi tempat atau posisi data tertentu, baik alamiah maupun buatan manusia yang memiliki ukuran luas, seperti sawah, hutan, rawa, danau, dan waduk.
Simbol aliran, yaitu untuk melambangkan alur dan gerak suatu fenomena.
Simbol batang, yaitu untuk melambangkan harga suatu fenomena atau membandingkannya dengan harga fenomena yang lain.
Simbol lingkaran, yaitu untuk melambangkans sebuah kuantitas dalam bentuk persentase.
Simbol bola, yaitu untuk menyatakan volume (isi). Semakin besar bola, makin besar pula volumenya. Demikian juga sebaliknya.
Berdasarkan sifatnya, terdapat simbol kualitatif dan kuantitatif. Simbol kualitatif dipakai untuk membedakan persebaran fenomena yang digambarkan tanpa ukuran yang tegas. Simbol kuantitatif digunakan untuk membedakan nilai fenomena yang digambarkan.
6. Legenda
Legenda peta sangat penting untuk dipahami oleh pelajar supaya tujuan pembuatan peta dapat mencapai sasaran. Legenda peta sendiri memuat keterangan semua simbol-simbol yang terdapat pada peta agar mudah dipahami secara keseluruhan.
Legenda peta berisi informasi penting yang dapat digunakan untuk menerjemahkan sebuah peta. Pada umumnya, penempatan legenda pada terletak di bagian sisi kiri atau kanan bagian bawah suatu peta atau di dalam garis tepi terutama pada ruang yang kosong.
7. Peta Inset
Peta Inset merupakan peta kecil yang dimasukkan ke dalam peta utama. Fungsi pembuatan peta inset adalah untuk memperbesar objek atau area yang terdapat pada peta utama. Inset peta terletak dibagian sisi kiri, sisi kanan, atau di bawah peta dalam kerangka.
Ukuran peta inset sendiri lebih kecil dan digunakan untuk memperjelas suatu informasi pada peta utama. Contohnya, peta inset kepulauan Indonesia pada peta utama Provinsi Jawa Barat, untuk menggambarkan letak Provinsi Jawa Barat berada di Indonesia.
8. Lettering
Lettering merupakan semua tulisan bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil, tegak, dan miring. Adapun contoh penulisan pada peta adalah sebagai sebagai berikut:
Nama tempat ditulis dengan huruf tegak atau huruf proporsional.
Judul peta ditulis dengan huruf cetak besar yang tegak.
Nama wilayah perairan (hidrografi), contohnya sungai, danau, dan laut ditulis dengan jenis huruf miring.
Huruf pada peta sebaiknya tidak terlalu banyak. Dan informasi yang ada dalam peta sebaiknya hanya yang penting dan ditulis secara singkat dan padat.
9. Warna Peta
Penggunaan warna pada peta digunakan untuk menonjolkan perbedaan objek pada peta. Perbedaan objek tersebut kemudian digambarkan dengan warna berbeda. Adapun contoh penggunaan warna pada peta adalah sebagai sebagai berikut:
Nama relief permukaan Bumi, misalnya, gunung dan bukit digambarkan dengan warna hitam.
Nama wilayah perairan (hidrografi), misalnya, sungai, danau, dan laut digambarkan dengan warna dasar biru.
Nama wilayah vegetasi (hutan, perkebunan) digambarkan dengan warna dasar hijau.
Nama wilayah hasil budi daya manusia (misal jalan, permukiman, batas wilayah, dan pelabuhan) digambarkan dengan warna merah dan hitam.
Nama wilayah es di permukaan bumi digambarkan dengan warna dasar putih.
10. Tahun Pembuatan
Tahun pembuatan memiliki kegunaan yang sangat penting, yaitu agar pengguna lebih yakin bahwa informasi dalam peta masih dapat digunakan. Peta-peta tematik yang datanya bersifat sangat dinamis selalu mencantumkan tahun pembuatan.
11. Sumber Peta
Komponen peta terakhir yaitu sumber. Sumber peta menunjukan sumber data yang digunakan dalam pembuatan peta. Sumber peta sendiri memberikan kepastian bahwa data dan informasi pada peta akurat. Sumber peta biasanya diletakan di bagian bawah peta.
Itulah berbagai komponen peta lengkap beserta penjelasannya yang sangat penting untuk para pelajar. Tentunya peta yang baik adalah peta yang dapat menyajikan informasi seputar permukaan muka Bumi selengkap mungkin agar mudah dipahami. (LA)
Baca Juga: Rumus Skala Peta, Contoh Soal, dan Cara Menghitungnya
