Konten dari Pengguna

Kondisi Geografis Indonesia dan ASEAN Berdasarkan Peta

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti apa kondisi geografis di Indonesia? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Seperti apa kondisi geografis di Indonesia? Foto: Unsplash

Setiap wilayah di Indonesia memiliki kondisi geografis yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan karena macam-macam faktor di dalamnya, seperti letak geografis, relief, cuaca, iklim, jenis tanah, sumber daya, dan lainnya.

Tidak heran, ada beberapa daerah di Indonesia yang didominasi oleh dataran tinggi. Sedangkan ada daerah lainnya yang justru didominasi oleh perairan, mulai dari sungai, danau, hingga pantai.

Lantas, seperti apa kondisi geografis di Indonesia secara lebih jelas? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Kondisi Geografis

Kondisi geografis merupakan wilayan shang bisa dilihat dari aspek geografis. Foto: Unsplah

Menurut laman resmi Kertamulya Kabupaten Bandung Barat, kondisi geografis adalah kondisi atau keadaan suatu wilayah yang bisa dilihat dari keadaannya yang berkaitan dengan aspek geografis.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada berbagai macam aspek yang memengaruhi terbentuknya kondisi geografis setiap wilayah. Supaya lebih jelas, berikut aspek-aspek kondisi geografis Indoneisa, yakni:

  1. Letak, terkait dengan lokasi geografis, luas, bentuk dan posisi koordinat dari peta.

  2. Relief, terkait dengan bagaimana bentuk permukaan atau kontur dan juga ketinggiannya.

  3. Iklim dan cuaca, terkait dengan bagaimana cuaca dalam waktu tertentu di sebuah wilayah. Iklim terkait dengan bagaimana rata-rata terjadi dalam waktu tertentu.

  4. Jenis tanah, terkait dengan bagaimana kondisi tanah dan juga bagaimana sejarah proses terbentuknya tanah. Bagaimana jenis tanah yang ada di sebuah lokasi. Misalnya jenis tanah aluvial atau tanah vulkanik dan sebagainya.

  5. Sumber daya, hal ini terkait dengan bagaimana sumber daya air yang ada di sekitar wilayah itu.

  6. Flora dan fauna, terkait dengan bagaimana keadaan tumbuhan dan juga jenis hewan yang mendiami sebuah wilayah itu.

Dari aspek-aspek di atas, kondisi geografis di Indonesia dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya:

  1. Kondisi geografis daerah pantai, cenderung beriklim panas dengan curah hujan tergolong tinggi.

  2. Kondisi geografis daerah daratan, di Indonesia daratan dibagi menjadi beberapa kawasan, yakni daratan tinggi, rendah, pegunungan, lembah, dan gunung.

  3. Kondisi geografis daerah pegunungan, tanah di daerah pegunungan umumnya subur karena terkena abu vulkanik dari letusan gunung. Tanah ini cocok dijadikan sebagai kawasan perkebunan, seperti perkebunan kopi, buah, teh, dan lainnya.

Bagaimana Kondisi Geografis Indonesia?

Seperti apa kondisi geografis pulau-pulau di Indonesia? Foto: Unsplash

Menghimpun dari laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, berdasarkan kondisi geografisnya, kepulauan Indonesia dihimpit di antara Benua Asia dan Australia, serta Samudera Hindia dan Pasifik.

Melihat dari kondisi geografis ini, wilayah Indonesia berada pada posisi silang yang memiliki arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.

Supaya lebih jelas, berikut adalah penjelasan tentang kondisi geografis pulau besar di Indonesia menurut peta yang dikutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5 karangan Christiana Umi.

1. Kondisi Geografis Pulau Jawa Berdasarkan Peta

Letak astronomis Pulau Jawa terletak di antara 113°48′10″ - 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ - 7°56′41″ LS. Berdasarkan peta, luas Pulau Jawa diperkirakan mencapai 128,297 km².

Provinsi yang ada di Pulau Jawa adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Banten. Kondisi geografis Pulau Jawa memiliki batasan sebagai berikut.

  • Timur: Selat Bali dan Pulau Bali

  • Barat: Selat Sunda dan Pulau Sumatera

  • Selatan: Samudera Hindia

  • Utara: Laut Jawa dan Pulau Kalimantan

2. Kondisi Geografis Pulau Sumatera Berdasarkan Peta

Letak astronomis Pulau Sumatera berada di 0° LU dan 120° BT. Luas dari pulau ini mencapai 473.481 km² dan terdiri dari beberapa provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau.

Batas-batas wilayah Pulau Sumatera, di antaranya:

  • Timur: Pulau Kalimantan dan Selat Malaka

  • Barat: India dan Samudera Hindia

  • Selatan: Pulau Mentawai dan Selat Sunda

  • Utara: Malaysia, Singapura, dan Teluk Bengala

3. Kondisi Geografis Pulau Kalimantan Berdasarkan Peta

Pulau Kalimantan terletak di posisi 7ºLU sampai 4ºLS dan juga membentang antara 108ºBB sampai 119ºBT.

Berbeda dengan pulau lainnya, Kalimantan merupakan pulau yang dilewati oleh garis ekuator yang membagi bumi menjadi dua belahan. Batas-batas wilayah Pulau Kalimantan, yaitu:

  • Timur: Pulau Sulawesi dan Selat Makassar

  • Barat: Bangka Belitung dan Selat Karimata

  • Selatan: Pulau Jawa dan Laut Jawa

  • Utara: Malaysia dan Brunei Darussalam

4. Kondisi Geografis Pulau Sulawesi Berdasarkan Peta

Berdasarkan letak astronomisnya, Sulawesi berada di garis 2°08' LU dan 170° 17' BT. Luas dari Pulau Sulawesi mencapai 174.600 km², dari luas tersebut ada 6 provinsi di dalamnya, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Ada pun batas-batas dari wilayah Pulau Sulawesi ini, yakni:

  • Timur: Kepulauan Maluku dan Laut Banda

  • Barat: Pulau Kalimantan dan Selat Makassar

  • Selatan: Pulau NTT, NTB, dan Laut Sulawesi

  • Utara: Filipina dan Laut Flores

5. Kondisi Geografis Pulau Papua Berdasarkan Peta

Papua merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia dibandingkan dengan pulau lainnya. Tercatat, luas Pulau Papua mencapai 786.000 km².

Namun, yang menjadi wilayah bagian Indonesia hanya 418.707,7 km², di mana wilayah lainnya masuk ke dalam wilayah Papua Nugini.

Secara astronomi, Pulau Papua terletak di 0º 20' LS sampai 10º 42' LS dan membentang dari 131º BT hingga 151º BT. Ada pun batas-batas wilayah dari Pulau Papua, yakni:

  • Timur: Papua Nugini dan Samudera Pasifik

  • Barat: Laut Arafuru dan Laut Banda

  • Selatan: Laut Arafuru dan Australia

  • Utara: Laut Filipina dan Samudera Pasifik

Kondisi Geografis ASEAN

Kondisi geografi ASEAN terbilang luas karena mencakup banyak negara.

ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations adalah organisasi yang terdiri dari 10 negara anggota di kawasan Asia Tenggara. Berikut 10 negara anggota ASEAN, yakni:

  1. Indonesia

  2. Filipina

  3. Thailand

  4. Myanmar

  5. Singapura

  6. Brunei Darussalam

  7. Laos

  8. Malaysia

  9. Vietnam

  10. Myanmar

  11. Kamboja

ASEAN pertama kali dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, dengan tujuan mendorong ekonomi hingga memperbaiki hubungan internasional di wilayah Asia Tenggara.

Menurut buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII karangan Dwi Sumpani Wati, S.S, secara geografis wilayah ASEAN terletak pada 29,1° LU - 11° LS dan 92° BT - 141° BT.

Negara-negara ASEAN juga terletak pada pertemuan antarlempeng serta rangkaian Pegunungan Muda Sirkum Pasifik dan Mediterania. Karena letak geologisnya yang seperti itu, negara ASEAN mempunyai aktivitas kegempaan yang tinggi dan banyaknya gunung berapi (vulkanik) di sekitarnya.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana kondisi geografis di Indonesia?

chevron-down

Menghimpun dari laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, berdasarkan kondisi geografisnya, kepulauan Indonesia dihimpit di antara Benua Asia dan Australia, serta Samudera Hindia dan Pasifik.

Bagaimana kondisi geografis ASEAN?

chevron-down

Negara-negara ASEAN juga terletak pada pertemuan antarlempeng serta rangkaian Pegunungan Muda Sirkum Pasifik dan Mediterania.

Di mana letak astronomis Pulau Jawa?

chevron-down

Letak astronomis Pulau Jawa terletak di antara 113°48′10″ - 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ - 7°56′41″ LS. Berdasarkan peta, luas Pulau Jawa diperkirakan mencapai 128,297 km².