Konten dari Pengguna

Kondisi Geografis Pulau Papua berdasarkan Peta untuk Pelajar

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Kondisi Geografis Pulau Papua berdasarkan Peta, Foto Unsplash/Annie Spratt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kondisi Geografis Pulau Papua berdasarkan Peta, Foto Unsplash/Annie Spratt

Kondisi geografis Pulau Papua berdasarkan peta banyak dicari para pelajar ketika sedang mempelajari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Pulau Papua merupakan salah satu pulau indah yang ada di dunia.

Pulau Papua masuk ke dalam deretan pulau unik di Indonesia. Pasalnyaa, Pulau Papua mempunyai luas 768.000 kilometer persegi tersebut terbagi ke dalam dua wilayah. Di mana satu wilayah masuk ke Indonesia dan wilayah lainnya masuk ke Papua Nugini.

Sebagian besar wilayah Pulau Papua adalah hutan hujan tropis. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya lembah dan pegunungan tinggi. Karena kondisi wilayah yang tidak sama, persebaran penduduk di wilayah Pulau Papua menjadi tidak merata.

Daftar isi

Kondisi Geografis Pulau Papua berdasarkan Peta

Ilustrasi Kondisi Geografis Pulau Papua berdasarkan Peta, Foto Unsplash/Andrew Stutesman

Inilah kondisi geografis Pulau Papua berdasarkan peta yang perlu diketahui pelajar.

1. Luas

Pulau Papua memiliki luas kurang lebih 786.000 km persegi. Jika dilihat secara astronomis, Pulau Papua terdapat pada koordinat 5°20′S 141°36′E.

2. Batas laut

  • Batas lau sebelah utara: Laut Filipina

  • Batas lau sebelah barat: Laut Arafuru dan Laut Banda

  • Batas lau sebelah timur: Samudra Pasifik

  • Batas lau sebelah selatan: Laut Arafuru

3. Batas Daratan

  • Batas daratan sebelah utara: Samudra Pasifik

  • Batas daratan sebelah barat: Laut Arafuru

  • Batas daratan sebelah timur: Papua Nugini

  • Batas daratan sebelah selatan: Laut Arafuru dan Australia

4. Dataran Rendah

  • Dataran rendah Pesisir Arafuru

  • Dataran rendah Pesisir bagian selatan Papua

  • Dataran rendah Pesisir Teluk Papua

  • Dataran rendah Pesisir Trans-Fly

  • Dataran rendah Pesisir barat laut Papua

5. Pegunungan

  • Gunung Trikora

  • Puncak Jaya

  • Gunung Valentiyn

  • Gunung Mandala

  • Gunung Papua Peak

Gambaran Umum Pulau Papua

Ilustrasi Kondisi Geografis Pulau Papua berdasarkan Peta, Foto Unsplash/Annie Spratt

Berikut merupakan gambaran umum Pulau Papua berdasarkan buku yang berjudul Singkronisasi Program dan Pembiayaan Pembangunan Jangka Pendek 2018 – 2020 Keterpaduan Pengemangan Kawasan dengan Infrastruktur PUPR Kepulauan Maluku dan Pulau Papua Volume 1, Sosilawati, ST., MT., dkk., (2016:11).

Pulau Papua secara keseluruhan merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Selain Indonesia, bentang Pulau Papua juga merupakan bagian dari negara Papua Nugini di sebelah timur. Pada pulau yang bentuknya menyerupai burung cendrawasih ini, terletak gunung tertinggi di Indonesia, yakni Gunung Jayawijaya dengan Puncak Jaya sebagai titik tertingginya.

Pegunungan Jayawijaya juga merupakan pegunungan tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Papua memiliki sumber daya alam yang menarik akibat dari kondisi tektonik berupa patahan dan lipatan, sehingga menghasilkan material-material yang berada dari dalam mantel bumi terekspos. Kondisi tersebut menghasilkan banyak sumber daya alam berupa bahan-bahan tambang, seperti emas, tembaga, dan lain sebagainya.

1. Geografi Wilayah

Pulau Papua merupakan batas ujung timur Indonesia. Di Indonesia, pulau dengan luas wilayah daratan paling besar dibandingkan pulau lainnya adalah Pulau Papua. Pulau Papua memiliki luas kurang lebih sekitar 418.707,7 km² atau merupakan 21% dari luas wilayah Indonesia.

Seluas lebih dari 75% wilayah Pulau Papua masih tertutup oleh hutan-hutan tropis yang lebat, dengan 80% penduduknya masih dalam keadaan semi terisolir di daerah pedalaman (bagian tengah Papua). Secara geografis berada diantara garis meridian 0'19' 10'45 LS dan antara garis bujur 130'45'141'48' BT yang membentang dari Barat ke Timur dengan silang 11 atau 1.200 km.

Secara geofisik, evolusi tektonik Wilayah Papua merupakan produk dari pertumbukan benua yang dihasilkan dari tubrukan lempeng Samudera Pasifik dan Lempeng Australia. Di Provinsi Papua Barat, Wilayah Manokwari merupakan daerah yang paling rawan gempa.

Kabupaten yang mengalami kejadian gempa cukup tinggi antara lain Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Tambrauw, Kota Sorong, dan Kabupaten Raja Ampat. Di Provinsi Papua, wilayah yang potensial rawan gempa, antara lain adalah Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Nabire.

Tutupan lahan di Provinsi Papua Barat dengan total luas lahan 97.024,27 km² didominasi oleh hutan lahan kering primer (71.792,39 km²) dan hutan lahan kering sekunder (14.168,92 km²). Adapun pada Provinsi Papua yang memiliki luas lahan 316.553,10 km², tututpan lahannya didominasi oleh hutan lahan kering primer (151,582 km²) dan hutan rawa primer (4.490,323 km²).

Secara garis besar, topografi di Papua terdiri dari: (1) zona utara, kondisinya mulai dari dataran rendah, dataran tinggi sampai pegunungan dengan beberapa puncak yang cukup tinggi (dataran rendah Mamberamo, pegunungan Arfak); (2) zona tengah (central high land) merupakan rangkaian pegunungan dengan puncak yang diliputi salju dan dataran yang cukup luas (Puncak Jaya, Lembah Jayawijaya); dan (3) zona selatan, pada umumnya terdiri dari dataran rendah yang sangat luas (dari teluk Beraur sampai Digul fly depression).

Topografinya sangat bervariasi mulai dari yang sangat tinggi (Puncak Jaya 5.500 m, Puncak Trikora 5.160 m, dan Puncak Yamin 5.100) sampai dengan daerah rawa (lembah sungai Digul di selatan dan lembah sungai Mamberami di sebelah utara). Jika dilihat berdasarkan wilayah administratif, Pulau Papua terdiri dari 2 (dua) provinsi, yakni Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

2. Perekonomian Wilayah

Wilayah Papua sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia berdasarkan RPJMN 2015-2019 memiliki potensi sumber daya alam sangat besar di sektor pertambangan, migas, dan pertanian. Potensi dan keunggulan wilayah di Pulau Papua dijelaskan secara lebih rinci sebagai berikut.

  1. Komoditas sektor pertambangan dan penggalian yang paling dominan adalah minyak, gas, emas, perak, nikel dan tembaga. Pada tahun 2013, sektor pertambangan dan penggalian sudah berkontribusi sebesar 33,56% untuk seluruh Wilayah Papua.

    Kontribusi sektor tersebut di Wilayah Papua terpusat di Provinsi Papua yang menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi sektor pertambangan nasional. Dengan bertumpunya perekonomian Wilayah Papua pada sektor pertambangan dan penggalian menyebabkan fluktuasi pada sektor ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

  2. Wilayah Papua memiliki potensi gas bumi sebesar 23,91 TSCF (Trillion Square Cubic Feet) atau sebesar 23,45% dari potensi cadangan gas bumi nasional. Sementara itu, cadangan minyak bumi di Wilayah Papua mencapai sekitar 66,73 MMSTB atau sebesar 0,91% dari cadangan minyak bumi nasional yang mencapai 7.039,57 MMSTB (Million Stock Tank Barrels/Cadangan Minyak Bumi).

    Cadangan gas bumi terdapat di sekitar Teluk Bintuni. Sementara itu, cadangan migas terbesar terdapat di sekitar Sorong, Blok Pantai Barat Sarmi, dan Semai.

  3. Emas, perak, dan tembaga merupakan hasil tambang yang sangat potensial untuk dikembangkan di Wilayah Papua karena memiliki lebih dari 45% cadangan tembaga nasional yang sebagian eksplorasi dan pengolahannya terpusat di Timika (Kabupaten Mimika).

    Cadangan bijih tembaga di Wilayah Papua diperkirakan sekitar 2,6 milliar ton. Sementara itu, cadangan logam tembaga hanya sekitar 25 juta ton. Bahan tambang dan galian yang menjanjikan potensi lainnya adalah bijih nikel, pasir besi, dan emas. Bijih nikel terdapat di daerah Tanah Merah, Jayapura.

    Sebagian besar dari sumber daya tersebut masih dalam indikasi dan belum dieksploitasi. Penambangan pasir besi, bijih tembaga, dan emas berlokasi di tempat yang sama dengan penambangan biji tembaga di Timika.

  4. Potensi unggulan pertanian tanaman pangan di wilayah Papua meliputi komoditi padi, palawija dan hortikultura. Tanaman palawija terdiri dari komoditi jagung, ubi kayu, ubi jalar, buah merah kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau. Sedangkan hortikultura terdiri dari komoditi sayur-sayuran serta buah-buahan.

  5. Tanaman perkebunan di wilayah Pulau Papua dengan produksi dan luas areal terbesar adalah kelapa sawit, kelapa, coklat, dan kopi. Penyebaran untuk produksi kelapa sawit, kelapa dan kopi terbesar terdapat di Provinsi Papua.

    Perkembangan perkebunan kelapa sawit cukup tinggi karena ekspansi perkebunan sawit banyak dikembangkan di wilayah Papua. Selain kelapa sawit, produksi perkebunan karet di Wilayah Papua secara keseluruhan cukup besar. Produksi karet di Wilayah Papua mengalami peningkatan selama periode 2009-2013.

    Pada tahun 2013, produksi karet di Wilayah Papua mencapai 2.308 ton dengan dominasi produksi dari Provinsi Papua sebesar 2.281 ton. Wilayah Papua juga sangat berpotensi untuk menjadi penghasil tebu yang besar karena memiliki lahan untuk produksi tebu terluas di luar Jawa yaitu sebesar 500.000 ha atau 47% dari total lahan tebu di luar Pulau Jawa.

  6. Sedangkan untuk peternakan besar di Wilayah Papua, jumlah populasi terbesar adalah babi, sapi potong, dan kambing. Sebaran populasi ternak babi terbesar di Provinsi Papua sebesar 577.407 ekor di tahun 2012. Secara umum, jumlah populasi untuk ternak, sebagian besar terdapat di Provinsi Papua dibandingkan di Provinsi Papua Barat.

Dengan mengetahui serta memahami kondisi geografis Pulau Papua berdasarkan peta maka dapat menambah pengetahuan para pelajar. (Adm)

Baca juga: 3 Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta dalam Ilmu Geografi