Konten dari Pengguna

Konsep Karya Tari Kreasi, Sejarah, dan Fungsinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep karya tari kreasi salah satunya adalah meniru tari yang bersumber dari hewan, misalnya, tari kupu-kupu. Foto: tamantirto.bantulkab.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Konsep karya tari kreasi salah satunya adalah meniru tari yang bersumber dari hewan, misalnya, tari kupu-kupu. Foto: tamantirto.bantulkab.go.id

Di antara minat generasi muda Indonesia terhadap seni tari tradisi, muncul juga seni tari kreasi baru. Konsep karya tari kreasi salah satunya. Tari kreasi ini dinilai sebagai peniruan tari yang bersumber dari binatang.

Pengertian tari kreasi sendiri merupakan tarian yang mengalami perkembangan dari pola tarian nusantara yang sudah ada. Tarian yang bertolak dari tari tradisional ini tidak memiliki aturan yang baku dan formal. Susunan dalam tari kreasi juga tidak terikat oleh pola. Teknik maupun koreografinya bisa disesuaikan oleh keadaan.

Dikutip dari buku Apresiasi Seni: Seni Tari & Seni Musik oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, sejumlah tokoh seni tari yang mengembangkan tari kreasi nusantara di Indonesia, antara lain Bagong Kussudiarjo, Didik Nini Thowok, Retno Maruti, Sardono Waluyo Kusumo, dan Eko Supriyanto.

Sejarah Tari Kreasi

Tari kreasi terbentuk dan berkembang sejak awal abad 20. Berdasarkan buku Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas IX oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jika dilihat dari latar belakang sejarahnya, tari kreasi digagas oleh penari-penari dari Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa Barat.

Penari-penari itu keluar dari batasan maupun aturan yang kaku seperti tari balet klasik. Adapun pelopor gerakan tari kreasi ialah seorang penari perempuan bernama Isadora Duncan.

Ilustrasi kegiatan menari. Foto: Pexels.

Isadora meninggalkan balet yang penuh aturan mengikat. Ia bertekad menggunakan tari sebagai media ekspresi pribadi dan menempatkan tari sebagai sebuah seni pertunjukan yang menarik.

Fungsi Tari Kreasi

Dikutip dari buku Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas IX oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, fungsi dari tari kreasi, yaitu sebagi berikut:

  • Sarana Hiburan

Sebagai sarana hiburan bagi para petani dan penontonnya, tarian dalam kelompok ini bisa berupa tari pergaulan. Selain untuk mencapai kepuasan artistik tertentu, bentuk tari ini khusus ditampilkan sebagai seni pertunjukan yang dinikmati oleh para penontonnya.

  • Sarana Pertunjukan

Sebagai pertunjukan, tarian disajikan kepada penonton dengan garapan yang bervariasi dan berciri sebagai berikut:

  1. Penggarapannya.

  2. Memerlukan kreativitas dan imajinasi.

  3. Pementasannya berlangsung di tempat tertentu.

  4. Mengandung ide yang mengarah pada pementasan yang bersifat profesional.

Konsep Karya Tari kreasi

Sebuah karya tari mencerminkan budaya masyarakat, misalnya, tari nelayan dan tari tani. Tari nelayan muncul dan hadir dari masyarakat pelaut, sedangkan tari tani lahir dari masyarakat petani.

Tarian tersebut muncul karena stimulus para seniman dengan lingkungan sekitarnya. Lalu, muncul keinginan untuk meniru gerak-gerak alami. Gerakan tersebut selanjutnya diolah dengan 'digayakan' untuk menjadi sebuah tarian.

Suatu tarian tercipta karena berbagai stimulus berupa penglihatan, pendengaran, perasaan yang diterapkan dalam bentuk tari dengan berbagai konsep.

Berikut konsep karya tari kreasi dikutip dari buku Seni Budaya Kelas IX oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

  1. Peniruan terhadap perilaku alam, manusia, dan binatang

  2. Perwujudan tokoh cerita

  3. Mengacu pada lagu atau guru lagu.

(ZHR)