Kontak Sosial Primer: Pengertian dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kontak sosial adalah hubungan interaksi antara manusia satu dengan manusia lainnya. Kontak sosial yang ada di masyarakat dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan aktivitas sosial dan tujuannya. Salah satunya yaitu kontak sosial primer.
Mengutip dari buku Interaksi Sosial, Sudariyanto, S.Pd. (2020: 23), kontak sosial merupakan hubungan antara satu orang atau lebih melalui interaksi dengan maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat maupun konflik sosial antara satu dan lainnya.
Sebagai makhluk sosial, tentunya manusia melakukan aktivitas bersosialisasi dengan manusia maupun kelompok masyarakat. Kontak sosial primer merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang umum dijumpai dalam lingkungan masyarakat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Kontak Sosial Primer
Mengutip dari buku Interaksi Sosial, Sudariyanto, (2020) kontak primer merupakan kontak sosial yang dikembangkan secara tatap muka. Untuk melakukan kontak sosial ini, dua manusia atau lebih harus bertatap muka dan berada di tempat atau lokasi yang sama.
Artinya, dua manusia tersebut merupakan anggota yang saling mengenal serta terdapat kerja sama yang bersifat pribadi. Kelompok primer juga dapat diartikan sebagai suatu kelompok di mana seseorang dapat mengenal orang lain secara pribadi dan akrab.
Karena kedekatannya, kontak sosial dalam kelompok primer dapat melibatkan hubungan secara fisik. Di dalamnya para anggotanya dapat berinteraksi dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan terdapat interaksi yang intens.
Selain itu, hubungan dalam kelompok primer juga memiliki beberapa karakteristik, yaitu informal, akrab, personal, spontan, sentimental, dan eksklusif. Adapun ciri-ciri dari kontak sosial primer adalah sebagai berikut:
Berjumlah sedikit, dalam satu grup memiliki sedikit orang yang dapat menjadikan hubungan sosial mereka dapat saling mengenal dengan baik secara personal.
Memiliki solidaritas tinggi, dengan adanya kesatuan dalam prinsip atau nilai yang menjadikan kelompok ini memiliki rasa solidaritas yang tinggi.
Memiliki perasaan yang sama, karena hal ini dapat mendorong terbentuknya kesamaan perasaan sehingga antaranggota cenderung dapat ikut merasakan apa yang dialami satu sama lain.
Bersifat bebas dan fleksibel, pada umumnya kontak sosial primer dilakukan secara informal atau tidak resmi sehingga terkesan fleksibel dan lebih bebas.
Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat meluas yaitu hanya ada sedikit kendala dalam cara berkomunikasi.
Menjadi tempat curhat terbaik, adanya rasa empati yang sama dalam ikut merasakan apa yang dialami antaranggota, sering kali dijadikan sebagai tempat untuk mencurahkan hati dan pikiran.
Hal ini sejalan dengan fungsi dari kontak sosial primer sebagai tempat mencari kehangatan secara fisik dan emosional. Adapun beberapa manfaat kontak sosial primer ini adalah sebagai berikut:
Kontak sosial primer ini berkontribusi pada pembentukan hubungan sosial, saling pengertian, dan pemahaman bersama.
Kontak sosial primer membantu individu untuk mengetahui identitas dirinya baik secara fisik maupun mental melalui hubungan dekat dan intensif.
Kontak sosial primer ini memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap, nilai, dan pandangan hidup individu.
Kelompok primer memberikan dukungan intim dan mendalam kepada anggota yang penuh dengan pribadi yang utuh, sehingga berguna bagi dirinya dan masyarakat.
Dapat membantu individu berinteraksi dalam lingkungan yang lebih luas dan beragam serta membantu mengembangkan keterampilan sosial yang diperlukan dalam masyarakat.
Contoh Kontak Sosial Primer
Berikut ini beberapa contoh kontak sosial primer yang dapat ditemukan di lingkungan keluarga, pendidikan dan lingkungan masyarakat:
1. Contoh Kontak Sosial Primer di Keluarga
Keluarga merupakan salah satu contoh dari kontak sosial primer yang mudah dijumpai. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan anggota terdekat dan yang paling mengenal diri ini dengan baik. Keluarga menjadi media penanaman fungsi pertama dalam sosialisasi primer.
Adapun contoh kontak sosial primer yang dapat ditemukan di lingkungan keluarga adalah sebagai berikut:
Ketika seorang anak akan menjalankan rutinitas kesehariannya berdasarkan kebiasan keluarga.
Kebiasaan makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga.
Saling menolong antar anggota keluarga yang kesulitan.
Menghormati mereka yang lebih tua dan mengayomi mereka yang muda.
Berkumpul keluarga untuk saling menceritakan berbagai pengalaman.
Pertandingan olahraga antar saudara sepupu saat merayakan sesuatu.
Membantu adik mengerjakan pekerjaan rumah.
Mengajak orang rumah untuk beribadah bersama.
Membersihkan rumah bersama dengan keluarga.
Menonton televisi bersama di ruang keluarga.
Mengungkapkan kasih sayang kepada saudara kandung.
Berpamitan kepada orang tua sebelum keluar rumah.
Kegiatan berkumpul keluarga besar.
Orang tua yang menemani anaknya belajar.
Orang tua memberikan nasihat pada anaknya tentang baik buruknya suatu perilaku yang telah dilakukan.
Anak-anak bisa bebas mengutarakan pendapat atau idenya kepada orang tuanya.
Adanya diskusi ketika ada kesalahpahaman akan hal remeh maupun besar dengan keluarga.
Dapat menjadi tempat aman bagi anak untuk berkeluh kesah maupun bercerita
Pertemuan antar keluarga besar dengan kerabat-kerabat terdekat.
Ibu membangunkan anaknya ketika ingin berangkat sekolah.
Kakak menyapa adiknya begitu juga sebaliknya
Dengan adanya interaksi sosial di lingkungan rumah, maka kita bisa menciptakan kerukunan antar anggota keluarga.
2. Contoh Kontak Sosial Primer di Pendidikan
Kontak sosial primer bisa terjadi di mana saja, salah satunya terjadi di pendidikan atau sekolah. Kontak sosial ini juga dapat membantu seseorang untuk melakukan sosialisasi dalam kehidupannya. Berikut beberapa contoh kontak sosial primer yang ada di pendidikan.
Kontak sosial antara guru dan siswa ketika kegiatan belajar mengajar.
Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.
Melakukan diskusi dengan teman-teman sekelas.
Melakukan kerja kelompok dengan teman untuk mengerjakan tugas.
Bertanya kepada guru saat tidak memahami materi yang diterangkan.
Guru BK memberikan nasehat kepada siswa-siswi yang melakukan kesalahan di sekolah.
Bermain bersama teman di jam istirahat.
Menyapa teman lain yang berbeda kelas saat bertemu di sekolah.
Guru menghukum siswa yang terlambat datang sekolah.
Bersalaman atau mencium tangan guru saat bertemu di sekolah.
Melakukan presentasi di depan kelas.
Menolong teman saat jatuh di lapangan sekolah
Mengikuti lomba atau acara di luar sekolah sebagai wakil sekolah.
Melerai teman yang sedang berkelahi
Mengobrol dengan tukang kebun di sekolah
Menjawab pertanyaan dari guru yang menerangkan materi pelajaran di kelas.
Pertemuan guru-guru untuk membahas kenaikan kelas.
Guru saling berdiskusi untuk menentukan petugas upacara hari pendidikan.
Membeli makanan di kantin sekolah saat jam istirahat.
Membeli peralatan pelajaran di koperasi sekolah.
Melakukan piket membersihkan kelas sesuai jadwal yang diberikan.
Mengikuti kegiatan OSIS di sekolah.
Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memberi penyuluhan kepada warga desa.
Kontak sosial primer yang sering terjadi di lingkungan pendidikan dapat bermacam-macam. Ada yang berhubungan dengan teman, ada yang berkaitan dengan guru mata pelajaran, wali kelas, atau warga sekolah yang lain.
4. Contoh Kontak Sosial Primer di Lingkungan Masyarakat
Selanjutnya, contoh kontak sosial primer lainnya adalah dalam lingkungan masyarakat di kehidupan sehari-hari. Bentuk percakapan bisa berupa hal-hal sekedar basa-basi. Berikut contoh kontak sosial primer yang ada di lingkungan masyarakat:
Melakukan kerja sama atau interaksi sosial kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Antara lain melalui gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
Konflik dengan tetangga soal parkir kendaraan adalah contoh yang sering terjadi.
Menerima ketika ada tetangga yang minta ijin menutup sebagian jalan untuk pesta pernikahan.
Menyelenggarakan syukuran pindah rumah sesuai dengan adat setempat meski merupakan pendatang.
Ikut kerja bakti untuk membersihkan lingkungan desa atau membangun jembatan bersama.
Pemuda karang taruna yang memberi informasi kepada masyarakat.
Bermain bersama dengan teman sebaya yang ada di lingkungan rumah.
Merayakan peringatan 17 Agustus dengan tasyakuran bersama.
Menjenguk tetangga yang sedang sakit keras.
Menyapa tetangga saat bertemu di jalan dengan sopan.
Jika terjadi perkelahian atau perselisihan antar warga, turut menjadi penengah dan melerai.
Berbicara dengan sopan dan hormat saat berkomunikasi dengan orang lebih tua.
Mengucapkan selamat tinggal atau mengucapkan terima kasih kepada orang setelah berinteraksi dengan mereka.
Mendatangi acara keagamaan seperti pengajian.
Memberi ucapan selamat saat tetangga mendapatkan rejeki.
Saling menghargai hari raya tiap agama yang ada di Indonesia.
Memberikan simpati dan empati serta bantuan ketika warga sekitar sedang mengalami musibah.
Melakukan ibadah di rumah ibadah yang ada di sekitar lingkungan tersebut.
Melakukan kontak sosial primer melalui tindakan atau ekspresi tubuh seperti senyum, gerakan tangan, atau postur tubuh di atas merupakan hal wajar yang dilakukan masyarakat di Indonesia, bahkan sering dilakukan terhadap orang yang belum dikenal.
Demikian pengertian mengenai kontak sosial primer dan contohnya dalam lingkungan keluarga, pendidikan dan masyarakat. (APR)
Baca Juga: 21 Contoh Perubahan Sosial Budaya pada Masyarakat dan Faktor Pendorongnya
