Kota Tuan Rumah Piala Dunia 1998 yang Bersejarah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kota tuan rumah piala dunia 1998 menjadi bagian penting dalam sejarah panjang sepak bola dunia. Edisi turnamen tersebut dikenang sebagai salah satu yang paling bersejarah karena menghadirkan banyak pertandingan penuh drama, momen ikonik, serta kehadiran para pemain yang kemudian dikenal sebagai legenda.
Ajang ini juga menorehkan kisah besar dengan keberhasilan tim tuan rumah meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya, yang hingga kini masih menjadi salah satu pencapaian paling berkesan dalam sejarah sepak bola.
10 Kota Tuan Rumah Piala Dunia 1998 di Prancis
Kota tuan rumah Piala Dunia 1998 tersebar di berbagai wilayah Prancis, dengan stadion berkapasitas besar serta fasilitas yang tergolong modern pada masanya. Sebanyak 10 kota terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan sepanjang turnamen berlangsung.
Ajang Piala Dunia 1998 digelar pada 10 Juni hingga 12 Juli 1998 dan diikuti oleh 32 negara peserta. Momen ini juga menjadi edisi pertama yang menggunakan format 32 tim, setelah sebelumnya hanya diikuti oleh 24 negara.
Tidak hanya itu, laga final yang mempertemukan Prancis dan Brasil masih terus dikenang sebagai salah satu pertandingan paling ikonik dalam sejarah turnamen ini.
Berdasarkan informasi dari fifa.com, Prancis keluar sebagai juara setelah menaklukkan Brasil dengan skor 3-0 pada partai puncak, melalui dua gol Zinedine Zidane serta satu gol tambahan dari Emmanuel Petit.
Berikut daftar kota tuan rumah beserta stadion yang digunakan dalam Piala Dunia 1998:
Paris - Stade de France
Marseille - Stade Vélodrome
Lyon - Stade de Gerland
Saint-Denis - Stade de France
Toulouse - Stadium Municipal
Nantes - Stade de la Beaujoire
Bordeaux - Parc Lescure
Lens - Stade Félix-Bollaert
Montpellier - Stade de la Mosson
Saint-Étienne - Stade Geoffroy-Guichard
Menurut data dari worldfootball.net, Stade de France di Saint-Denis menjadi stadion utama dan tempat berlangsungnya laga final Piala Dunia 1998. Turnamen tersebut juga menghadirkan banyak momen bersejarah.
Salah satunya adalah kemenangan tuan rumah Prancis. Kompetisi tersebut juga menjadi Piala Dunia terakhir bagi beberapa pemain legendaris era 1990-an.
Turnamen ini juga dikenal karena atmosfer pertandingan yang luar biasa. Ribuan pendukung dari berbagai negara memadati stadion-stadion di Prancis selama lebih dari satu bulan kompetisi berlangsung.
Piala Dunia 1998 menjadi salah satu turnamen paling ikonik karena kualitas pertandingan, kejutan hasil laga, serta munculnya banyak pemain bintang muda.
Brasil yang berstatus juara bertahan sebenarnya menjadi favorit juara dengan kehadiran Ronaldo Nazario. Namun pada partai final, Prancis tampil dominan dan berhasil mengangkat trofi di hadapan publik sendiri.
Selain final yang bersejarah, Piala Dunia 1998 juga dikenang karena gol spektakuler Michael Owen untuk Inggris saat menghadapi Argentina serta penampilan impresif Kroasia yang berhasil finis di posisi ketiga.
Stade Vélodrome di Marseille dan Stade Geoffroy-Guichard di Saint-Étienne menjadi dua stadion dengan atmosfer paling meriah selama turnamen berlangsung. Sementara itu, Stade de France hingga kini masih digunakan sebagai stadion nasional Prancis.
Kota tuan rumah Piala Dunia 1998 memiliki peran penting dalam kesuksesan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Berbagai stadion di Prancis menjadi saksi lahirnya banyak momen legendaris, termasuk keberhasilan Prancis meraih gelar juara dunia pertama.
Hingga sekarang, Piala Dunia 1998 masih dianggap sebagai salah satu edisi paling berkesan dalam sejarah sepak bola dunia. (Rahma)
Baca juga: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Bikin Heboh Ada yang Tembus Ratusan Juta
