Kultum Tentang Nuzulul Quran yang Penuh Pesan Keagamaan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kultum tentang Nuzulul Quran ini mengajak kita untuk kembali mengingat peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Dikutip dari Nuzulul Qur’an: Makna, Sejarah, dan Signifikansi Spiritual dalam Islam, (2025), dalam situs s2iat.walisongo.ac.id, peristiwa Nuzulul Quran merupakan salah satu momen yang sangat bersejarah dalam perjalanan peradaban Islam.
Peristiwa ini bukan hanya menjadi awal diturunkannya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw, tetapi juga menjadi momentum penting yang membawa perubahan besar dalam aspek sosial, spiritual, dan intelektual bagi kehidupan umat manusia.
Kultum Tentang Nuzulul Quran Ramadan 1447 Hijriah
Mengutip Kultum Ramadhan Singkat Malam Nuzulul Qur’an, Momentum Memperbaiki Akhlak, (2026), dalam situs kotacirebon.baznas.go.id, berikut adalah kultum tentang Nuzulul Quran singkat:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah Swt., Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada kita semua, terutama nikmat iman, nikmat Islam, serta kesehatan, sehingga pada malam yang penuh keberkahan ini kita masih diberi kesempatan untuk hadir di rumah Allah.
Di tempat yang mulia ini kita dapat bersama-sama menunaikan ibadah shalat berjamaah serta melaksanakan shalat tarawih dalam suasana bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, teladan terbaik bagi umat manusia, juga kepada keluarga beliau, para sahabatnya, serta seluruh umatnya yang istiqomah mengikuti ajarannya hingga hari kiamat.
Bapak-bapak, ibu-ibu, serta jamaah yang dirahmati Allah.
Pada bulan Ramadhan terdapat sebuah peristiwa agung yang memiliki makna sangat penting dalam sejarah Islam, yakni peristiwa turunnya Al-Qur’an atau yang dikenal dengan Nuzulul Quran.
Peristiwa ini merupakan awal mula diturunkannya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw yang kemudian menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Hadirin yang dirahmati oleh Allah. Para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an berlangsung melalui dua tahapan.
Menurut keterangan Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, pada tahap pertama Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz menuju langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Setelah itu, wahyu Al-Qur’an disampaikan kepada Muhammad secara berangsur-angsur selama kurang lebih dua puluh tiga tahun.
Proses bertahap ini terjadi sesuai dengan keadaan, peristiwa, serta kebutuhan umat pada masa turunnya wahyu tersebut.
Turunnya Al-Qur’an secara berangsur memiliki hikmah yang sangat besar, yaitu agar manusia mampu memahami ajaran Islam secara perlahan dan kemudian mengamalkannya secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah.
Peristiwa Nuzulul Quran semestinya menjadi pengingat bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Kedekatan itu tidak hanya diwujudkan dengan membaca ayat-ayatnya, tetapi juga dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan.
Sebab pada hakikatnya, akhlak Muhammad merupakan gambaran nyata dari ajaran Al-Qur’an itu sendiri.
Ketika Sa’d bin Hisyam pernah menanyakan kepada Aisyah RA mengenai bagaimana akhlak Rasulullah saw, Aisyah menjelaskan bahwa perilaku beliau sepenuhnya selaras dengan ajaran Al-Qur’an.
Dalam hadis disebutkan bahwa akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an (HR. Muslim). Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa setiap sikap, tindakan, dan kepribadian Rasulullah saw merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Semoga peringatan Nuzulul Quran di bulan suci Ramadhan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Mudah-mudahan kita senantiasa diberikan semangat untuk membacanya, berusaha memahami isi dan pesan yang terkandung di dalamnya, serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita termasuk golongan ahlul Qur’an, yaitu hamba-hamba yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an dan memperoleh kemuliaan di hadapan-Nya.
Wallahu a’lam bishawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itulah kultum tentang Nuzulul Quran yang penuh pesan keagamaan. Semoga dengan peringatan Nuzulul Quran ini, umat Islam semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (IF)
Baca juga: Amalan Malam Nuzulul Quran yang Dianjurkan untuk Umat Islam
