Kumpulan Cerita Humor Singkat, Lucu, dan Menghibur

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 13 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi kebanyakan orang, membaca cerita humor atau cerita lucu singkat merupakan salah satu cara untuk melepaskan penat dan stres setelah beraktivitas seharian. Selain itu, membaca cerita humor juga bisa memperbaiki suasana hati yang buruk karena mengandung lelucon yang lucu.
Biasanya, cerita humor diambil dari kejadian-kejadian unik yang terjadi di lingkungan sekitar sehingga pembaca mudah memahami kondisi ceritanya. Cerita humor juga bisa mengandung sindiran halus terhadap sesuatu.
Bagi yang ingin membaca cerita humor, simak kumpulan cerita humor yang lucu dan mengocok perut di bawah ini.
Kumpulan Cerita Humor
Mengutip dari buku Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA karya Indri Anatya Permatasari, berikut adalah kumpulan cerita humor.
Cerita Humor 1: Pinjam Uang
Seorang laki-laki masuk bank dan berkata ia ingin pinjam $200 selama enam bulan. Ia menjaminkan Rolls Royce miliknya dan meminta bank menahan mobilnya itu sampai utangnya lunas.
Enam bulan kemudian orang itu kembali ke bank membayar $200 ditambah $10 bunga dan mengambil kembali Roll–nya.
Petugas pinjaman bertanya kepadanya mengapa orang yang mengendarai Roll Royce perlu pinjaman $200 lalu jawabnya, “Saya harus ke Eropa selama enam bulan dan di mana lagi saya dapat menitipkan Rolls selama itu hanya $10?”.
Si petugas melongo dan sejurus kemudian tertawa mengakui kecerdikan si pemilik Roll Royce.
Cerita Humor 2: Petugas Kebersihan
Pada suatu hari, ada seorang petugas kebersihan yang sedang menyapu jalanan kota. Tiba-tiba dari arah barat, ada pengendara mobil yang melemparkan sampah keluar kaca jendela mobil.
Karena kesal, akhirnya petugas kebersihan pun menghentikan kegiatan menyapunya dan berteriak kencang.
”Woy, kalau buang sampah liat-liat dong, jangan buang sampah seenaknya, hargai saya kalau lagi kerja!”.
Lalu mobil itupun berhenti, dan dari dalam keluarlah seorang pria yang rapi berkemeja dan berdasi. Akhirnya, petugas kebersihan memilih untuk menghampiri orang itu.
“Pak, bisa kagak sih kalo buang sampah nggak di jalan? Ini saya susah bersihinnya!”, kata petugas kebersihan dengan perasaan kesal.
“Sebelumnya maaf Pak, saya tadi tidak bermaksud gitu” jawab pria itu.
“Masih aja ngeles, alesan padahal udah ketahuan” sahut petugas kebersihan.
“Jadi gini Pak, saya ini hobi main basket, dan saya tadi sedang mencoba latihan dengan melempar sampah ke tong sampah di sana”, pria berdasi menjawab sambil menunjuk tong sampah didekatnya.
Akhirnya petugas kebersihan meninggalkan pembicaraan sambil bergumam berbicara dalam hati "Ada-ada: saja, dasar orang-orang jaman sekarang tambah aneh aja".
Cerita Humor 3: Anak Presiden, Anak Petani
Pada suatu hari, Tutut, anaknya Soeharto lewat jalan tol di Jakarta. Penjaga tol berkata “Totalnya 3.000 rupiah”. Tutut saat itu tidak punya uang seribuan mengeluarkan uang Rp50.000 langsung aja menyodorkan tuh.
Penjaga tol mengatakan “Ini bu, kembaliannya.” Tutut kemudian menjawab “Sudah, simpan saja buat keluarga anda.” Penjaga tol merasa senang karena menerima Rp47.000 dan langsung berterima kasih kepada Tutut.
Setelah beberapa jam Tommy datang, melewati jalan tol tersebut. Tommy mengeluarkan uang Rp20.000, penjaga tol kemudian memberikan kembalian kepada Tommy "Ini pak, kembaliannya 17ribu”.
Tommy pun menjawab "Sudahlah, simpan saja buat sekolah anak Anda". Penjaga langsung memasukkan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.
Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol. Soeharto mengeluarkan uang Rp5000 dan disodorkan kepenjaga tol. Soeharto menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol "Loh, mana uang kembalian saya?"
Penjaga tol kemudian menjawab "Ah bapak, masa uang Rp2000 aja dibalikin. Tadi Bu Tutut dan Pak Tommy lewat kembaliannya Rp47.000 dan Rp17.000 aja diberikan ke saya, masa bapak yang Rp2000 saja minta kembalian?"
Soeharto langsung menjawab "Tunggu dulu! Anda tau siapa Tutut dan Tommy?” Penjaga tol dengan cekatan menjawab "Ya, saya tahu Pak! Pertanyaan gampang itu, jelas Tutut dan Tommy tuh anaknya presiden".
Soeharto pun menjawab "Pintar kamu, tahu mereka anak presiden. Nah, sedangkan saya kan anak petani! Sekarang, mana kembalian saya?". Penjaga Tol pun hanya terdiam.
Cerita Humor 4: SBI (Sekolah Bertarif Internasional)
Suatu ketika, di sebuah sekolah negeri “Entah Di mana”, seorang Bapak guru memberi tahu kepada anak didiknya bahwa sekolah mereka akan berubah status menjadi sekolah SBI.”
Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Tidak lama lagi Sekolah kita akan menjadi sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan? Tanya sang guru.
“Joni, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut ini?” Tanya guru tersebut lebih lanjutnya. Dengan sigap si Joni pun menjawab pertanyaan guru: “Belajar bahasa Inggris agar mampu berbicara bahasa Inggris Bu”, jawab Joni.
“Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?” tanya guru kepada Jono. “Harus siapkan uang, Pak” Jawab Jono. “Loh, kok uang?” Tanya guru lebih lanjut.
"Ya Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu" jelas Jono lebih lanjut.
"Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, kalau sekolah kita bertaraf internasional, artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri”,sang guru melanjutkan penjelasannya.
“Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional”, Jono juga melanjutkan penjelasannya.
Itulah beberapa contoh cerita humor yang menghibur. Selain itu, dikutip dari buku Bahasa Indonesia Paket C Tingkatan V terbitan Kemendikbud, berikut cerita humor yang tak kalah lucu lainnya.
Cerita Humor 5: KUHP
Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberi kuliah hukum pidana. Saat tiba sesi tanya jawab Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP, Pak?”
Lalu dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya pada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba coba dijawab pertanyaan saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!”
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?”
Dasar Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan Pengalaman adalah guru yang terbaik‟ begitu, Pak!” semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak.
Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.
Cerita Humor 6: Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.
Saksi masih tidak menanggapi. Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” “Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
Cerita Humor 7: Tidak Terlalu Dalam
Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu.
Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi kita tahu menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.
Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya.
Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.
Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?” Hakim tersenyum lebar. “Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya.”
Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. “Wah, enak benar mentega ini!” “Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam.” Dan berlalulah Nasrudin.
Baca Juga: Kumpulan Podcast Horor Lokal yang Bikin Merinding
Kumpulan Cerita Lucu Singkat
Dirangkum dari 100 Kisah Kocak Yang Membuat Bijak oleh Xavier Quentin Pranata dan Kumpulan Cerita Lucu, Konyol, Menggelitik: Benar-Benar Terjadi oleh Prito Windiarto, berikut adalah kumpulan cerita lucu singkat yang menghibur.
Cerita Lucu Singkat 1: Singa Sombong
"Mengapa banyak orang jijik terhadap kodok? Mungkin karena dia suka menjilat ke atas dan menendang ke bawah untuk melompat lebih tinggi."-Xavier Quentin Pranataa
eekor singa dengan angkuh dan sombong berjalan-jalan di See tengah hutan. Saat si singa bertemu dengan sekumpulan monyet, "Hai, Monyet Jelek, siapa yang paling hebat di hutan ini?"
Lalu monyet menjawab, "Tentu saja Anda, Tuan Singa."
Lalu si singa pergi melanjutkan perjalanannya. Tak lama kemudian, si singa bertemu dengan segerombolan serigala, "Hai serigala licik, siapa yang paling ditakuti di hutan ini?"
Serigala pun menjawab, "Tentu saja Anda, Tuan Singa."
Dengan sekali lompatan si singa pun masuk lagi ke dalam hutan. Setelah itu si singa bertemu dengan seekor gajah yang besar sekali. "Hai, Gajah Hidung Jelek, siapa yang paling kuat di hutan ini?"
Si gajah tidak menghiraukan si singa, lalu si singa dengan nada marah bertanya lagi, "Hai, Gajah Goblok, siapa yang paling kuat?"
Belum selesai si singa bertanya, si gajah berlari ke arah si singa dan tanpa ampun si singa diinjak-injak hingga babak belur. Setelah itu si gajah kembali ke tempatnya semula.
Sambil terhuyung-huyung dan babak belur si singa berkata, "Kalau tidak tahu jawabannya, ya, jangan marah gitu, dong."
Cerita Lucu Singkat 2: Monyet Pintar
Suatu ketika ada seorang penjual topi yang berjalan melintasi hutan. Cuaca saat itu sangat panas. la lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon besar.
Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah semua topi dagangannya telah hilang.
Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di pohon. la mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Dan, semua monyet itu mengenakan topi.
Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sekarang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu.
Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya. Lalu ia melihat monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya.
Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama. Aha...! la pun mendapat ide...! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah.
Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.
Lima puluh tahun kemudian, cucu si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya.
Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Udara sangat panas. la beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya.
Sekali lagi, ketika terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topinya. la pun teringat cerita kakeknya. la mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. la melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya.
Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Namun, kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi itu erat-erat.
Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata, "Memangnya cuma kamu yang punya kakek...?"
Cerita Lucu Singkat 3: Kamu Haram, Sih!
Seekor buaya mengendap-endap dalam air mendekati hewan incarannya. Hewan incaran buaya tidak menyadari datangnya bahaya yang mengancamnya. Ia tetap asyik meminum air sungai.
Dengan meloncat, buaya langsung menyergap hewan buruannya. Hup! Seketika itu, mulut buaya yang lebar mencaplok kepala hewan buruannya!
"Tolong! Tolooong!" jerit hewan buruan seraya meronta-ronta.
Kemudian, si Buaya terlihat ragu-ragu. Lalu, ia melepaskan kembali hewan yang telah disergapnya.
"Kamu babi hutan, ya?" tanya buaya kemudian.
"Iya," jawab hewan buruan buaya yang ternyata babi hutan.
"Kalau begitu," kata buaya lagi, "pergilah!"
Babi hutan terheran-heran mendengar ucapan buaya. "Mengapa kamu lepaskan aku, hei, Buaya?"
"Aku ini buaya Muslim, tahu!" jawab buaya. "Kamu haram untuk aku makan!"
Cerita Lucu Singkat 4: Lebih Hebat Mana?
Si Hitam dan si Putih, dua induk ayam, bertemu di dekat selokan kecil di ujung belakang desa. Induk ayam putih yang terkenal sombong itu berkata kepada induk ayam hitam, "Hei, Hitam! Lihatlah baik-baik diriku ini."
"Ada apa denganmu, Putih?" tanya si Hitam keheranan.
"Bukankah aku ini induk ayam yang sangat cantik?" kata si Putih dengan sombongnya. Dia lantas berjalan seraya memamerkan bulu-bulunya. "Bulu-buluku putih bersih. Indah laksana salju. Sangat indah, bukan?"
"Ya. Warna bulumu memang putih bersih dan indah laksana salju. Kamu memang cantik," kata si Hitam. "Lalu, apa maksudmu?"
"Aku sekadar mengingatkan betapa bedanya antara aku dan kamu! Lihatlah dirimu sendiri! Warna bulu-bulumu hitam, kusam, dan tampak kotor!"
Si Hitam merasa tidak senang mendengar ucapan si Putih. Katanya kemudian, "Meskipun bulu-buluku hitam, kusam, dan tampak kotor, aku mempunyai kelebihan yang tidak kamu miliki, Putih."
"Oh, ya? Apa kelebihanmu?"
"Warna telurku putih bersih," kata si Hitam. "Kalau kamu merasa lebih hebat dibandingkan aku, cobalah keluarkan telur berwarna hitam!"
Cerita Lucu Singkat 5: Bukan untuk Aku
Mamat berlibur ke rumah neneknya di desa. Kedatangan Mamat disambut dengan sukacita oleh neneknya. Agar cucunya betah, nenek Mamat memperlakukan Mamat dengan istimewa.
Untuk makan Mamat, neneknya menyediakan makanan yang enak-enak. Sebelum Mamat tidur, neneknya mendongeng. Setelah Mamat tidur, neneknya tetap terjaga di dekat Mamat untuk menjaga Mamat dari gigitan nyamuk. Pokoknya, nenek Mamat memperlakukan Mamat dengan istimewa.
Suatu pagi, nenek Mamat menyediakan sarapan. Menunya nasi goreng, dua potong ayam kampung goreng, pisang, dan segelas air putih. Nenek Mamat juga menunggui cucu kesayangannya itu saat sarapan.
"Bagaimana, Mat, masakan Nenek enak?"
"Wuiiih, enak sekali, Nek," puji Mamat yang membuat neneknya senang. "Nasi goreng bikinan Nenek enak banget. Ayam gorengnya enak banget. Pokoknya, semuanya enak banget."
"Kalau kamu di rumah, bagaimana dengan sarapanmu?"
"Kadang istimewa dan kadang juga biasa-biasa saja, Nek," jawab Mamat jujur.
"Tergantung keuangan ibu, kan, Nek?" Nenek Mamat tersenyum dan mengelus-elus rambut Mamat. "Tetapi, kalau Mamat sedang sarapan di rumah, ibu selalu membuat satu gelas susu, dua lembar roti bakar, dan dua butir telur setengah matang," jawab Mamat. "Telurnya ayam kampung, Nek."
Nenek Mamat menganggukkan kepala. Keesokan harinya, Mamat terheran-heran dengan menu sarapan yang disediakan neneknya. Di meja makan telah tersedia dua lembar roti bakar, dua butir telur ayam kampung setengah matang, dan satu gelas susu.
"Kenapa, Mat?" nenek Mamat terkejut karena dilihatnya Mamat kurang suka dengan sarapan yang sudah dia sediakan. "Bukankah sarapan seperti ini yang biasa kamu makan di rumah?"
"Nek," kata Mamat, "yang biasa sarapan dengan dua lembar roti bakar, dua butir telur ayam kampung setengah matang, dan satu gelas susu itu ibu! Bukan Mamat, Nek!"
Cerita Lucu Singkat 6: Bensin Irit
Masih cerita tentang Pak Fulan lagi... Pak Fulan mendengar cerita Mas Danang, tetangganya, yang menemukan cara untuk menghemat penggunaan bensin pada kendaraan bermotor.
Menurut cerita yang didengarnya, penghematan itu benar-benar fantastis. Seliter bensin bisa digunakan selama sebulan penuh untuk menjalankan sepeda motor!
"Masya Allah!" kata Pak Fulan kepada istrinya sesudah dia mendengar cerita penghematan bensin itu. "Bayangkan, Bu. Satu liter bisa digunakan untuk sepeda motor selama sebulan penuh!"
"Satu liter untuk sebulan?" Bu Fulan tersentak. "Wah, itu, sih, benar-benar luar biasa hemat, Pak!"
"Benar, Bu," ujar Pak Fulan dengan mata berbinar-binar. "Kalau kita bisa menghemat bensin, kita akan semakin kaya, Bu!"
"Benar, Pak!"
Pak Fulan pun bergegas mendatangi Mas Danang.
"Benar, kamu menemukan cara penghematan untuk penggunaan bensin sepeda motor, Nang?" tanya Pak Fulan kepada Mas Danang.
"Ya, Pak," Mas Danang menganggukkan kepala.
"Lalu, bagaimana caranya?"
Mas Danang tersenyum. "Caranya, mencampur bensin itu dengan ...."
"Apa campurannya, Nang?" Pak Fulan tak sabar ingin mengetahui rahasia penghematan tersebut.
"Dengan campuran dorong, Pak!" jawab Mas Danang. "Perbandingannya, satu berbanding sepuluh. Jika menggunakan bensin untuk satu kilometer, sepuluh kilometer berikutnya, sepeda motor itu harus didorong, Pak!"
Cerita Lucu Singkat 7: Anak Cerdik
Seorang bapak di Aceh dari Kabupaten Pidie menulis surat kepada anaknya yang ada di penjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat gerakan separatis.
Bunyi suratnya, "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"
Beberapa minggu kemudian, anaknya membalas surat itu, begini isinya, "Pak, jangan cangkul kebun itu, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari Kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, tetapi tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"
Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang Bapak mulai tanam jagung, aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."
Baca Juga: Pengertian dan Contoh Cerita Jenaka
(SAI & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa manfaat membaca cerita humor?

Apa manfaat membaca cerita humor?
Bagi kebanyakan orang, membaca cerita humor atau cerita lucu singkat merupakan salah satu cara untuk melepaskan penat dan stres setelah beraktivitas seharian.
Cerita humor biasanya tentang apa?

Cerita humor biasanya tentang apa?
Biasanya, cerita humor diambil dari kejadian-kejadian unik yang terjadi di lingkungan sekitar sehingga pembaca mudah memahami kondisi ceritanya.
Apa cerita humor bisa berisi sindiran?

Apa cerita humor bisa berisi sindiran?
Cerita humor juga bisa mengandung sindiran halus terhadap sesuatu.
