Langkah Pertama dalam Pengemasan Vaksin yang Benar dan Sesuai Prosedur

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Materi tentang rantai dingin vaksin membuat banyak orang bertanya “Terdapat dua langkah utama dalam pengemasan vaksin di dalam cold box dan vaccine carrier. Apa langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengemasan vaksin tersebut?”
Proses pengemasan vaksin terlihat sederhana, tetapi setiap tahap harus dilakukan dengan benar karena berkaitan langsung dengan kualitas vaksin selama penyimpanan dan distribusi.
Dua Langkah Utama dalam Pengemasan Vaksin di Dalam Cold Box dan Vaccine Carrier
Terdapat dua langkah utama dalam pengemasan vaksin di dalam cold box dan vaccine carrier. Apa langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengemasan vaksin tersebut? Simak penjelasan berikut ini:
Mengutip situs https://cdn.who.int, langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengemasan vaksin di dalam cold box dan vaccine carrier adalah menyiapkan serta memasukkan coolant pack atau ice pack sesuai jenis vaksin dan alat yang digunakan.
Proses ini penting karena coolant pack berfungsi menjaga suhu vaksin tetap stabil selama perjalanan atau penyimpanan sementara. Dalam praktiknya, coolant pack tidak selalu digunakan dalam kondisi yang sama.
Untuk vaksin yang tidak sensitif terhadap pembekuan, seperti vaksin polio oral (OPV), ice pack dapat digunakan dalam keadaan beku.
Untuk vaksin yang peka terhadap suhu terlalu dingin, ice pack perlu dikondisikan terlebih dahulu hingga mencapai suhu aman sekitar +2°C sampai +8°C sebelum ditempatkan ke dalam cold box atau vaccine carrier.
Setelah coolant pack disiapkan dengan benar, langkah berikutnya adalah menata vaksin ke dalam wadah penyimpanan sesuai petunjuk penggunaan.
Penataan ini dilakukan agar suhu di dalam kotak tetap merata dan kualitas vaksin tetap terjaga selama proses distribusi maupun pelayanan imunisasi di lapangan.
Cold box dan vaccine carrier sendiri merupakan alat penyimpanan berinsulasi yang digunakan untuk menjaga vaksin tetap dingin saat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Perbedaannya terletak pada ukuran dan kapasitasnya.
Cold box biasanya dipakai untuk pengiriman dalam jumlah lebih besar atau perjalanan yang lebih lama, sedangkan vaccine carrier lebih kecil dan praktis dibawa petugas kesehatan saat kegiatan imunisasi keliling.
Dalam sistem rantai dingin vaksin (cold chain), menjaga suhu tetap stabil menjadi hal yang sangat penting. Jika vaksin terkena suhu yang terlalu panas atau justru membeku, kualitas dan efektivitasnya dapat menurun.
Oleh sebab itu, penggunaan coolant pack yang tepat menjadi bagian utama dalam proses pengemasan vaksin.
Selain itu, saat ini juga tersedia freeze-preventative vaccine carrier dan freeze-preventative cold box yang dirancang khusus untuk mengurangi risiko vaksin membeku.
Peralatan jenis ini memiliki lapisan pelindung yang memisahkan vaksin dari ice pack secara langsung, sehingga lebih aman digunakan dalam distribusi vaksin tertentu.
Dengan pengemasan yang benar, kualitas vaksin dapat tetap terjaga hingga sampai ke tangan penerima.
Penting diperhatikan bahwa setiap tahapan, mulai dari menyiapkan coolant pack hingga menata vaksin di dalam cold box atau vaccine carrier, harus dilakukan sesuai prosedur agar vaksin tetap aman dan efektif digunakan. (Fikah)
Baca juga: Media yang Digunakan dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak
